Siapa Solitar di Frieren? Kenapa Ia Suka Menyendiri?

Siapa Solitar di Frieren? Kenapa Ia Suka Menyendiri?

solitar frieren

DAFTAR ISI

Dalam serial Frieren: Beyond Journey’s End, para iblis tidak selalu digambarkan sebagai makhluk satu dimensi yang hanya haus kehancuran. Beberapa di antaranya justru tampil kompleks, penuh kontradiksi, dan sulit ditebak. 

Salah satu contoh paling menarik adalah Solitar. Karakter ini mungkin tidak sering muncul, tetapi setiap kemunculannya meninggalkan kesan kuat bagi pembaca dan penonton. Dengan kepribadian santai namun kekuatan luar biasa, Solitar menjadi antagonis yang unik sekaligus menakutkan. 

Mari mengulas soal siapa Solitar di Frieren, mulai dari latar belakang, sifat, hubungan dengan Macht, hingga bagaimana akhirnya ia dikalahkan.

Siapa Solitar di Frieren?

Siapa Solitar di Frieren? Kenapa Ia Suka Menyendiri? - kekuatan solitar

Solitar adalah seorang iblis tingkat tinggi yang termasuk dalam kategori great demon. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak lazim dibandingkan iblis lain karena ketertarikannya pada penelitian makhluk hidup, khususnya manusia. 

Alih-alih hanya berfokus pada penaklukan atau pembantaian, Solitar justru mempelajari perilaku, evolusi, dan sifat-sifat biologis serta psikologis makhluk lain.

Secara kepribadian, ia terlihat santai, tenang, bahkan terkesan tidak terlalu peduli pada sekitarnya. Nama Solitar sendiri juga merupakan permainan kata dari soliter (menyendiri). 

Solitar kelihatannya introvert, tapi pada saat yang sama ia punya kebiasaan untuk ngobrol dengan manusia yang jadi lawannya. Tujuannya jelas, ia ingin tahu manusia lebih dalam, terutama soal emosi dan perasaan, sesuatu yang tidak dimiliki ras iblis.

Di balik sikap kasual tersebut tersembunyi kekuatan destruktif yang luar biasa. 

Debut manga dan anime

Solitar pertama kali diperkenalkan dalam alur cerita yang berkaitan dengan Golden Land Arc. Dalam manga, kehadirannya langsung terasa signifikan karena ia membawa perspektif iblis yang berbeda. 

Solitar akan muncul jadi figur penting di anime Frieren season 2. Bersama Macht of El Dorado, Solitar akan menghadapi para penyihir yang berupaya melepas kutukan emas di kota benteng Weise.

Dalam adaptasi anime, desain visualnya semakin menegaskan keunikannya: tubuh pendek, rambut biru kehijauan yang jatuh tidak beraturan hingga ke pinggang, tanduk kecil yang muncul di dahi, serta kalung dengan liontin berbentuk tabung yang mencolok.

Penampilan ini mencerminkan karakternya yang eksentrik, seolah ia lebih menyerupai ilmuwan daripada penghancur dunia.

Great Demon tanpa nama

Menariknya, Solitar bukanlah iblis dengan gelar besar atau julukan megah seperti beberapa tokoh iblis lain dalam Frieren. Ia dikenal hanya dengan namanya, tanpa titel khusus yang menandakan wilayah kekuasaan atau konsep tertentu. 

Hal ini justru memperkuat kesan bahwa Solitar adalah sosok independen, peneliti bebas yang bergerak berdasarkan rasa ingin tahunya sendiri.

Frieren mengatakan kalau “great demon tanpa nama” adalah titel yang diberikan manusia pada iblis super kuat. 

Kenapa tanpa nama? Ya karena tidak ada manusia yang bisa menulis catatan tentangnya. Artinya, semua manusia yang pernah berhadapan dengan Solitar sudah binasa.

Sebagai great demon, eksistensinya kurang lebihi setara dengan para anggota Seven Sages of Destruction. Ia tidak hanya kuat secara magis, tetapi juga cerdas dan penuh perhitungan. 

Kombinasi inilah yang membuat Solitar sangat berbahaya, karena ia tidak bertindak gegabah dan selalu memahami apa yang sedang ia hadapi.

Solitar sama anehnya dengan Macht

Hubungan Solitar dengan Macht dari Golden Land menjadi salah satu aspek paling menarik dari karakternya. Keduanya sama-sama iblis, tetapi memiliki ketertarikan yang tidak biasa terhadap manusia. 

Sekitar satu abad sebelum peristiwa utama, Solitar bertemu dengan Macht dan berdiskusi tentang emosi yang hanya dimiliki manusia.

Solitar dengan tegas menyatakan bahwa iblis tidak akan pernah mampu merasakan emosi tersebut. Baginya, perbedaan mendasar antara manusia dan iblis tidak bisa dijembatani. 

Macht menolak menyerah pada pandangan itu. Ia justru bercita-cita untuk hidup berdampingan dengan manusia setelah mampu memahami dan merasakan emosi mereka.

Perbedaan pandangan ini tidak membuat mereka bermusuhan. Sebaliknya, Solitar menganggap Macht sebagai individu yang menarik. 

Dari sinilah terbentuk ikatan unik antara dua iblis aneh yang sama-sama melampaui cara berpikir kaumnya sendiri.

Kekuatan Solitar

Siapa Solitar di Frieren? Kenapa Ia Suka Menyendiri? - great demon solitar

Sebagai great demon, Solitar memiliki cadangan mana yang sangat besar dan kemampuan sihir tingkat tinggi. Ia mampu menganalisis lawan dengan cepat dan menyesuaikan strategi serangannya secara efisien. 

Solitar diketahui mampu menghadapi penyihir kelas atas dan pasukan pertahanan kota tanpa kesulitan berarti. Ia juga memiliki pemahaman mendalam tentang evolusi, baik secara biologis maupun magis, sebuah konsep yang ia pelajari langsung dari Raja Iblis melalui gagasan evolusi konvergen. 

Pengetahuan ini membuatnya semakin berbahaya, karena ia tidak hanya bertarung dengan kekuatan, tetapi juga dengan pemahaman ilmiah yang dingin.

Kekuatan utamanya tidak hanya terletak pada daya hancur, tetapi juga pada kecerdasannya dalam memahami musuh.

Dalam pertarungan, Solitar bisa memproduksi pedang sihir nyaris tak terbatas. Ia mengarahkan pedang itu ke arah target. Untuk pertahanan pun juga sulit ditembus. Cadangan mana yang sangat besar memungkinkan Solitar memadatkan sihir pertahanan untuk dirinya.

Bagaimana Frieren mengalahkan Solitar

Siapa Solitar di Frieren? Kenapa Ia Suka Menyendiri? - solitar mati

Dalam arc Golden Land, Solitar muncul kembali di Great Barrier dengan tujuan membantu Macht menyaksikan akhir dari pencariannya. 

Di sinilah ia akhirnya berhadapan dengan Frieren, seorang elf penyihir legendaris yang telah menghabiskan ribuan tahun mempelajari sihir.

Di Weise, Macht bertarung dengan Denken, sementara Solitar menghadapi Fern dan Stark, dan kemudian Frieren. Solitar sempat terluka sebelum bertarung dengan Frieren. Walau begitu, Solitar sempat unggul.

Pada saat yang sama, Frieren bertarung dengan Solitar sembari berupaya menganulir kutukan Diagoldze milik Macht.

Keadaan berbalik di ujung pertarungan ketika Frieren akhirnya bisa menganulir kutukan Diagoldze. Ini yang membuat Fern juga kembali bisa ikut bertarung setelah diubah jadi emas oleh Macht.

Solitar akhirnya berhasil ditumpas dengan tembakan sihir super cepat milik Fern dari jarak jauh.

Pertarungan antara Frieren dan Solitar bukan sekadar adu kekuatan, melainkan bentrokan pengalaman dan pemahaman. Frieren, yang memahami pola pikir iblis dengan sangat baik, mampu membaca strategi Solitar dan memanfaatkan celah dalam kepercayaan dirinya. 

Meskipun Solitar sangat kuat, ia tidak waspada pada kedalaman pengalaman Frieren dan kerjasama dengan kelompoknya.

Singkatnya, bagi para iblis yang suka bertarung secara individu, kemampuan manusia berkoordinasi adalah hal yang agak asing.

Solitar tewas, tetapi ia masih muncul dalam flashback di arc-arc berikutnya.Kematian ini menandai berakhirnya salah satu antagonis paling kompleks dalam Frieren. 

Ia bukan sekadar musuh, melainkan cermin dari kemungkinan lain dalam dunia iblis yang jarang ditampilkan. Dengan semua itu, tidak heran jika pertanyaan siapa Solitar di Frieren terus menarik perhatian penggemar, bahkan setelah kepergiannya dari cerita.

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel