Mempelajari Strategi Clash Royale a la Soekarno dan Soeharto

0

Sejenak saya berpikir, apakah Soekarno dan Soeharto, bila mengalami masa-masa di mana Android berjaya dan Supercell merilis game Clash Royale, mereka berdua juga akan ikut bermain game tersebut? Ya, Clash Royale memang sedang digandrungi banyak orang, termasuk saya. Jadi, wajar saja ketika saya kepikiran tentang hal itu.

Pemikiran ini akhirnya membuat saya berandai-andai dan coba menganalisa strategi yang mereka berdua terapkan saat bermain Clash Royale. Sebagai catatan, analisa ini berdasarkan wangsit yang saya dapat ketika saya bertapa selama tiga menit di kamar mandi.

Strategi Clash Royale Soekarno

Karisma Bapak Proklamator ini sudah tidak bisa dibantah. Meskipun gayanya sedikit menyerupai Don Juan, beliau tetap presiden pertama Indonesia.

Sudah jadi rahasia umum, bahwa Soekarno pernah mengambil peran penting dalam gerakan penyatuan negara-negara di Asia Afrika. Pidato beliau pada pertemuan di PBB yang cetar membahana juga bisa kita lihat sendiri di Youtube.

Dari sini, saya berpikir ketika bermain Clash Royale,  tujuan beliau tidak akan hanya sekadar mencapai arena tertinggi di Clash Royale. Saya yakin, Soekarno bertekad kuat untuk membawa nama baik Indonesia dengan masuk ke dalam daftar pertandingan di TV Royale. Tentunya, ini bakal sangat mendukung upayanya untuk cari perhatian menyebarluaskan ideologi Pancasila.

Bagaimana strategi permainannya? Jadi begini, karena Soekarno adalah motivator dan orator ulung, maka hal pertama yang akan ia lakukan adalah mengklik emoticon text “Good Luck”. Kenapa dalam bentuk text dan malah tidak mengeluarkan emoticon pertama yang menunjukkan raja sedang mengacungkan jempol? Tidak mungkin! Jelas karena emoticon raja mengacungkan kedua jempol itu akan merusak karisma Soekarno. Bisa dibayangkan, bagaimana ketika Soekarno berekspresi seperti emoticon itu?

Macam-macam emoticon dalam Clash Royale
Macam-macam emoticon dalam Clash Royale
Berbeda cerita, bila musuhnya adalah negara imperialis atau Malaysia, Soekarno tidak segan-segan menggunakan emoticon marah di awal pertandingan.

Langkah selanjutnya setelah ber-emoticon­ ria, Soekarno akan mengeluarkan troop P.E.K.K.A. Ya, P.E.K.K.A adalah kartu yang ditakuti dalam Clash Royale. Sebab, HP dan Attack-nya sangat besar. Tujuan ia mengeluarkan P.E.K.K.A adalah menunjukkan karismanya sebagai pemain Clash Royale. Ia tidak peduli elixir habis di awal, karena menurutnya mencari perhatian dari lawannya adalah hal utama baginya.

Meskipun harus menghabiskan 7 dari 10 elixir, Soekarno tetap yakin dengan mengeluarkan P.E.K.K.A dia akan tetap menang dalam pertandingan tersebut. Bagi Soekarno, toh dengan mengeluarkan P.E.K.K.A di awal, musuh akan kelabakan mencari kartu untuk melawannya. Bila musuh mengeluarkan skeleton army untuk mengalihkan perhatian, atau Minions Horde yang mampu menghabisi P.E.K.K.A, Soekarno tinggal meluncurkan Arrows.

Kalau di awal pertandingan ternyata kartu P.E.K.K.A tidak ada? Ini sudah dipikirkan. Deck yang dia siapkan adalah bangunan-bangunan besar. Tujuannya? Mencari perhatian lawan sekaligus menakuti-menakutinya. Bangunan-bangunan seperti Tesla, Bomb Tower dan Inferno Tower adalah kesukaannya.

Ini sesuai dengan karakter kepemimpinan Soekarno yang gemar membuat proyek-proyek mercusuar di Ibukota, seperti Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, sampai Patung Selamat Datang. Ya, strategi ini katanya juga berguna untuk membangun kepercayaan diri masyarakatnya.

Untuk tiga kartu lain milik Soekarno masih belum pasti dan sering gonta-ganti. Kalau kurang cocok, kartu disimpan dan diganti yang lain. Ya, meskipun pada akhirnya kartu yang sudah diganti sering juga kembali digunakan.

Nah, karena tiga kartu sering gonta-ganti itu, maka bila pada menit-menit terakhir kartu di tangannya adalah tiga kartu tersebut, Soekarno jadi cemas. Dia bisa saja mengorbankan salah satu crown towernya dan memanfaatkan basoka yang ada di king tower untuk melawan musuh. Dari sinilah, musuh bisa merangkak masuk ke pertahanan dan kekalahan Soekarno berada di depan mata.

Deck Clash Royale a la Soekarno
Deck Clash Royale a la Soekarno

Strategi Clash Royale Soeharto

Motif dan gaya bermain Clash Royale dari Soeharto tentunya berbeda jauh dengan Soekarno. Soeharto lebih senang membeli chest dari toko menggunakan gems berbayar. Bahkan, Soeharto tidak segan-segan meminjam uang dari Paman Sam rekannya untuk membeli Super Magical Chest. Beliau yakin, dengan membeli Super Magical Chest, pasukan yang kuat akan terbentuk.

Tapi jangan salah, bermain Clash Royale bagi Soeharto tak hanya sekadar menang dan masuk TV Royale. Karena selain akun utamanya, Soeharto juga membuat akun lain untuk bermain Clash Royale. Fasilitas dari Google Play Games yang bisa membuat multiple account dalam satu game, membuat ia berorientasi lebih maju.

Akun utamanya bernama Soeharto dia mainkan demi tujuan negara. Akun lainnya yang bernama Cendana1, Cendana2, Cendana3 dan seterusny sampai CendanaLangitke7, dibuat dan dibesarkan dengan tujuan untuk dijual di kemudian hari. Sehingga, hartanya bisa dia gunakan untuk keperluan pribadinya, seperti membeli makan, beli baju, obat-obatan,  menyekolahkan anak, mengontrak rumah dan lain-lain.

Kartu yang wajib ada pada deck Clash Royale Soeharto, yaitu Barbarian, Barbarian Hut, Goblin Hut dan Goblins. Ke empat kartu ini adalah kartu kesukaan Soeharto, sebab berwarna kuning dan hijau.

Dengan kartu ini, Soeharto memiliki gaya bermain yang khas. Di awal pertandingan, ia akan berusaha untuk memperkuat kedudukannya pertahanannya dengan menggunakan Goblins dan Goblin Hut. Kartu Barbarian dan Barbarian Hut ia taruh di tempat yang strategis agar bisa digunakan untuk bertahan, sekaligus mengobrak-ngabrik pertahanan lawan.

Dari kejauhan, sudah ada Archer atau Muskeeter yang siap menembak dari jauh secara diam-diam. Kedua penyerang jarak jauh ini, dia keluarkan ketika musuh lengah dan seringkali keberadaannya tidak disadari oleh musuh.

Setelah satu menit pertama dilewati, Soeharto akan mengeluarkan kartu Freeze. Dalam beberapa pertandingan, kartu ini dikeluarkan di awal. Kenapa? Untuk mengancam lawan: kalau kartumu merepotkan, nanti saya bekukan.

Baru setelah satu menit terakhir atau kondisi mulai terancam, sang Kesatria Berkuda, yakni Prince digunakan. Kartu ini adalah tangan kanan Soeharto. Kemampuannya untuk overlap sering membuat  musuh kelabakan. Tapi, di balik kehebatan itu, konon katanya Prince tidak sepenuhnya jantan? Ini harus diklarifikasi ke Supercell, apakah benar begitu?

Deck Clash Royale a la Soeharto
Deck Clash Royale a la Soeharto

Kombinasi deck ini dia namakan sebagai kombinasi deck a la Orde Baru. Dengan kombinasi ini, Soeharto mampu bertahan di arena tertinggi Clash Royale. Sayangnya, ia tetap tidak mampu masuk ke dalam TV Royale. Mungkin karena tujuannya bukan itu.

Oh iya, satu lagi. deck Soeharto memiliki titik kelemahan. Kartu-kartu udara dengan HP dan attack yang besar, seringkali merepotkannya. Ya, kecintaannya terhadap pasukan darat, membuat ia lupa menyiapkan pasukan udara. Entah apa yang membuat Soeharto menjadi sangat cinta terhadap pasukan darat? Hmm, mungkin bisa jadi karena dia berasal dari kaum Barbarian atau Goblin. Entahlah.

Barangkali anda juga suka