Puisi-Puisi Novy Eko Permono

0

Mengenal Pagi

Sejak itu aku mengenalmu, sebagai pagi: daun-daun gugur pada mulut ikan tepian kolam. Kumpulan embun nan riuh berharap tumbuh menjadi mata air, saat malam.

Sulur sinarmu lembut, pelipur lara hati yang merajuk

Cahyamu hangat, tak ingin segera beranjak

Lalu kau bercerita, tentang nama, tentang awan, tentang hujan yang selalu datang

Semua itu mengusikku, mengaburkan rasa yang pernah jatuh pada rengkuhmu

Kepada pagi: bukankah kau berjanji pada mentari untuk menantinya disini.

Kini gigil dan sepi menjalar lambat di tepi kolam

Aku berpeluk pada tubuhku

Sejak itu, sebagai pagi: pergilah,

sudah ku bilang, aku tak mau bicara lagi.

Wonogiri, 16/01/2017

Barangkali anda juga suka