Puisi-Puisi Yoga Permana Wijaya

0

Daun Pintu

 

dari sela pintu

ada sesungging senyum mengetuk

dan aku menunggu,

tak berbentuk

sampai pintu itu terbuka seluruh

menyambut hangat asmara membunuh

yang singgah dari balik jendela

pada dadaku menganga

 

pucuk daun muda

begitu ceria

melambai malu-malu

kepadaku yang menua

ditelan kerinduan

dan waktu

telah terlalu

lama memisahkan usia

 

entah, akankah ada penyatuan?

meski ada paut tatapan

aku sangsi dengan takdir

juga dengan segala getir

tapi kuyakin,

kau kan tumbuh bahagia

bersinar lewat celah daun pintu

menunggu seseorang membukanya

selebar senyuman bahagia itu

yang malu-malu

 

dan aku,

bahagia menunggu

meski selamanya,

hanya menatap

lewat celah pintu

 

Sukabumi, 2016

Barangkali anda juga suka