Ingin Produktif Selama Pandemi? Sama! Coba Kebiasaan Ini

Ingin Produktif Selama Pandemi? Sama! Coba Kebiasaan Ini

Sesungguhnya kita merupakan satu dari banyak orang yang mengidamkan menjadi produktif bagaimanapun keadaannya.
Ingin Menjadi Produktif Selama Pandemi? Sama!
Image from Pixabay

Kalau Anda merasa kesulitan menjadi produktif selama pandemi, tenang saja, Anda tidak sendirian. Sekilas tampaknya memang menakutkan, tetapi tidak apa-apa. Proses itu dialami semua orang di dunia. Lagipula kita tetap punya kesempatan untuk meningkatkan kinerja kita kok. Dan, tentu saja, kita bisa melakukan beberapa cara untuk membuat kita kembali menjadi produktif.

Kedatangan pandemi Covid-19 membuat ritme kerja banyak orang berantakan. Nyaris semua pekerjaan di bidang apapun dianjurkan untuk dikerjakan dari rumah. Tiba-tiba kita kesulitan menemukan ritme kerja sebagaimana sebelumnya, kemudian berakhir menjadi tidak produktif atau setidaknya ritme kerja kita melambat. Mau bagaimana lagi, ini keadaan yang belum pernah kita alami.

Di sisi lain, dengan menyadari bahwa ritme kerja melambat, untuk sejenak kita memiliki kesempatan untuk mengambil jeda dari pekerjaan. Kita bisa memanfaatkan waktu untuk melamun, merenung seperti filsuf, atau bahkan menangis di pojok ruangan. Hal-hal tersebut sepertinya kerap kita abaikan saat banyak pekerjaan mesti kita selesaikan.

Bagaimana dengan pekerjaan kita?

Ingin Menjadi Produktif Selama Pandemi? Sama!
Image from Pixabay

Oke, kita punya tanggung jawab dan mesti menyelesaikan pekerjaan yang kita miliki. Sesungguhnya kita merupakan satu dari banyak orang yang mengidamkan menjadi produktif bagaimanapun keadaannya. Tetapi tunggu dulu, “menjadi produktif di masa krisis memang sulit, dan itulah tantangannya”, ujar Racheal Cook, pakar produktivitas.

Untuk sementara, kita memang perlu menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini. Sekilas, bekerja dari rumah tampak menyenangkan. Tetapi, itu juga berarti kita mesti menjalani peran ganda. Misalnya, menjadi guru dadakan bagi anak-kita yang juga bersekolah dari rumah, merawat anggota keluarga, sekaligus mengurangi dampak stres akibat banyaknya kejadian PHK.

“Tidak ada barang satupun dari hal-hal itu yang mendorong kita menjadi produktif maupun berkinerja memuaskan,” lanjut Cook.

Sebelum memutuskan untuk kembali menemukan ritme kerja, kita perlu menyadari bahwa mengerjakan beberapa hal sekaligus malah tidak membantu. Sebaliknya, fokus pada satu hal dapat membantu kita menjadi produktif.

Baiklah, mengerjakan beberapa hal sekaligus tampak super, seolah kita memiliki banyak tangan untuk menggenggam banyak hal. Lagipula itu bisa membantu untuk setidaknya meredakan kecemasan saat pekerjaan kita menumpuk. Setidaknya, kita merasa kita mampu membereskan semua persoalan.

Tetapi perasaan itu bisa jadi menipu. Riset American Psychological Association berjudul Multitasking: Switching Costs menerangkan ada harga yang perlu dibayar saat berganti-ganti tugas. Dampaknya tampak kecil belaka. Jika kita mengerjakan tugas bergantian: hanya beberapa detik terbuang saat berpindah dari mengerjakan A ke B. Kita perlu mengingat bahwa dalam sehari kita memiliki banyak pekerjaan.

Meski tampaknya efisien, sesungguhnya bisa memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga. Itu membuat kita mesti berpindah fokus berkali-kali, dan membutuhkan fokus itu membutuhkan banyak waktu. Ada kurang lebih 40% dari waktu produktif kita malah menguap begitu saja. Tentu saja, kita tidak ingin itu terjadi kan?

Itulah mengapa dengan menyadari bahwa waktu dan tenaga kita terbatas, menemukan kembali produktivitas bisa dirumuskan melalui kata ‘fokus’. Cara-cara berikut ini bisa membantu anda kembali menjadi produktif:

Cara mengerjakan sesuatu dalam sekali waktu agar menjadi produktif

1. Gunakan catatan pekerjaan personal

Kita bisa mencatatnya di papan tulis maupun kertas apapun untuk mengontrol pekerjaan. Cukup membagi papan tulis atau kertas itu menjadi tiga kolom masing-masing untuk “akan dikerjakan”, “sedang dikerjakan”, dan “beres”. Masukkan daftar pekerjaan kita, kemudian kerjakan satu per satu.

Voila! Selain membuat kita mengetahui mana pekerjaan yang mendesak, kita juga bisa mengukur kinerja kita.

2. Mengelompokkan jenis pekerjaan

Buatlah daftar pekerjaan berdasarkan jenis-jenisnya sepanjang itu memungkinkan. Kita bisa mengelompokkan pekerjaan seperti membersihkan rumah, memasak dalam kategori pekerjaan rumah. Begitu pula dengan pekerjaan kantor. Misalnya, satu jam khusus untuk memeriksa maupun menjawab email, kita bisa menuntaskan lebih banyak pesan ketimbang mencicilnya sedikit-sedikit.

3. Ciptakan ketidakseimbangan secara sengaja

Kita bisa memilih hal khusus yang akan kita kerjakan dalam kurun waktu tertentu dengan secara sadar menunda yang lain. Misalnya, kita bisa menunda olahraga untuk merapikan rumah yang berantakan, ketimbang mengerjakannya sekaligus. Tenang saja, kita tahu bahwa kita bisa menuntaskan pekerjaan yang tertunda itu lain waktu.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp