Puisi-Puisi Sri Prabowo

Ilustrasi Puisi Sri Prabowo Suryo

Ilustrasi/Rizqi Ramadhani Ali

Pagi

 

Pagi terasa indah, bagi jiwa-jiwa

yang dilindungi cahaya nurani.

Suara burung bersahut sahutan

tanpa merasa tersaingi deru kendaraan

Meriuk redam dihati orang yang sedang dilanda kerinduan

 

Sang fajar tak nampak,

ia malu sembunyi dibalik mega mendung.

Mungkin itu menggambarkan

Jiwa-jiwa orang saat ini yang meratapi keberadaan pagi

 

“Pagi yang menyebalkan,”

gerutu semua orang

 

Semoga mereka juga tak membenci teriknya siang.

 

Malang, 9 juni 2018


Takut

 

Genjatan bilur di raga menaklukkan perenungannya

Matanya tak lagi merah

tetapi hatinya tetap goyah

dihantui rasa takut

 

Tapi, ia tak tau apa yang yang ia takutkan

Setan bukan. Apalagi manusia.

 

Jasmaninya kian hari kian susut

dan kerap bertingkah aneh

pun dengan kegemarannya sembunyi dari matari

Melihat bayangnya saja, meronta-ronta

 

Baru ia tenang setelah matanya dibutakan

 

Malang, 2018


Aku di Subuhmu

 

Aku adalah iringan suara adzan subuh,

Yang melantunkan nada-nada rindu.

 

Aku adalah deburan ombak

menerpa karang, menyisakan buih yang menyamudera.

 

Aku adalah angin laut membawa aroma asin

yang tak sadar terhirup olehmu.

 

Aku adalah para nelayan yang siap menaklukkan samudra,

lalu pulang membawa kabar baik untuk keluarga.

 

Aku adalah pasar ikan-yang mempertemukan pedagang dan pembeli

Tempat manusia dipertemukan

 

Aku ada diantara sepertiga malam dan pagimu

di titik terkecil perenunganmu

 

Aku adalah kamu

dan seharusnya memang seperti itu.

 

Tuban, 20 juni 2018


Mengakali

 

Kering kerontang

menapak tilas

di antara damar

karet dan pinus itu

 

Rusak sudah

tanpa ada tumbuhan perdu

kopi coklat dan vanili itu

 

Malang, 2018


Berkhayal

 

Menikmati ilusi

di antara hijaunya tetumbuhan

Halimun nampak dipelupuk mata

Tapi surya nampak malu-malu saja

untuk menasehati hujan

yang kian sombong

 

Malang, 2018

DIPUBLIKASI

Sri Prabowo Suryo

Hanya pejalan yang banyak bertanya, namun sedikit mendapat jawaban. Semoga tidak menjadi manusia biasa.