Puisi-Puisi Yoga Permana Wijaya

0

Angka yang Kau Sembunyikan

 

Aku menyulam angka-angka

Sebagai algoritma dan logika

Dimana cinta dengan liar menjabarkan rumus-rumus kehidupan,

dan menyuguhkannya sebagai sepeluk kopi hangat yang harum.

Seperti kopi yang aku minum,

Ia terlahir sebagai teman setia.

Yang mengecupi mataku hingga pagi

yang membuat kantuk jahat itu pergi.

 

Pikiranku pun bebas

menerawang jauh,

mengendarai kafein yang menjalari tubuh.

 

Sedang jiwaku,

berkutat dengan segala perhitungan rumit.

Perhitungan, tatkala aku menjatuhkan angka-angka pada kalenderku.

Angka sebagai sejarah paling memori

Angka yang belumlah aku temukan.

Dan kukira, kau sembunyikan.

Entah sampai kapan,

kan kau ungkap.

 

Aku hanya berharap.

 

Sukabumi, 2016

Barangkali anda juga suka