Puisi-Puisi Dewi R. Maulidah

0

Langit-Langit Di Kepala Bisu

Mereka tak mati,

hanya pernah tiada dari sentuhan.

Mereka tak mati,

hanya bungkam di ruang jalan.

Mereka tak mati,

hanya sebagai ketiadaan.

Ada kata-kata yang tersimpan dalam rongga,

melangit menaiki tangga-tangga yang begitu halus pada dakian petir yang terus bersautan, ada yang berlarian di ruang-ruang udara hingga memeluk angin yang membadai dan mengawan, dan melesat menuruni bukit-bukit yang tak bernama.

Ada jiwa-jiwa yang berdiam di lorong-lorong kepala

dan dunia.

Pada dunia yang ada

dan yang akan ada.

Namun, kata-kata itu berlari terlampau tinggi, menyusuri langit-langit yang tiada henti

hingga mereka temui yang tak mampu ditemui dengan diri,

hingga pada permainan atau uji coba,

hingga diri menjadi pantas

dari apa atau siapa.

Lalu apa-apa yang tak terbentukan dalam kata

sekalipun pada yang tak mampu diisyaratkan oleh kepala.

Tak peroleh restu untuk mengungkapkan

dalam pengembaraan semesta.

Semakin pun semakin,

dan merunduk

dalam ombak-ombak ingin yang melambai.

Malang, Mei 2016

Barangkali anda juga suka