Dalam Frieren: Beyond Journey’s End, Macht of El Dorado dikenal bukan hanya sebagai salah satu Seven Sages of Destruction, tetapi juga sebagai pemilik kutukan paling menakutkan di dunia tersebut.
Diagoldze adalah kekuatan utama yang membuat Macht begitu ditakuti. Wajar belaka kalau Macht kemudian termasuk satu dari Seven Sage of Destruction.
Berkat Diagoldze pula Macht mengubah banyak kota jadi emas. Tapi jangan salah sangka. Ini bukan anugerah, karena ini adalah kutukan. Kota benteng Weise adalah saksinya.
Kutukan ini menghadirkan keabadian dalam bentuk yang paling mengerikan: diam, utuh, dan tak bisa kembali.
Mari kita ulas Diagoldze milik Macht di serial Frieren.
Penjelasan Diagoldze

Diagoldze, atau Universal Golden Transmutation Magic, adalah kemampuan khas Macht yang memungkinkan dirinya mengubah apa pun di dunia material menjadi emas. Namun, menyebutnya sebagai sihir biasa tidak sepenuhnya tepat.
Dalam narasi Frieren, Diagoldze diperlakukan sebagai kutukan absolut yang bekerja di luar hukum sihir konvensional, menjadikannya ancaman yang bahkan melampaui konsep pertahanan atau penyembuhan.
Karakteristik Diagoldze
Karakter utama Diagoldze terletak pada sifatnya yang absolut dan tidak terdeteksi. Kutukan ini tidak memancarkan tanda sihir aktif, sehingga para penyihir tidak bisa merasakannya sebelum terlambat. Ia tidak dapat diblokir oleh barrier, tidak bisa dihindari dengan kecepatan tinggi atau teleportasi, dan mampu menembus perlindungan terkuat sekalipun.
Emas hasil Diagoldze juga bersifat unik: secara analisis sihir teridentifikasi sebagai emas, tetapi struktur materialnya sama sekali berbeda dari emas alami.
Efek Diagoldze
Efek Diagoldze bukan sekadar transmutasi fisik, melainkan penghentian total terhadap perubahan. Manusia yang terkena kutukan ini tidak mati, tetapi juga tidak hidup dalam arti sebenarnya. Bangunan, senjata, dan bahkan makhluk legendaris berubah menjadi emas yang tidak bisa rusak atau dibentuk ulang.
Keadaan ini menciptakan “keabadian statis”, sebuah nasib yang dalam cerita dianggap lebih buruk daripada kematian karena tidak menyisakan peluang apa pun untuk masa depan.
Kelebihan dan batasan Diagoldze
Kelebihan utama Diagoldze adalah kepastian hasilnya. Jika kutukan ini aktif, hampir tidak ada cara untuk menghentikannya. Macht bahkan dapat mengatur kecepatan transmutasi, dari instan hingga perlahan.
Walau demikian, Diagoldze juga memiliki batasan besar: Macht sendiri tidak bisa membatalkannya. Ini sempurna buat para iblis, tetapi fatal buat spesies lain. Obsesi para iblis untuk menyempurnakan kekuatannya jadi kunci.
Sebagai salah satu iblis terkuat di Frieren, ia tidak mampu memahami konsep manusia tentang “mengembalikan keadaan seperti semula”, sehingga kutukan yang ia ciptakan berada di luar kendalinya sendiri.
Bagaimana Macht menggunakan Diagoldze
Macht jarang menggunakan Diagoldze secara langsung dalam pertarungan karena kekuatannya terlalu menentukan. Baginya, kemenangan instan terasa membosankan. Ia lebih sering memanfaatkannya secara strategis atau simbolis, seperti saat mengubah seluruh kota Weise menjadi emas.
Macht juga dapat memanipulasi emas hasil Diagoldze menjadi senjata, misalnya membentuk pedang besar dari mantel miliknya sendiri, menunjukkan fleksibilitas penggunaan kutukan ini dalam berbagai situasi.
Diagoldze adalah kutukan, bukan sihir

Dalam semesta Frieren, perbedaan antara sihir dan kutukan bukan sekadar istilah, melainkan konsep filosofis.
Sihir pada dasarnya adalah alat: bisa dipelajari, dianalisis, ditangkis, atau dilawan dengan sihir lain.
Diagoldze tidak mengikuti logika tersebut. Ia tidak bereaksi seperti sihir aktif, tidak memiliki “gelombang” yang bisa dibaca, dan tidak tunduk pada aturan sebab-akibat yang biasa dipahami para penyihir.
Kutukan ini bekerja seperti penetapan takdir. Begitu Diagoldze mengenai targetnya, hasil akhirnya sudah ditentukan dan tidak bisa diubah dengan cara biasa, bahkan oleh sihir Dewi.
Inilah alasan mengapa Diagoldze disebut sebagai “kutukan sejati”. Ia bukan alat untuk menang, melainkan mekanisme yang memaksa dunia menerima satu keadaan tetap selamanya.
Dalam konteks cerita, hal ini menjadikan Diagoldze simbol keputusasaan absolut, sesuatu yang melampaui konflik fisik dan menyentuh inti eksistensi makhluk hidup.
Baca Juga: Apakah Himmel Menyukai Frieren?
Bagaimana Diagoldze dianulir oleh Frieren
Satu-satunya pengecualian terhadap absolutnya Diagoldze muncul melalui usaha panjang Frieren dan Denken. Mereka tidak melawan kutukan ini secara langsung, melainkan mempelajarinya dari akar terdalam.
Dengan menganalisis ingatan Macht, mereka memahami bagaimana Diagoldze “menetapkan” keadaan suatu objek sebagai emas yang tak berubah. Pendekatan ini bukan pembatalan paksa, melainkan rekonstruksi konsep sihir yang mendasarinya.
Melalui analisis tingkat tinggi dan sihir pembalikan khusus, Frieren berhasil menemukan celah: jika kutukan Diagoldze dianulir dengan metode yang tepat, emas hasil transmutasi tidak hancur, tetapi kembali ke wujud semula.
Proses ini sangat kompleks dan tidak bisa direplikasi dengan mudah, menegaskan bahwa Diagoldze tetap merupakan kutukan terkuat. Namun, keberhasilan ini juga menunjukkan tema utama Frieren: bahwa pemahaman, waktu, dan empati manusia dapat menembus bahkan takdir yang tampak mutlak.
Apalagi selama proses menganulir Diagoldze, tokoh-tokoh protagonis bertarung dari berbagai sisi.
Frieren bertugas untuk menganalisis Diagoldze, sementara Fern dan Stark menahan Solitar agar tidak mendekati pertarungan satu lawan satu antara Denken dengan Macht.
Fern dan Stark kalah oleh Solitar dan kutukan Diagoldze mengenai mereka. Frieren pun sempat terkena kutukan ini hingga akhirnya proses menganulir Diagoldze rampung.
Frieren akhirnya bertarung dengan Solitar sembari menuntaskan tugasnya untuk menganulir Diagoldze. Pertarungan mereka seimbang, tetapi Fern dan Stark sudah kembali normal. Fern menyerang Solitar dengan serangan jarak jauh yang tak bisa dihentikan Solitar.
Di lain sisi, Denken menggunakan sihir Mistilziela untuk melawan Macht dan berhasil menahan kutukan itu pada dirinya. Ketika Diagoldze berhasil dianulir, Denken akhirnya memberi serangan terakhir untuk menghabisi Macht.

