Chelsea Islan Si Bunga Penutup Abad

0

Akhirnya hari itu datang juga, pertanyaanku tentang siapa yang kelak memerankan gadis spesial abad penjajahan terjawab sudah. Dia adalah Chelsea Elizabeth Islan yang dipercaya memerankan Annelies, gadis pujaan Minke dalam Tetralogi Buru Pramoedya Ananta Toer. Bayangkan, gadis peranakan Belanda yang digambarkan sangat anggun itu diperankan oleh sesosok yang unyu unyu nan menggemaskan seperti Chelsea Islan.

Mungkin banyak yang belum tahu kabar ini. Karena televisi sedang disibukkan dengan gosip artis, berita reshuffle, atau jendela transfer sepak bola Eropa yang penuh konspirasi. Fakta bahwa Novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa diangkat menjadi pentas teater bertajuk Bunga Penutup Abad tidak banyak beredar di beranda Facebook atau Line. Baru setelah salah seorang teman menuliskan tentang Chelsea Islan dan Annelies beserta gambar posternya, pikiranku liar membayangkan indahnya pementasan yang dimainkan akhir Agustus ini di Jakarta. Awww, andaikata kupunya uang, sudah kupesan tike untuk dua orang. Satu untukku dan satu untuk Anneliesku. Tssaaahh.

Bunga Penutup Abad akan bertempat di Gedung Kesenian Jakarta. Konon juga akan menampilkan artis-artis papan atas. Sebut saja Reza Rahardian sebagai Minke, Lukman Sardi sebagai Jean Marais, dan Happy Salma menjadi Nyai Ontosoroh. Ceritanya akan mengambil penggalan Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang berkisah tentang Minke pasca kepergian Annelies ke Belanda (selengkapnya baca saja di google ya teman – teman).

index

Bayangkan saja, wajah sayu Chelsea Islan yang termenung di Kapal menuju Belanda, dengan bibir putih dan rambut yang dikepang ala Kattniss Everdeen, sungguh indah. Bila para pria di Nusantara menyaksikan teater tersebut, saya yakin mereka akan membuka Instagram lalu mencari @chelseaislan untuk melihat koleksi foto instagram gadis yang juga membintangi film Merry Riana itu.

Bicara mengenai Chelsea Islan, ada fakta menarik yang kawula muda harus ketahui. Nampaknya semesta telah menakdirkan peran Annelies kepadanya. Silahkan Anda membuka Wikipedia, disana dapat diketahui bahwa ia juga memerankan gadis bernama Annalise di film pertamanya, Refrain. Sungguh konspirasi global yang mendukung penunjukkan namanya sebagai pemeran teater yang diprediksi menjadi teater termegah di Indonesia.

Annelies, oh Annelies. Membayangkan bagaimana engkau di perkebunan dan di kamarmu saja sungguh sangat manis. Apalagi ditambah dengan latar percakapanmu dengan Minke yang menjadi panutanku dalam merebut hati wanita. Serta bagaimana lontaran pertanyaan kritismu kepada laki – laki seperti Minke, membuatmu layak dijadikan salah satu tokoh fiksi paling inspiratif masa kini. Semoga saja Chelsea Islan berhasil memerankanmu. Bila berhasil, saya tak bisa membayangkan Chelsea Islan akan dibuatkan lukisan manis seperti Annelies, yang berjudul “Bunga Penutup Abad.”

Sayang sekali bagi kamu yang ingin menyaksikan teater pada akhir Agustus mendatang terpaksa harus gigit jari. Pasalnya tiket sudah ludes terjual kurang dari 24 jam. Kejadian tersebut mengingatkanku dengan final bulu tangkis di Istora Senayan tahun lalu. Waktu itu, saya berencana menonton langsung, namun apa daya kekuatan kolektif para calo lebih militan dari prakiraanku. Tiket habis terjual dalam waktu kurang dari 3 jam. Lantas, apakah habisnya tiket Bunga Penghujung Abad juga karena ulah calo? Entahlah, tapi bila benar, saya secara khusus memberikan apresiasi bagi calo-calo tersebut, karena mereka merupakan calo yang progresif dan revolusioner.

Kita juga harus berdoa, agar beberapa penonton ada yang masih menjalankan tradisi merekam pentas itu dari awal hingga akhir. Siapa tahu, kita bisa menyaksikan pentas tersebut dari Youtube atau video Facebook.Atau tanpa diduga-duga, Happy Salma akan meminta beberapa orang untuk mendokumentasikan serta menyebarkan secara gratis kepada khalayak medsos. Bila benar, Happy Salma pantas dijuluki salah satu srikandi perfilman Indonesia. Mari kita tunggu saja.