3 Risiko Berhenti dari Pekerjaan Baru yang Perlu Diperhatikan

3 Risiko Berhenti dari Pekerjaan Baru yang Perlu Diperhatikan

Risiko Berhenti dari Pekerjaan Baru

DAFTAR ISI

Sediksi.com – Berhenti dari pekerjaan baru bukan hal yang bisa dinormalisasi dan umum. Tapi mungkin saja terjadi dan perlu dilakukan jika dirasa merupakan keputusan yang tepat.

Mengundurkan diri dari pekerjaan baru mempunyai risiko yang cenderung lebih signifikan jika dibanding sudah bekerja untuk waktu yang lebih lama.

Baru seminggu kerja sudah mengajukan pengunduran diri. Baru sehari kerja sudah langsung mengajukan pengunduran diri. 

Dari sudut pandang karyawan—apalagi yang sudah pernah mengalami, hal semacam itu mungkin saja terjadi.

Sedangkan dari sudut pandang manajer, mereka juga akan tetap terkejut meskipun hal semacam itu diyakini bisa saja terjadi.

Apa saja risiko yang dimaksud? Berikut ini artikel selengkapnya.

3 risiko berhenti dari pekerjaan baru yang perlu diperhatikan

Masuk daftar hitam perusahaan

Kalau kalian sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan baru, penting sekali untuk menyadari risiko ini sejak awal.

Proses rekrutmen karyawan baru biasa membutuhkan waktu dan biaya yang sudah dianggarkan oleh perusahaan. 

Perusahaan enggan berurusan dengan orang yang berpotensi hanya akan menjadi beban keuangan. 

Mereka mengkhawatirkan pelamar yang sudah pernah bekerja di perusahaan mereka hanya dalam masa kerja yang singkat, akan mengulangi hal yang sama.

Makanya, mereka cenderung lebih memilih untuk tidak mempertimbangkan pelamar dengan latar belakang yang seperti itu.

Risiko ini masih bisa dihindari dengan memastikan kalian mengundurkan diri dari pekerjaan secara baik-baik dan mengikuti prosedur yang mungkin sudah disediakan oleh perusahaan. 

Merusak reputasi profesional

Mengundurkan diri di awal masa kerja sangat berisiko untuk reputasi profesional. 

Dengan berhenti bekerja di tempat baru secara mendadak saja sudah bisa menimbulkan kesan yang kurang positif di mata rekan kerja maupun atasan. 

Sehingga untuk meminimalisir risiko ini, yang perlu kalian punya adalah alasan yang valid. 

Kemudian setelah mengajukan pengunduran diri kepada manajer, sampaikan kabar ini kepada para rekan kerja kalian.

Bila perlu, kalian bisa berbincang-bincang dengan orang-orang yang kalian percaya di tempat kerja sebelum pergi demi menjaga reputasi profesional dan meningkatkan kesan positif. 

Keuangan menjadi tidak stabil

Meninggalkan pekerjaan baru bahkan sebelum kalian menerima gaji pertama bisa menyebabkan kondisi keuangan kalian terganggu.

Terutama jika kalian tergolong memiliki banyak tanggungan, baik untuk pribadi, pasangan, maupun keluarga.

Kalian bisa menghindari risiko ini dengan dua cara.

Pertama, cari kerjaan baru sambil menjalani pekerjaan yang sekarang. Jika beban kerja kalian di tempat yang sekarang dirasa masih bisa diatasi, bertahanlah.

Kedua, menggunakan dana darurat. Yaitu dana yang disimpan untuk keadaan darurat seperti kecelakaan, kerusakan rumah, dan kehilangan pekerjaan.

Sederhananya, keputusan kalian mengundurkan diri dari pekerjaan baru tidak akan berisiko terhadap kondisi keuangan jika sudah mempunyai tabungan.

Tabungan biasanya didapat dari, bekerja. Sehingga cara kedua ini bisa dikembalikan lagi ke cara pertama.

Alasan umum mengundurkan diri dari pekerjaan yang baru saja dimulai

Alasan orang-orang mengundurkan diri dari pekerjaan yang baru saja dimulai bisa beragam dan kemungkinannya tidak terbatas. 

Tapi jika disimpulkan, ada beberapa alasan umum yang membuat seseorang memutuskan hal ini.

Lingkungan kerja yang bermasalah

Ketika berbicara tentang lingkungan kerja, tidak hanya terbatas pada rekan kerja. Tapi lebih dari itu. Ada tempat dan area kerja, fasilitas yang mendukung pekerjaan, hubungan dengan semua orang yang berada di tempat kerja, termasuk rekan kerja dan atasan.

Lingkungan kerja yang bermasalah atau toxic pastinya mengganggu kenyamanan, menghambat produktivitas, sampai dengan mempersulit kinerja orang-orang di dalamnya.

Ketika kalian merasakan hal ini dan diikuti dengan pemikiran, “kapan ya aku bisa resign?”

Pertanyaan itu sudah bisa menjadi pertanda bahwa kalian tidak bahagia dengan pekerjaan tersebut dan sudah berpotensi untuk mengundurkan diri.

Kalian tidak harus menyikapinya dengan langsung mengajukan pengunduran diri, tapi bisa membicarakan masalah kalian dengan manajer atau atasan.

Jika ternyata masih tidak ada solusi, maka keluar dari pekerjaan mungkin sudah menjadi pilihan yang tepat.

Mendapat tawaran yang lebih baik

Kalian baru saja mendapat tawaran yang lebih baik, tapi kalian juga baru mulai bekerja, tapi kalian sudah memikirkan berbagai skenario caranya mengundurkan diri demi mengejar tawaran yang lebih baik ini.

Jika kalian merasa akan kehilangan peluang yang lebih baik jika bertahan di posisi yang sekarang ini, sebaiknya ikuti apa kata hati dan intuisi kalian, dan ajukan pengunduran diri itu segera.

Tidak sesuai dengan ekspektasi

Ternyata budaya kerjanya tidak sefleksibel atau sebaik yang kalian bayangkan.

Ternyata pekerjaan yang diberikan tidak sesuai dengan deskripsi pekerjaan yang sebelumnya disepakati atau dicantumkan di iklan.

Alasan mengundurkan diri dari pekerjaan baru karena tidak sesuai dengan ekspektasi ini valid. 

Karena ketika ada ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kenyataan, kepercayaan akan berkurang, sehingga bisa memengaruhi pengalaman kalian sebagai karyawan.

Jika dipertahankan dan masih tidak ada perubahan atau justru memburuk, malah bisa menjadi tanda bahaya (red flag) yang menunjukkan kurangnya komunikasi. 

Keluarga atau kesehatan

Alasan keluarga atau kesehatan ini umum dalam pengunduran diri, begitu juga untuk kasus mengundurkan diri dari pekerjaan baru.

Ketika sedang mengkhawatirkan soal kondisi keluarga, kesehatan mereka, dan juga kesehatan kalian sendiri, sulit sekali memberikan performa terbaik di tempat kerja.

Kalian akan merasa kelelahan secara mental atau berujung membutuhkan waktu lebih banyak untuk istirahat, yang kemudian mengorbankan jam kerja kalian.

Sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaan.

Jika dirasa masalah yang kalian hadapi ini ada kemungkinan akan berlangsung untuk waktu yang lama atau parah, mengundurkan diri adalah pilihan terbaik. 

Itu dia tiga risiko dan alasan umum yang menyebabkan seseorang berhenti dari pekerjaan baru.

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel