Tentang Taman di Kota Kembang dan Kasak-Kusuk Saat Februari Datang

0

Taman menjadi alternatif wisata murah dan menyenangkan, bagi sebagian masyarakat kota yang tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan kegiatan wisata. Dan jika harus berbincang tentang taman ada dua kota besar yang akhir-akhir tengah giat dalam memaksimalkan fungsi ruang dengan membangun beragam taman. Kedua kota itu adalah Kota Surabaya dan Kota Bandung. Karena pada dasarnya hidup adalah pilihan, pada kesempatan kali ini tulisan ini tak hendak membahas tentang taman di Kota Pahlawan, namun sedikit tentang banyak taman di Kota Kembang.

Bukan apa-apa lho, tak ada motif apapun dalam tulisan ini, apalagi motif politik. Karena belakangan kali ini santer terdengar jika dua figur populer masing-masing kota, baik Bu Risma maupun Kang Emil punya elektabilitas cukup tinggi dan digadang mampu menyaingi koh ahok berebut DKI 1 pada tahun depan.

Ya tulisan ini di tulis apa adanya, karena kebetulan saja saat ini penulis sedang berada di Bandung berkelililng-keliling melihat warna-warni keceriaan kota, tapi ditodong nyetor tulisan. Yaps okelah, terlepas dari itu semua memang sangat sayang jika berada di kota kembang kita hanya menikmati keindahan suasana tanpa menceritakan kepada yang lainnya.

Memang benar jika Kota Bandung yang pada tahun 2015 kemarin menyabet gelar Adipura, dan terpilih masuk jajaran kota kreatif dunia dalam kategori desain oleh UNESCO, paham betul dalam hal pemanfaatan ruang. Ya, ini sih dari sudut pandang penulis yang banyak ngasal karena tidak paham tentang ilmu tata kota. Namun yang pasti selama penulis berada di Bandung banyak ruang terbuka publik yang disulap menjadi taman kota dengan segala fasilitas yang bermanfaat bagi warga.

Yang cenderung unik setiap taman kota punya konsep dan karakter unik sesuai dengan tema tertentu yang ingin ditonjolkan.

Ada banyak sekali taman kota tematik yang ada di seputaran Kota Bandung, tapi hanya beberapa taman yang sempat saya kunjungi dan itupun sudah membuat saya kagum, seperti kekaguman Nobita pada Shizuka.

Diantara beberapa tempat yang saya kunjungi dan informasi rahasia yang saya dapatkan, kok saya curiga Kang Emil adalah sosok yang begitu peduli dengan nasib dan masa depan para Jomblo. Hal ini terbukti dari beberapa nama dan fasilitas taman yang dibangun.

Ya, beberapa taman kota yang sempat saya datangi pada waktu itu:

Taman jomblo

Terus terang saya baru menemukan satu tempat yang mengakui eksistensi keberadaan para jomblo di muka bumi. Ya mungkin seperti namanya, instalasi dan fungsi taman ini benar-benar terinspirasi dari sifat mulia para jomblo yang sabar, mandiri, serta bermanfaat bagi orang lain.

Taman Film

Salah satu taman yang cukup menarik perhatian saya.Taman dengan desain unik dan proyektor besar ditengah ini, selain digunakan untuk mengapresiasi karya lokal seniman film indie Bandung, taman ini juga berfungsi memberi hiburan yang bermanfaat bagi para jomblo agar tidak selalu berada di depan laptop, karena pada hakikatnya setiap kegemaran harus difasilitasi, setiap karya harus diapresiasi, dan setiap jomblo harus dihargai.

Taman Gesit

Taman berkonsep olahraga yang terletak di daerah Dipati ukur ini, saya sangat yakin ditujukan bagi para jomblo. Karena di taman ini banyak instalasi olahraga khususnya gymnastic yang sangat bermanfaat bagi kebugaran dan kekuatan para jomblo terkhusus yang tengah berjuang untuk move on. Dalam pemilihan nama taman ini pun, sebenarnya adalah kode bagi mereka para jomblo untuk lebih gesit menegaskan diri. Hal ini supaya tidak lekas ditikung apalagi oleh teman sendiri. Karena pada dasarnya di dalam jiwa yang sehat teedapat jomblo yang kuat.

Taman Alun-Alun

Sudah menjadi rahasia umum jika Alun-Alun dari jaman dahulu menjadi ikon, pusat kota, dan tempat untuk berkumpulnya banyak orang. Hal ini benar-benar diyakini Kota Bandung dalam mendesain ulang konsep baru alun-alun kota. Konsep baru desain taman Alun-Alun Kota pun ternyata adalah desain taman yang cukup ramah bagi para jomblo. Dengan rumput sintetis yang memungkinkan semua orang untuk berbaur, Hal ini juga membuat para jomblo tidak ragu dan malu lagi untuk pergi ke taman. Selain itu, di sisi timur bagian taman disediakan deretan pot dengan pohon daun buatan warna-warni yang bisa ditulisi, selain untuk mengurangi nilai vandalisme di setiap tempat wisata, hal ini tentu adalah sebuah perhatian lebih dari pemerintah kota, karena para jomblo dapat lebih produktif menuangkan isi hati, menulis puisi dan cerpen, atau sekedar mencatatkan nomer hape dan akun sosmed sebagai sarana promosi dan bentuk ikhtiar.

475b7370-3cbe-4ef8-9483-15a32e89c607

Selain beberapa taman diatas yang saya sudah saya kunjungi, sebenarnya masih banyak taman tematik lain yang tentunya memiliki ciri dan manfaatnya masing-masing, Seperti Taman Fotografi, Taman Musik Epicentrum, Taman Lalu Lintas, Taman Uang, Taman Tegalega, Taman Pustaka Bunga, Taman Lansia, Taman Pranathayuda, Taman Balaikota, dan taman-taman lain.

Ya terlepas dari berbagai macam kepentingan apapun kecuali menghargai para jomblo, memang dalam pengelolaan taman dan ruang banyak kota yang harus berkaca dan belajar dari kota Bandung. Cc buat Kota asal saya Kota Jember yang banyak masih banyak sekali ruang terbuka yang terbengkalai namun lebih memilih menanam bunga rumput gampang mati dengan rak-rak besi di hampir semua ruas trotoar kota dan mematikan hak para pedestrian. Cc Juga buat kota rantau saya Kota Malang yang tengah giat (ngebut) membangun taman kerjasama CSR yang konsep dan desainnya terkesan kurang matang.

Karena saya ingat seorang ibuk tetangga kos saya yang pernah menggurutu ketika mengajak anaknya bermain ke taman, “Di tulisannya taman layak anak, eh di dalam kok jadi taman layak bikin anak.”

Nah, berkaca dari curhatan ibuk tetangga kos saya, bisa di cermati dengan seksama, jika salah satu masalah taman di Kota Malang setelah dibangun, adalah masalah alih fungsi.Taman yang dibangun dengan instalasi berupa sarana bermain untuk anak, oleh pemuda-pemudi disalahgunakan untuk tempat bermain yang lain (mesum)

Menurut banyak survei dan prediksi (dilakukan sendiri), jumlah dan jenis permainan akan meningkat signifikan ketika memasuki bulan Pebruari banyak cara dilakukan oleh pihak-pihak terkait untuk mengkondisikan sarana publik termasuk taman, agar tidak disalahgunakan untuk berbuat hohohehe. Ya mulai dari; razia satpol PP pada tempat-tempat tertentu, bahkan juga MUI daerah yang rame-rame mengeluarkan fatwa haram tentang peringatan hari palentin (termasuk MUI Kota Malang). Kayaknya sih, terlepas dari banyak berita Satpol PP yang sering ngegusur PKL dan Lokalisasi, juga tentang MUI yang baru ngeluarin fatwa jilbab halal dan selalu Pro Jomblo. Himbauan dan ancaman tersebut tidak akan banyak berefek bagi golongan para remaja. Karena para remaja kebanyakan lebih percaya pada mitos dan dan sugesti daripada tentang haram dan dosa.

Salah satu cara mengurangi alih fungsi taman dari invasi remaja mabuk cinta adalah penguatan konsep dan nama taman. Memang dari segi bisa meniru bolehlah meniru penataan dan pemanfaatan ruang dari apa yang dilakukan Kota Bandung. Namun dari segi nama sepertinya taman di Kota Malang harus sedikit menghilangkan kata dan hal berbau jomblo yang sudah terlalu mainstream. Bukan apa-apa karena di Kota Malang Jomblo sendiri sering tidak digubris dan cenderung dikriminalisasi.

Ya, penamaan taman dan dekorasi taman bisa dilakukan dengan mengambil tema yang cenderung, menakutkan, mencampur adukan perasaan dan mensugesti pikiran. Seperti: “Taman Ingat Mantan”, “Taman Cepat Putus”, “Taman Ingat Nasehat Orang Tua”, “Taman Belum Kerja”, “Taman Begal”, “Taman Matematika dan Fisika”, “Taman Revisi Skripsi”, “Taman Kapan Lulus!?”, “Taman Kanak-Kanak”, juga “Taman Lawang”.

Ya, hal ini akan lebih efektif jika di bumbui dengan cerita yang berkembang tentang masing-masing identitas taman itu sendiri. Karena setiap ruang punya cerita.

Selain itu jangan lupa, jika membangun, merawat fasilitas dan menjaga keberadaan taman sebagai ruang terbuka publik yang aman dan nyaman bukan tanggung jawab Bapak, Ibu, Pakdhe, Abah dan Akang saja. Karena hal itu menjadi tanggung jawab bersama. Agar bulan menjadi lebih ceria, apapun statusnya.

Barangkali anda juga suka