Puisi-Puisi Rudi Santoso

0

Yang Berdarah Biru

Telah menyatu di tubuh pemuda

Kekuatan yang tidak akan membuatnya putus asa

Rakyat mengemis dan meminta

pertolongan

Dari darah birunya yang perkasa

 

Rakyat tertindas

Rumahnya di gusur berwajah melas

Tidur berpindah-pindah tempat, koran dan kardus sebagai alas

Di tangan pemuda rakyat berharap kemiskinan dan kesenjangan di tebas

 

Rakyat berseru

Dimana keadilan bagi kami

Lahan pekerjaan hanya bagi yang mempunyai ijazah

Serjana juga banyak yang pengangguran

 

Indonesia tidak membutuhkan orang yang kaya raya

Yang bisanya cuma makan di restoran, di foto lalu di apload di dunia maya

Tidak menjaga perasaan nasib saudara-saudaranya yang kelaparan

Mengamen di jalan

Dilupakan tuan-puan

Para pengemudi acuh untuk sekedar memberi recehan

 

Indonesia tidak membutuhkan orang-orang yang pintar

lihai menjatuhkan kawan, rakyat, saudara dengan seribu akal dan nalar “korupsi

 

Kemerdekaan telah di suarakan dengan lantang di 17 Agustus 1945

Kemerdekaan hasil pertaruhan darah

Anak istri di tinggal

Tak kenal cadasnya busur panah dan belati yang akan menghujam tubuh dan melumpuhkan

Darah mengalir deras bagaikan banjir yang membawa pepohonan dan ratusan rumah bahkan sampai ribuan

Darah tidak pernah surut, bagaikan laut

Pejuang itu bersembunyi di tempat-tempat yang bau

Menjauh dari busur panah bahkan senapan yang siap menebas nyawa

Pemuda harus bermimpi untuk menjaga negeri

Pemuda harus mempunyai nyali, mengepalkan tangan untuk rakyat dan indonesia

 

O, pemuda

Di tubuhmu semua kekuatan berada

Kekuatan untuk memasuki jurang yang penuh duri

Kemudian kau bisa naik kembali dengan darah birumu yang mampu ber-imajinasi tinggi

 

Sudah tak asing lagi dengan kalimat pemuda adalah harapan bangsa dan agen perubahan

Di pundakmu rakyat menitip nasib

Meminta pertolongan untuk nasib buruk menjadi baik

 

O, pemuda

Kita harus bangkit untuk mengubah nasib ribuan orang

Yang malang

Yang kelaparan

Yang tak punya tempat tinggal

Karena meraka adalah wajah indonesia

Mereka terluka kita pun ikut terluka

Kita harus mengobati mereka semua yang terluka

Yahh. darah biru kita adalah obatnya

Dan kita harus bersemangat dengan darah juang yang terus menyala

Berada di garda terdepan, menjadi pemimpin untuk mengawal perubahan

 

Yogyakarta, Ruang Tamu Kosan 2016

 

Barangkali anda juga suka