Great Mage Flamme, Manusia Setengah Dewa Gurunya Frieren

Great Mage Flamme, Manusia Setengah Dewa Gurunya Frieren

siapa guru frieren flamme

DAFTAR ISI

Dalam Frieren: Beyond Journey’s End, perjalanan Frieren tidak hanya dipengaruhi oleh rekan-rekannya di masa lalu, tetapi juga oleh Flamme, seseorang yang jejaknya masih terasa kuat meski telah lama tiada. 

Ajaran, catatan, dan pemikiran orang ini menjadi dasar perkembangan sihir manusia sekaligus kompas bagi langkah Frieren di masa kini.

Melalui jurnal-jurnal lama, teknik bertarung yang diwariskan, dan tujuan besar yang ditinggalkan, pengaruh tersebut terus membentuk cara Frieren memandang iblis, manusia, dan makna perjalanan itu sendiri. 

Mari mengenal lebih dekat siapa Flamme di serial Frieren.

Siapa Flamme di Frieren?

great mage flamme
img/namuwiki

Flamme adalah tokoh legendaris dalam sejarah sihir, dikenal sebagai Penyihir Agung dan guru Frieren. Namanya begitu terkenal hingga banyak beredar jurnal palsu yang mengatasnamakan dirinya.

Flamme hidup lebih dari 1000 tahun yang lalu. Ia punya sejumlah kemiripan dengan Frieren, yang paling penting ialah mereka berdua kehilangan kerabat akibat serangan demon.

Kemudian, mereka sama-sama jatuh hati pada ilmu sihir. Meski Flamme sangat berbakat di bidang sihir, ia tak begitu suka hidup rumit dan sihir favorit Flamme adalah “mantra yang menciptakan hamparan bunga yang indah.”

Walau begitu Flamme tidak menyia-nyiakan bakatnya. Ia tahu kalau umurnya pendek, tak sepanjang para Elf. Jadi, ia merancang rencana agar lebih banyak manusia menguasai sihir dan bisa melawan para demon.

Selain disebut sebagai penyihir agung, Flamme juga pelopor ilmu sihir bagi umat manusia. Rencananya berhasil tapi ia keburu mati. Kini, namanya sudah serupa mitos.

Debut Flamme

  • Manga: Chapter 7
  • Anime: Episode 4

Julukan Flamme

  • The Great Mage (Penyihir Agung)
  • Pendiri ilmu sihir bagi umat manusia

Karakteristik fisik

  • Ras: Manusia
  • Gender: Perempuan
  • Warna rambut: Oranye
  • Warna mata: Biru kehijauan

Penyihir Agung yang mengubah peradaban manusia

flamme frieren
img/screenrant

Flamme disebut sebagai pendiri sihir manusia. Ia hidup jauh di masa lampau hingga keberadaannya terasa seperti dongeng.

Dulu sekali semasa Flamme hidup, sihir dianggap tabu karena dipandang sebagai teknologi iblis. Flamme menentang pandangan ini dan mengajukan permohonan kepada kekaisaran. Akhirnya, kaisar mengizinkan penelitian sihir.

Flamme turut mendidik para Penyihir Kekaisaran, jabatan baru yang dibentuk setelah izin tersebut. Berkat hal ini, sihir menyebar luas dan memasuki era di mana siapa pun dapat mempelajarinya.

Guru dan murid Flamme

Great Mage Flamme, Manusia Setengah Dewa Gurunya Frieren - siapa guru frieren flamme
img/epicstream

Flamme memang berbakat, tetapi ia menempa ilmu sihirnya dari Serie penyihir agung dari ras elf yang telah hidup ribuan tahun.

Ketika sudah jadi penyihir hebat, Flamme kemudian mengambil Frieren jadi muridnya.

Kendati demikian, Flamme hanyalah seorang manusia. Masa hidupnya tak sepanjang Serie dan Frieren.

Jadi, sanadnya kurang lebih begini.

Flamme adalah murid Serie

Sejak kecil, Flamme menjadi murid Serie, “Grimoire Hidup” dan pemimpin Asosiasi Sihir Benua. Serie melihat bakat besar Flamme dan membimbingnya.

Meski pandangan mereka berbeda—Flamme ingin sihir bisa digunakan semua orang, sementara Serie percaya sihir hanya untuk yang berbakat—hubungan mereka tetap baik. 

Serie bahkan tampak memiliki kasih sayang khusus kepada Flamme, yang dibesarkannya sejak kecil.

Flamme adalah guru Frieren

Flamme menemukan Frieren dalam keadaan terluka setelah melawan iblis. Walau Flamme selalu menyembunyikan kekuatan sihirnya, ia terkesan karena Frieren mampu menilai kekuatannya dengan tepat. Flamme pun menerima Frieren sebagai murid.

Ia mengajarkan teknik khasnya: menipu dan mengalahkan iblis dengan menyembunyikan mana (energi sihir). Menyadari Frieren akan hidup jauh lebih lama darinya, Flamme mempercayakan tugas penting untuk melawan iblis kepada Frieren.

Catatan tentang Aureole

Flamme menulis jurnal tentang percakapannya dengan orang-orang yang telah meninggal, termasuk rekan-rekannya, di Aureole—tanah di utara jauh yang dianggap sebagai alam setelah kematian.

Dengan pandangan jauh ke depan, Flamme menyadari bahwa suatu hari Frieren akan ingin memahami manusia. Ia menyampaikan hal ini kepada muridnya.

Seperti yang diprediksi, Frieren menyesali bahwa ia tidak sungguh-sungguh mengenal Himmel dan mulai ingin memahami hati manusia. Berbekal jurnal Flamme, Frieren kini melakukan perjalanan menuju Aureole.

Masa lalu Flamme

Detail lengkap masa lalu Flamme belum banyak terungkap. Namun, ia pernah mengatakan kepada Frieren bahwa iblis telah merenggut segalanya darinya, dan kebenciannya pada iblis membuatnya ingin memusnahkan mereka.

Flamme juga bercerita bahwa orang tuanyalah yang mengajarkannya mantra hamparan bunga—sihir favoritnya—yang membuatnya jatuh cinta pada sihir.

Demikian sekilas tentang Flamme sang penyihir agung. Apa yang ia idamkan dari masa lampau akhirnya terjadi jauh setelah ia meninggal. 

Baca Juga

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel