7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan

7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan

fakta film Dilan 1983

DAFTAR ISI

Sediksi.com – Kesuksesan ketiga film pendahulunya, tak menghentikan sang penulis, Pidi Baiq, untuk terus berkarya. Ia kembali meluncurkan film sekaligus novel terbarunya yang berjudul Dilan 1983: Wo Ai Ni. Bukan sekuel, film ini akan menjadi prekuel dari keseluruhan kisah kehidupan masa kecil Dilan ketika menempuh pendidikan sekolah dasar.

Film ini nantinya akan diproduksi oleh Falcon Pictures. Fajar Bustomi kembali diberi kepercayaan untuk menyutradarai film ini bersama dengan Pidi Baiq dan Alim Sudio sebagai penulisnya.

Di balik gemparnya pengumuman film ini, simak 7 fakta film Dilan 1983: Wo Ai Ni di bawah ini!

Fakta Film Dilan 1983

Penggarapan Film dan Novel yang Bersamaan

7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan - Snapinsta.app 422097498 892422936219087 9140847130739038442 n 1080 1024x1024 jpg
Instagram/ dilanku

Umumnya, penggarapan sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel akan dimulai ketika novel sudah terjun di pasaran. Namun, penggarapan novel “Dilan Wo Ai Ni 1983” akan dilakukan sejalan dengan proses pembuatan film. Sang penulis, Pidi Baiq, sendiri mengaku bahwa perilisan novel tersebut belum memiliki tanggal yang pasti.

Ia juga memamerkan poster dari novel tersebut melalui akun Instagramnya dan juga membeberkan bahwa kisah Dilan di tahun 1983 ini akan menunjukan alasan mengapa Dilan sempat berhenti sekolah pada tahun 1987.

Hadir Tanpa Bumbu romansa

7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan - Snapinsta.app 423414763 177145065491459 8810212712060841583 n 1080 1024x1024 jpg
Instagram/ dilanku

Salah satu fakta film Dilan 1983: Wo Ai Ni ini adalah film ini tidak lagi mengusung konsep romansa seperti film-film pendahulunya. Film ini akan lebih fokus pada bagaimana perjalanan hidup Dilan dan apa saja peristiwa yang pernah dialaminya. Namun, film ini tetap memiliki sedikit unsur cinta monyet yang hanya sebatas saling menyukai saja.

Pencarian pemeran Mei Lien yang Memakan Waktu Lama

7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan - Snapinsta.app 423134226 18334677808097921 3112564787339534726 n 1080 819x1024 jpg
Instagram/ maleaemma

Sebelum terpilihnya Malea Emma sebagai pemeran Mei Lien, Pidi Baiq mengaku bahwa ia cukup kesulitan untuk menemukan pemeran yang cocok untuk memainkan tokoh tersebut. Ia menuturkan bahwa proses tersebut memakan waktu sampai kurang lebih 1 tahun. 

Proses casting juga tidak berjalan semulus yang ia dan tim harapkan. Pasalnya, sang pemeran tengah berada di Amerika Serikat. Pidi Baiq sendiri mengaku bahwa ia sudah ‘cocok’ dengan Malea Emma sebagai Mei Lien dan tidak ingin mengubah keputusannya dengan menggunakan aktor lain.

M. Adhiyat sebagai pemeran Dilan kecil

7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan - Snapinsta.app 422390397 3234888866813701 1490236226329931924 n 1080 819x1024 jpg
Instagram/ dilanku

Pemeran utama Dilan untuk film ini membutuhkan aktor yang berbeda karena tokoh Dilan kecil terpaut 7 tahun lebih muda daripada tokoh Dilan yang sempat diperankan oleh Iqbal Ramadhan. Pemilihan jatuh pada aktor muda Muhammad Adhiyat yang mengaku sangat senang ketika mendapat kabar bahwa ia terpilih untuk memerankan tokoh utama pada film tersebut.

Pidi Baiq juga turut mengutarakan kepuasannya akan pemilihan Adhiyat. Ia berpendapat bahwa Adhiyat tidak hanya memiliki fisik yang sesuai namun juga perilaku yang baik

Ira Wibowo turun 10 kg demi peran tokoh yang lebih muda

7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan - Snapinsta.app 422901650 1046432183317196 8920373619245607867 n 1080 819x1024 jpg
Instagram/ dilanku

Ira Wibowo yang memerankan tokoh Bunda atau Bundahara ini mengaku bahwa sang aktris diminta oleh sang sutradara, Fajar Bustomi, untuk menurunkan berat badan sebanyak 10 kg untuk dapat memerankan tokoh ibu dari Dilan tersebut yang tentunya lebih muda daripada peran Bunda di film-film sebelumnya.

“Memang ini prekuel. Waktu [trilogi Dilan] itu saja umurnya berapa, sekarang mundur. Aku makin tua, tapi perannya makin muda,” ujar Ira Wibowo.

Adhiyat sempat merasa tertekan

7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan - Snapinsta.app 423004825 18334677844097921 8824420479404316489 n 1080 820x1024 jpg
Instagram/ maleaemma

Kesuksesan film-film Dilan sebelumnya juga menjadi salah satu tantangan bagi Adhiyat sebagai aktor muda. Ia mengaku bahwa tokoh Dilan sudah menjadi sangat ikonik dan tak ayal memberinya sedikit tekanan. 

“Pasti ada sedikit pressure (memerankan Dilan) tapi ada bantuan dari Om Fajar (sutradara) dan yang lain. Alhamdulillah jadi sedikit lebih tenang insya Allah filmnya bagus dan ditonton banyak orang,” kata Adhiyat.

Walau begitu, ia mengaku bahwa ia percaya diri bahwa ia mampu membawakan tokoh Dilan tersebut dikarenakan adanya bantuan dari sang sutradara, Fajar Bustomi, dan crew lainnya.

Ajang debut Ashel JKT48 dan Ferdinand, anak Sule, di layar kaca

7 Fakta Film Dilan 1983: Wo Ai Ni, Potret Masa Kecil Dilan - Snapinsta.app 423005187 18334677883097921 6309077661826867373 n 1080 821x1024 jpg
Instagram/ maleaemma

Film “Dilan 1983: Wo Ai Ni” juga hadir sebagai ajang debut dari sejumlah aktor, salah satunya adalah Adzana Shaliha atau yang juga dikenal sebagai Ashel JKT48. Pada film ini, member JKT48 tersebut akan berperan sebagai kakak dari Dilan, Kak Ida.

Ia mengaku, walau harus melalui proses yang panjang, ia sangat senang ketika mendapatkan tawaran untuk menjadi bagian dalam film ini.

Selain debut akting Ashel JKT48, Ferdinand, anak keempat komedian Sule, juga turut memeriahkan daftar pemain dari film “Dilan 1983: Wo Ai Ni” ini. Walau begitu, siapakah tokoh yang akan dimainkan oleh Ferdinand masih belum diungkapkan ke publik.

Nah, itu dia 7 fakta film Dilan 1983: Wo Ai Ni yang sudah kami rangkum, apa kalian tertarik menonton?

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel