Frequently Asked Question

Apa itu Sediksi?

Sediksi adalah portal alternatif yang menyajikan opini beragam tema. Selain opini, Sediksi juga mewadahi karya sastra berupa cerpen dan puisi.

Apakah Sediksi menerima tulisan opini atau sastra dari pembaca?

Ya. Siapa pun yang memiliki daya dan upaya menulis diperbolehkan mengirim opini atau sastra ke Sediksi. Kontributor tidak dibatasi dari asal daerah, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, hobi, jenis kelamin, suku, agama, ras, apalagi status hubungan. Artinya semua halal mengirim gagasannya ke Sediksi.

Tulisan seperti apa yang bisa dimuat di Sediksi?

Kami menerima tulisan dalam bentuk atau mengandung opini. Selain itu, kami juga menerima tulisan berbentuk cerpen dan puisi yang diatur menggunakan ketentuan berbeda. Khusus untuk yang mengirimkan cerita dewasa, akan menjadi konsumsi pribadi pihak redaksi.

Topik yang diangkat Sediksi tidak harus aktual. Penulis bisa mengangkat tema-tema yang tidak terikat oleh waktu. Penulis bisa mengangkat topik seputar peristiwa yang baru saja terjadi dengan catatan, sudut pandang yang diambil berbeda dari sudut pandang media mainstream.

Saya ingin mengirim naskah opini di Sediksi, tema apa yang bisa saya ulas?

Beberapa  usulan tema opini, antara lain:

  1. Kritik atas kehidupan urban/perkotaan, bisa dispesifikkan pada tema politik pemerintahan atau sosial humaniora, ;
  2. Refleksi terhadap hobi yang berupa tempat wisata, tempat nongkrong, game, olahraga atau kuliner;
  3. Kritik dan apresiasi terhadap buku, film atau suatu event, musik, karya seni;
  4. Opini tentang teknologi, startup, ekonomi bisnis

Saya ingin menulis sastra, tema apa yang sebaiknya saya angkat?

Tema utama untuk sastra di Sediksi adalah seputar politik, sosial dan budaya. Karya sastra dengan tema asmara/cinta diperbolehkan asal dileburkan dengan tema utama. Hal ini untuk menghindari kondisi baper yang telah menjangkit pada tubuh generasi milenial sebagai segmen utama Sediksi.

Bagaimana cara menulis & mengirim naskah opini ke Sediksi?

Syarat dan ketentuan tulisan opini sebagai berikut:

  1. Panjang naskah berkisar 700 – 1000 kata.
  2. Tulisan berbentuk opini dikemas dengan bahasa santai atau bahasa sehari-hari sehingga mudah dimengerti pembaca. Jangan samakan penulisan opini di Sediksi dengan penulisan karya skripsi yang kaku dan formal.
  3. Penulis opini bisa menyitir teori, konsep atau gagasan dari beragam sumber, dengan catatan, sertakan sumbernya. Hal ini semata untuk menjaga harga diri dan kredibilitas Anda sendiri.
  4. File tulisan bisa dikirim dalam bentuk .doc, .docx, atau .rtf.
  5. Pengiriman naskah opini beserta data diri dikirim melalui surel  redaksi@sediksi.com

Bagaimana dengan penulisan & pengiriman sastra ke Sediksi?

Syarat dan ketentuan tulisan sastra sebagai berikut:

  1. Penulisan cerpen maksimal 8 halaman A4 dengan format penulisan bebas (normal)
  2. Penulisan puisi, harap mengirim 5-10 puisi per pengiriman
  3. File tulisan bisa dikirim dalam bentuk .doc, .docx, atau .rtf.
  4. Pengiriman naskah opini beserta data diri dikirim melalui surel sastra@sediksi.com

Saya baru pertama kali menulis di Sediksi, lalu bagaimana?

Penulis yang baru pertama kali mengirimkan artikelnya, bisa mengikuti syarat-syarat tersebut sebelumnya. Penulis pertama, diharap melampirkan:

  1. Profil singkat kisaran 100 kata;
  2. Foto diri (minimal 300×300 pixel);
  3. Sertakan akun Blog dan media sosial, diutamakan Facebook & Instagram;
  4. Foto dan profil ini untuk melengkapi profil penulis pada akhir setiap tulisan;
  5. Abaikan tahapan ini bila Anda merasa pernah mengirim naskah ke Sediksi.

Saya sudah mengirim tulisan ke email redaksi, lalu bagaimana?

Setiap email masuk ke redaksi sebisa mungkin akan direspon oleh pihak redaksi. Pihak redaksi akan mendiskusikan naskah yang masuk. Redaksi juga berhak menyunting naskah dari penulis. Bila setelah dua minggu tulisan tidak muat, otomatis tulisan yang Anda kirim gugur/tidak terbit.

Bagaimana bila artikel saya dimuat?

Bila artikel Anda dimuat, kami akan segera memberi konfirmasi pada Anda sebagai penulis melalui email. Kami juga akan kirimkan link menuju tulisan anda.

Tulisan yang telah dimuat di Sediksi boleh dipublikasikan di media lain, satu pekan setelah tulisan diterbitkan di Sediksi. Syaratnya dengan memberikan keterangan bahwa tulisan yang bersangkutan pernah diterbitkan di Sediksi.

Hal ini semata sebagai upaya menghindari plagiasi dan bentuk usaha mengapresiasi karya Anda.

Mengapa naskah saya tidak kunjung dimuat di Sediksi?

Kami membutuhkan waktu dua pekan untuk meloloskan naskah Anda. Bila lebih dari itu, kami akan menghubungi Anda sebagai bentuk konfirmasi. Naskah yang tidak lolos di meja redaksi kami dikarenakan beberapa hal, antara lain:

  1. Naskah pernah dipublikasikan media cetak, online, media sosial atau blog pribadi;
  2. Naskah hasil salin tempel/copy paste dari sumber lain
  3. Naskah tidak memenuhi tema mau pun syarat penulisan opini & sastra di Sediksi
  4. Naskah ditulis dengan bahasa kaku, formal, akademis, sehingga membuatnya terlalu serius. Ingat, ini portal opini santai
  5. Naskah bermuatan kebencian membabi-buta dan mengandung SARA
  6. Naskah adalah teks dakwah atau pidato keagamaan
  7. Naskah adalah curhatan pribadi soal mantan, mertua, atau selingkuhan yang tidak ada sangkut-pautnya dengan kehidupan sosial.

Lalu, apakah saya akan mendapat honorarium bila artikel saya dimuat?

Sementara ini Sediksi masih belum bisa memberikan honorarium berupa fresh money kepada para penulis kontributor. Sebagai gantinya,bila anda berkunjung ke Kota Malang dan memiliki waktu luang, mari mampir ke tempat kami, Omah Diksi di Jl Terusan Siguragura Blok F No. 65A, Karangbesuki, Kota Malang, untuk sekadar ngopi dan bercengkerama dengan kru Sediksi. Tentunya, silahkan pilih menu minuman yang anda senangi, kami akan berikan secara cuma-cuma.

Apa yang harus saya lakukan bila tidak suka/tidak sepakat dengan tulisan opini yang dimuat di Sediksi?

Ketentuan ini bisa dibaca di disclaimer. Anda diperbolehkan mengirim opini tandingan sebagai tanggapan atas ketidaksetujuan Anda. Kami berusaha mewadahi gagasan pro & kontra seluas-luasnya.