7 Hewan Setengah Manusia Hasil Eksperimen Laboratorium

credit: kickstarter.com

Umumnya, eksperimen untuk menciptakan makhluk hibrida dilakukan terhadap dua jenis hewan dalam satu famili. Kuda dengan zebra, harimau dengan singa, atau paus dengan lumba-lumba. Namun, tidak untuk kali ini. Para ilmuwan justru melakukan percobaan untuk menciptakan makhluk hibrida hewan setengah manusia.

Ini benar-benar nyata. Akan tetapi, jangan bayangkan makhluk-makhluk itu jadi tampak seperti centaurus atau putri duyung. Kebanyakan mereka tetap tampak seperti hewan pada umumnya. Sebab, eksperimen tersebut hanya mencoba untuk menggabungkan DNA atau organ dalam manusia dengan hewan.

Tujuannya beragam. Ada yang bermaksud menjadikannya ‘suku cadang’ bila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh manusia. Ada pula yang memang bermaksud menciptakan spesies hewan dengan beberapa kemampuan manusia. Dari beragam tujuan tersebut, para ilmuwan itu sendiri meyakinkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah demi kepentingan umat manusia dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Berdasarkan hasil penelusuran tim hirukpikuk Sediksi, setidaknya ada 7 hewan yang pernah “menyatu” dengan sel manusia dan menjadi makhluk hibrida. Berikut daftarnya.

Baca Dulu: Paling Enak Jadi Asu

1. Kelinci

Istilah kelinci percobaan biasanya melekat pada apa saja yang dijadikan sebuah percobaan. Namun, dalam kasus ini, kelinci percobaan yang digunakan adalah kelinci sungguhan. Pada tahun 2003 di Shanghai, Tiongkok, Sejumlah ilmuwan berusaha memasukkan sel-sel manusia ke dalam sel kelinci. Hasilnya, mengejutkan. Percobaan itu berhasil dan menciptakan makhluk hibrida kelinci-manusia.

Padahal, jauh sebelumnya, di Amerika, eksperimen serupa juga pernah dilakukan. Namun, tidak satupun dari eksperimen itu membuahkan hasil.

Hanya saja nampaknya dunia tidak akan pernah melihat hasil dari eksperimen tersebut. Sebab, para ilmuwan tersebut tak membiarkannya hidup lama. Makhluk hibrida kelinci-manusia itu ‘dihancurkan’ untuk kemudian diambil sel induknya.

2. Kambing

Kali ini, hewan yang menjadi objek eksperimen penciptaan makhluk hibrida adalah kambing. Sejumlah ilmuwan asal Rusia melakukan rekayasa genetik kepada sekelompok kambing.  Tujuan utamanya adalah membuat kambing tersebut mampu memproduksi susu serupa ASI.

Para ilmuwan pun tak bisa mencapai hasil maksimal. Kambing mutan itu tidak sepenuhnya berhasil memproduksi susu yang 100% mirip ASI. Namun, diakui bahwa susu kambing yang dihasilkan setidaknya mengandung 60% lisozim dan laktoferin yang merupakan kandungan dan karakteristik ASI.

3. Sapi

Tidak mau kalah dari Rusia, Tiongkok pun melakukan modifikasi genetik serupa beberapa waktu berikutnya. Kali ini, hewan sasarannya adalah sapi. Susu sapi yang ingin dihasilkan adalah susu sapi yang memiliki karakteristik seperti ASI. Bahkan, pada 2014 silam mereka sudah berencana memasarkan ASI tersebut. Akan tetapi, karena keraguan pasar pada produk ASI dari sapi, akhirnya mereka menarik kembali rencana itu, sambil berusaha membuat dunia yakin bahwa ‘ASI botol’ yang mereka pasarkan aman untuk dikonsumsi bayi.

Baca Juga: Lahirnya Homo Hoax-ensis

4. Simpanse

Mendengar makhluk hibrida simpanse dan manusia, para penikmat film action tentunya akan terniang dengan atmosfer menegangkan dalam trilogi Planet of The Apes -Rise (2011), Dawn (2014) dan War (2017)– yang merupakan reboot dari film sebelumnya (2001).

Film tersebut menunjukkan bagaimana Caesar, simpanse hasil eksperimen laboratorium yang memiliki kecerdasan layaknya manusia, membangun sebuah peradaban primata dan berperang melawan umat manusia yang kerap memburu mereka.

Cerita dalam film tersebut barangkali bisa menjadi nyata, atau bahkan tidak pernah/sempat dibuat, apabila eksperimen yang dilakukan di Tiongkok pada 1967 silam masih berlanjut. Sejumlah ilmuwan Tiongkok mengaku pernah berhasil menghamili seekor simpanse betina menggunakan sperma manusia. Akan tetapi, eksperimen itu menimbulkan kontroversi hingga pada akhirnya dihentikan.

Kontroversi timbul lantaran para ilmuwan itu bermaksud menciptakan spesies simpanse yang memiliki kecerdasan mendekati manusia, agar dapat diperbudak. Meski pada tahun 1981 sejumlah ilmuwan kembali merencanakan kembali eksperimennya, hingga saat ini tidak terdengar kabar mengenai kelanjutan eksperimen penciptaan makhluk hibrida simpanse-manusia tersebut.

5. Monyet

Apabila hibrida simpanse-manusia belum sempat membuahkan hasil, hibrida monyet-manusia ini diperbolehkan hingga selesai. Eksperimen menciptakan hibrida monyet-manusia ini dilakukan pada tahun 2007 oleh sejumlah ilmuwan dari Yale University dengan memasukkan sel otak manusia ke dalam monyet.

Keberhasilan menciptakan monyet mutan itu dilanjutkan dengan uji coba pengobatan parkinson. Para ilmuwan mencapai hasil positif. Para monyet hasil eksperimen yang awalnya terjangkit penyakit, bisa berjalan, makan dan bergerak lebih baik dari sebelumnya. Meski begitu, akhirnya hasil eksperimen tersebut berbuntut pada pertanyaan dari pelbagai pihak: sejauh mana sel otak manusia pada monyet itu berkembang dan berpotensi mengubah cara kerja otak monyet?

6. Babi

Salah satu klinik di Negara Bagian Amerika, Minnesota, berhasil menciptakan makhluk babi-manusia pertama di dunia. Keberhasilan itu didapat setelah The Mayo Clinic, nama klinik bersangkutan, menyuntikkan sel induk manusia ke janin babi. Mereka bertujuan untuk melihat interaksi antara sel manusia dengan sel babi, apabila disatukankan.

Hasilnya, para ilmuwan menemukan sel murni yang merupakan gabungan dari sel babi-manusia. Memang ada beberapa sel yang saling terpisah. Tetapi, sebagian sel lainnya bergabung dan dan menghasilkan DNA dan jenis darah baru yang sebelumnya tak pernah dilihat oleh para ilmuwan.

Lain cerita dengan seorang ilmuwan Amerika asal Jepang yang rela meninggalkan negara asalnya demi merealisasikan ambisinya. Ia menciptapkan embrio babi berdasarkan persilangan DNA manusia dengan babi. Embrio babi mutan itu menunjukkan tanda-tanda keberadaan jantung dan paru-paru yang mirip dengan manusia. Meskipun penelitian ini masih dalam proses pengujian lebih lanjut, hal tersebut dianggap sebagai capaian baru dalam dunia medis.

Tujuan penelitian ini tentunya adalah menciptakan spesies babi baru yang bisa menjadi ‘suku cadang’ bagi manusia yang sedang membutuhkan organ tubuh tertentu. Apabila berhasil, maka di masa depan, apabila terdapat orang yang membutuhkan jantung atau paru-paru pengganti, mereka bisa memanennya dari hewan-hewan hasil eksperimen tersebut, dan mencangkoknya ke tubuh manusia.

7. Tikus

Tikus adalah hewan yang paling sering dijadikan bahan eksperimen, khususnya dalam dunia medis. Begitu pula pada eksperimen hibrida hewan-manusia.

Alasan kenapa tikus jadi sering menjadi bahan eksperimen sendiri, secara karakteristik, genetik, dan perilaku tikus mirip dengan manusia. Hal ini membuat banyak gejala-gejala pada manusia dapat direplikasi pada tikus. Selain itu, harga yang relatif murah dan usia yang terbilang singkat, merupakan alasan para ilmuwan ‘gemar’ memberikan perlakuan pada tikus.

Setidaknya, ada empat makhluk hibrida tikus-manusia yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan dari berbagai penjuru dunia. Pertama, adalah tikus dengan hati manusia. Diciptakan dengan tujuan untuk mencoba pengobatan pada hati manusia pada tikus mutan yang sudah diinfeksi oleh berbagai bentuk penyakit hati.

Kedua, adalah rekayasa biologis dengan mencangkok stingfer (serabut otot) anal manusia pada tikus. Eksperimen itu berhasil dan saat ini masih terus dikembangkan. Tujuan penciptaan tikus mutan ini sendiri tak jauh beda dengan percobaan pertama, yakni melakukan pengujian awal sebelum treatment asli kepada manusia. Selain itu, diharapkan stingfer anal pada tikus nantinya juga dapat menjadi ‘suku cadang’ biologis bagi manusia.

Tikus mutan ketiga yang pernah diciptakan manusia adalah tikus dengan sel otak manusia. Para ilmuwan mencoba melakukan rekayasa biologis dengan membuat otak tikus hampir sepenuhnya diisi oleh sel otak manusia. Walhasil, tikus tersebut memiliki 12 juta sel manusia pada tikus mutan tersebut. Dan, percobaan berikutnya menunjukkan bahwa tikus dengan sel otak manusia, memiliki memori empat kali lebih kuat daripada tikus pada umumnya.

Terakhir, adalah eksperimen terhadap tikus yang secara fisik paling ekstrim. Sebab, hasil rekayasa hibrida pada tikus ini tampak sangat jelas. Kamu akan menemukan sebuah tikus dengan punggung bercorak telinga manusia.  Sejumlah ilmuwan dari Harvard yang melakukannya. Sebuah replika telinga yang terbuat dari plastik biodegradable dicangkok ke dalam punggung tikus. Lagi-lagi, tujuan para ilmuwan tersebut adalah menyediakan ‘suku cadang’ bagi manusia bila kelak dibutuhkan.

***

Nah, itulah 7 hewan mutan yang memiliki sel-sel manusia di dalam tubuhnya atau juga dapat kita sebut sebagai makhluk hibrida hewan-manusia. Pada dasarnya, eksperimen-eksperimen menciptakan hewan mutan juga masih mengundang tanda tanya dan kontroversi dari banyak pihak. Hal ini berkaitan dengan batas etika penelitian, terutama yang melibatkan hewan.

Akan tetapi, banyak juga para ilmuwan yang bersikukuh melaksanakannya, baik karena ambisi, maupun demi kelangsungan hidup umat manusia. Menurut kamu sendiri, bagaimana dengan eksperimen penciptaan makhluk hibrida manusia sebagaimana dijelaskan di atas? Apakah boleh dilakukan, atau sesungguhnya sudah melanggar batas-batas etis?

Apabila kamu memiliki pendapat, kamu bisa berkomentar pada kolom di bawah ini. Atau, jika kamu berniat untuk menulis opini terkait isu di atas, silahkan kunjungi halaman kirim tulisan, serta halaman F.A.Q untuk penjelasan lebih detil.

Redaksi Sediksi

Redaksi Sediksi

Hirukpikuk merupakan rubrik Sediksi yang banyak mengulas tentang informasi yang berseliweran dengan cepat dan menghabiskan banyak kuota.

Lihat Semua Artikel Hirukpikuk