Bagaimana Kelanjutan Kabar tentang Bahaya Susu Kental Manis?

credit: fineartamerica.com

Apa saja bahaya susu kental manis? Apakah susu kental manis memang tidak memiliki kandungan susu? Apa benar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan larangan mengonsumsi susu kental manis? Jadi, berapa lama masyarakat dibohongi oleh para produsen susu kental manis?


Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kita mengetahui tentang asal-muasal kabar mengenai bahaya susu kental manis ini menjadi topik yang hangat diperbincangkan di masyarakat. Sebab, pada era dimana distribusi informasi mengalir dengan deras, miskomunikasi bisa saja terjadi. Apabila itu terjadi, tentunya distribusi informasi yang diciptakan dari proses penyampaian pesan yang buruk mengenai susu kental manis, justru akan menjadi nirfaedah.

Untuk itulah, tim Redaksi Sediksi mencoba menelusuri berbagai informasi mengenai susu kental manis yang sekiranya dapat memberikan gambaran bagi para pembaca sebelum mengambil sikap terhadap situasi dan kondisi yang berdasarkan informasi di kebanyakan media sedang terjadi di masyarakat, terutama untuk isu mengenai susu kental manis. Adapun kemasan baru susu kental manis (sekarang menjadi kental manis) tanpa kata “susu” sendiri keberadaannya memang benar-benar ada. Barangkali kamu juga telah mengetahuinya. Buat kamu yang belum mengetahuinya, bisa mendatangi toko, minimarket atau supermarket terdekat untuk sekadar mengeceknya.

Ini terjadi karena BPOM memang telah mengeluarkan peraturan mengenai hal tersebut sejak Mei 2018. Surat edaran tersebut bisa Anda lihat disini. Poin-poin penting dalam surat edaran tersebut dapat dilihat di bawah ini.

Baca Juga: Nasib Oleh-Oleh Lokal Brownies Tempe paska Serbuan Oleh-Oleh Selebriti

Poin utama dalam Surat Edaran BPOM

  1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun.
  2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan.
  3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.
  4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Pada hasil kolom pencarian tersebut juga, berita terkait surat edaran BPOM dan susu kental manis berhenti pada halaman tiga. Untuk halaman-halaman selanjutnya, google menampilkan postingan-postingan di luar topik bersangkutan.

Jenis berita pada link yang ditampilkan di halaman mesin pencari google sendiri, kebanyakan juga mengulas secara umum mengenai surat edaran BPOM. Meskipun, beberapa media turut menggunakan kalimat bermakna “Susu Kental Manis tidak Mengandung Susu” sebagai judul untuk pemberitaan mereka.

Baca Juga: Lahirnya Homo-Hoax-Ensis di Indonesia

Alur Berita Paska Viralnya Surat Edaran BPOM

Missing link justru terdapat pada berita-berita di tanggal berikutnya. Hasil mesin pencarian pada 3 Juli 2018 dengan menggunakan kata kunci yang sama, menampilkan beberapa pemberitaan dengan judul yang agak berbeda dengan berita-berita pada tanggal sebelumnya. Berita-berita tersebut menggunakan judul yang lebih frontal dengan menyisipkan kata “resmi”.

Pada tanggal 3 Juli 2018 itu juga, sudut pandang mengenai isu susu kental manis dan BPOM bermunculan. Bersamaan dengan semakin banyaknya situs website yang memberitakan isu bersangkutan. Sudut pandang seperti bahaya susu kental manis, minimnya kandungan nutrisi, respon dari Kementerian Kesehatan, hingga respon masyarakat yang merasa telah ditipu, adalah judul yang kerap digunakan oleh situs-situs website tertentu.

Tanggal berikutnya, 4 Juli 2018, berita yang terkesan menyudutkan susu kental manis juga masih berlanjut. Bahkan, beberapa media juga mulai melibatkan anggota DPR RI dalam pemberitaannya. Keterlibatan Kementerian Kesehatan pada isu tersebut pun semakin tampak.

Barulah pada 5 Juli 2018, penyeimbang berita-berita yang tayang sebelumnya mulai bermunculan. Beberapa media memilih sudut pandang yang sedikit membela pihak produsen susu kental manis. Misalnya, imbauan dari beberapa pihak kepada BPOM dalam menyikapi kontroversi susu kental manis, hingga manfaat-manfaat yang masih bisa didapat oleh masyarakat dari susu kental manis.

Sejak tanggal 7 Juli 2018, topik mulai melebar ke beberapa produk gula, dimana jus dan beberapa makanan dengan gula berkadar tinggi mulai menjadi pembahasan. Bisa jadi, itu karena sebelumnya YLKI dan beberapa pihak lainnya mengimbau agar BPOM tidak bersikap diskriminatif. Sayangnya, keberlanjutan topik yang melebar itu tidak berlanjut.

Baca Juga: Menciptakan Kemewahan Kripik Singkong di Bioskop

Akhir Babak Susu Kental Manis?

Kemarin, Senin, 9 Juli 2018, akankah menjadi akhir babak dari hebohnya isu mengenai bahaya susu kental manis? Kami menduga, bisa jadi demikian. Sebab, dengan dilontarkannya pernyataan terkait kandungan susu dalam susu kental manis, serta penegasan bahwa susu kental manis masuk ke dalam kategori susu, berarti lembaran pada buku sudah habis. Kecuali, apabila terdapat realisasi pada berita-berita sebelumnya yang menyoroti kemungkinan adanya dugaan penipuan pada iklan susu kental manis sebelum surat edaran BPOM dirilis.

Rekomendasi Berita

Setidaknya, sampai pada tulisan ini diterbitkan, kami merekomendasikan beberapa situs berita yang bisa dijadikan rujukan  bagi para pembaca, untuk menyikapi isu susu kental manis yang satu minggu belakangan ini menjadi topik hangat untuk diperbincangkan:

1. Awal mula kabar susu kental manis mencuat di masyarakat (Hasil Pencarian menggunakan filter 2 Juli 2018)

2. Berita yang memuat pesan bahwa BPOM menyatakan susu kental manis tak mengandung susu

3. Berita dengan judul provokatif dan menyudutkan pihak SKM

4. Informasi alternatif

5. Topik terakhir

Bagaimana Pemberitaan Tentang Bahaya Susu Kental Manis Sebelum ‘Hangat’ di Bulan Juli?

Kabarnya, sebelum isu mengenai susu kental manis bulan juli ini beredar, pada Mei lalu, berita mengenai iklan Susu Kental Manis juga sempat beredar di masyarakat. Untuk itu, kami turut melakukan penelusuran situs berdasarkan kata kunci Susu Kental Manis menggunakan mesin pencarian google yang beredar para bulan Mei dan Juni 2018.

Rupanya, berdasarkan hasil penelusuran singkat tersebut, berita mengenai susu kental manis pada bulan Mei memang sempat mencuat. Namun, jangkauan pengaruhnya tidak begitu luas. Aktor pemerintahan yang terlibat pun Kemenkes, bukan BPOM. Pun, Kemenkes juga merupakan asal muasal isu mengenai susu kental manis mencuat pada saat itu.

BPOM sendiri, pada berita mengenai susu kental manis bulan Mei, baru muncul pada akhir Juni 2018. Ketika lembaga tersebut mengeluarkan surat edaran tentang label dan iklan untuk produk kental manis. Dan dikeluarkannya surat edaran tersebut, merupakan babak akhir dari episode kontroversial mengenai susu kental manis tersebut. Juni 2018, media online libur dalam memberitakan kabar mengenai susu kental manis.

Bagaimana Tahun-Tahun Sebelumnya?

Pada tahun 2017, berita bahaya mengenai susu kental manis juga pernah beredar. Hasil penelusuran google untuk konten yang terpublikasi selama rentang tahun 2017 menunjukkan, bahwa YLKI dan BPOM adalah dua pihak yang terlibat dalam isu tersebut. Akan tetapi, saat itu BPOM tidak mempermasalahkan keberadaan susu kental manis. Mengutip tribunnews.com, BPOM melalui Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan menyatakan bahwa susu kental manis aman dikonsumsi, tanpa menyinggung sedikitpun mengenai iklan dan label susu pada Susu Kental Manis.

Sementara mulai rentang tahun 2010 – 2016, kami juga menelusuri artikel mengenai permasalahan susu kental manis sebagaimana yang sedang hangat dibicarakan. Kami menelusuri empat kata kunci untuk masing-masing tahun, yakni “susu kental manis,” “susu kental manis BPOM,” “susu kental manis YLKI,” serta “susu kental manis Kemenkes.” Kata kunci tersebut kami pilih agar hasil pencarian dapat lebih spesifik.

Walhasil, hasil penelusuran halaman pertama kata kunci “susu kental manis” yang terpublikasi dalam rentang waktu satu tahun (2010, 2011, …., 2016) tidak menunjukkan keterlibatan BPOM, YLKI ataupun Kemenkes. Meski begitu, bacaan tentang bahaya susu kental manis sendiri, sudah banyak bermunculan. Hanya saja respon pemerintah saat itu juga belum reaktif.  Sehingga, tindak lanjut dari pemerintah dalam bentuk lebih tegas seperti saat ini, belum muncul?

Apa saja bahaya susu kental manis?

Apabila merujuk penjelasan-penjelasan di atas, boleh kami simpulkan bahwa susu kental manis aman untuk dikonsumi, dengan syarat bukan balita dan tidak berlebihan. Kental manis hanya sebatas tidak bisa diperlakukan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi, karena mengandung banyak gula dan jauh dari kadar nutrisi pada susu bubuk. Sebagaimana infografik yang diunduh dari kompas.com.

Lelucon Kotak
credit: kompas.com

 

Nah, begitulah kira-kira alur pemberitaan susu kental manis yang menjadi polemik di tengah masyarakat. Bukan mengenai larangan mengonsumsi susu kental manis, lebih kepada upaya untuk membuat masyarakat mengubah perilaku mereka yang mengonsumsi susu kental manis, layaknya susu murni.

Kalau kamu punya pendapat lain, silahkan berkomentar pada kolom di bawah ini. Atau, kalau kamu ingin berpendapat melalui Opini, silahkan kunjungi halaman Kirim Tulisan dan Frequently Asked & Question untuk informasi lebih lanjut.


UPDATE: Rujukan Berita Terkait SKM (10 Juli 2018)

  1. Usulan Traffic Light pada Kemasan Pangan
  2. Manfaat Gula pada SKM
  3. Tentang Rencana Pembuatan Aturan Baru
Redaksi Sediksi

Redaksi Sediksi

Hirukpikuk merupakan rubrik Sediksi yang banyak mengulas tentang informasi yang berseliweran dengan cepat dan menghabiskan banyak kuota.

Lihat Semua Artikel Hirukpikuk