Sediksi.com adalah portal alternatif berbasis pemikiran serius tapi santai. Sebuah media online berisi common sense, subjektifitas, dan kelakar  yang tidak alpa bersastra ria sebagai penawar kejenuhan.  Visi utama Sediksi adalah “menolak keseragaman pikir kaum urban” yang hanya terwujud dengan satu misi, “menulis bersama untuk membangun opini”.

Konten-konten Sediksi diisi oleh para kru dan kontributor yang memiliki kemauan tulis untuk berpartisipasi baik menulis opini dan sastra, serta menggambar komik.  Berawal dari blog kolektif mahasiswa, kini Sediksi berupaya memberi ruang seluas-luasnya pada siapa pun yang ingin turut serta berkontribusi mengirim kontennya. Beberapa ketentuan untuk menulis di Sediksi bisa disimak pada Frequently Asked Question . Seluruh artikel yang masuk dalam surel Sediksi akan melewati proses kurasi sebelum diterbitkan.

Dibentuk pada 27 Desember 2015, Sediksi berbasis di Kota Malang, Jawa Timur. Satu atap dengan Omah Diksi – Panggon Ngopi Santai yang beralamat di Jalan Sigura-gura Blok F. 65 A Kota Malang. Warung yang juga menyediakan perpustakaan mini ini sekaligus jadi basement para kru Sediksi.

Kini para kru, kontributor, dan pembaca Sediksi tidak hanya bertukar pikiran secara online, namun bisa bercengkrama secara offline di tempat kami, Omah Diksi

KRU SEDIKSI

Kru sediksi merupakan Warga Negara Indonesia, berada masa Quarter Life Crisis, serta tengah meratapi nasib lantaran menjadi korban peliknya kehidupan urban. Selain menjadi relawan di Sediksi, dengan penuh kesadaran, kami juga sedang menjalani kehidupan nyata untuk terus melaksanakan tugas utama kami sebagai generasi penerus bangsa: PANJAT SOSIAL!

Elyvia Inayah

Elyvia Inayah

Ibu Bos yang juga jadi tukang gonta-ganti kata di opini dan sukanya marah-marah tanpa alasan pasti.

Mikail Gibran

Mikail Gibran

Bantuin ibu bos buat ngotak-ngatik kata pada tulisan opini.

Achmad Fathoni

Achmad Fathoni

Maunya cuma pilah-pilih tulisan di rubrik Sastra.

M. Choirul Anwar

M. Choirul Anwar

Juga ikutan pilah-pilih tulisan sastra yang masuk ke Sediksi.

Ahmad Yani Ali R.

Ahmad Yani Ali

Pokoknya, kalau ada urusan gambar, desain, grafis, dia yang handel.

Ary Yanuar H.

Ary Yanuar

Bahasa kerennya, public relation. Bahasa hematnya, tukang basa-basi.

Fadrin Fadlan Bya

Fadrin Fadlan Bya

Karena gadgetholic, jadinya disuruh ibu bos jadi social media marketing di Sediksi.

M. Erza Wansyah

Muhamad Erza Wansyah

Duduk manis di balik layar laptop tuanya sambil bongkar-bongkar website Sediksi.