5 Hal Ini yang Paling Sering Bikin Masyarakat Perkotaan Mudah Stres

5 Hal Ini yang Paling Sering Bikin Masyarakat Perkotaan Mudah Stres

masyarakat perkotaan
Ilustrasi AndCan by Pixabay

Perkotaan selalu saja disebut sebagai pusat roda perekonomian. Banyaknya masyarakat yang bekerja di perkotaan tentu membuat kota tak luput dari berbagai permasalahan. Hal ini lah yang membuat masyarakat perkotaan sering mengalami stres.

Kehidupan di kota tak selalu sarat dengan kebahagiaan. Bahkan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa masyarakat yang hidup di kota lebih rentan mengalami stres. Lalu, apa saja yang sebenarnya membuat kehidupan masyarakat perkotaan dekat dengan stres?

Susahnya Jadi Masyarakat Perkotaan

1. Macet

Masalah utama yang tak luput dari kota adalah macet. Banyaknya penduduk serta kecenderungan masyarakat menggunakan transportasi pribadi membuat kota tak pernah lengang dari kendaraan. Bisa dipastikan, di jam-jam berangkat dan pulang sekolah atau kerja selalu padat dengan kendaraan.

Hal ini lah yang membuat masyarakat perkotaan mudah mengalami stres. Saat mengawali hari yang seharusnya penuh dengan semangat telah dipatahkan oleh rasa kesal karena macet.

Akibatnya, menjalani aktivitas pun sudah tak bersemangat. Belum lagi di saat tubuh lelah karena aktivitas harian, masih disuguhkan dengan kemacetan di saat pulang.

Macet adalah masalah klise kehidupan perkotaan yang entah kapan akan terselesaikan. Akan tetapi, stres karena macet dapat diminimalisir dengan beberapa cara. Salah satu cara mengatasi stres karena macet adalah dengan berangkat sekolah atau bekerja lebih awal.

Selanjutnya, ketika terjebak macet, berpikir positif dan selalu bersyukur dapat meminimalisir rasa kesal akibat kemacetan. Saat pulang sekolah atau kerja pun kita dapat mengurangi rasa kesal kita karena kemacetan dengan melakukan aktivitas lain, seperti mendengarkan musik, membaca buku, atau bahkan sekadar makan cemilan.

2. Tekanan Pekerjaan

Banyaknya populasi masyarakat perkotaan tentu berdampak pada persaingan kerja. Tak hanya memandang kuantitas, saat ini kualitas hasil kerja pun juga menjadi penilaian. Hal ini lah yang sering menyebabkan seseorang yang hidup di perkotaan menjadi tertekan.

Untuk bertahan dengan suatu pekerjaan, seseorang harus benar-benar menaruh perhatian atas apa yang mereka kerjakan. Namun hal itu juga memakan waktu sehingga pekerjaan menjadi terasa lambat. Akhirnya, beberapa pekerjaan pun menjadi tak tersentuh dan semakin menumpuk.

Untuk mengatasi hal ini, kita harus mampu dalam menyusun prioritas kerja. Cara yang paling efektif untuk mengatasi stres karena tekanan pekerjaan adalah dengan memahami ritme kerja kita. Dengan begitu, kita akan mengenali keunggulan dan dapat  menyelesaikan pekerjaan.

3. Biaya Hidup yang Tinggi

Tak bisa dipungkiri, banyaknya penduduk di perkotaan juga berpengaruh pada biaya hidup. Kehidupan di kota menghabiskan biaya hidup yang tinggi, baik untuk hunian, makan, dan aspek lainnya. Tingginya biaya hidup yang harus dikeluarkan ini lah yang juga menjadi penyebab terjadinya stres.

Penduduk asli kota mungkin telah terbiasa dengan biaya hidup yang dikeluarkan. Namun, bagi para pendatang atau para perantau harus bekerja keras untuk bertahan hidup. Ditambah lagi bagi para perantau yang memiliki tanggungjawab lain di kampung halaman, maka harus pandai menyisihkan uang.

Dalam mengatasi stres karena biaya hidup yang tinggi, seseorang harus mampu dalam mengatur keuangan. Salah satunya dengan menerapkan gaya hidup sederhana dan menghindari perilaku konsumtif.

4. Angka Kriminalitas Tinggi

Tingginya biaya hidup, persaingan kerja, dan kepadatan penduduk membuat angka kriminalitas juga semakin tinggi. Banyak orang yang menempuh jalan kotor untuk mencukupi kebutuhan ekonomi.

Minimnya keahlian seseorang juga membuat angka pengangguran semakin tinggi dan mau tidak mau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Angka kriminalitas yang tinggi tentu membuat masyarakat perkotaan mudah resah dan selalu diselimuti dengan perasaan tak aman.

Rasa tak aman ini lah yang kemudian dapat memicu stres. Bahkan tak jarang kita menjadi mudah curiga dengan orang-orang yang ada di sekitar.

Untuk mengatasi stres karena perasaan tidak aman, kita bisa memulainya dengan berpakaian secara sederhana. Jangan menggunakan barang-barang yang berlebihan di luar rumah dan selalu kunci rumah kita sebelum bepergian.

5. Acuh Tak Acuh

Saking beratnya beban hidup masyarakat perkotaan, acap kali membuat orang menjadi tak peduli dengan keadaan sekitar. Sifat terpuji seperti tolong menolong rasanya sudah sulit ditemukan di perkotaan. Hal ini karena semua orang sudah fokus dengan masalah dan kehidupan masing-masing dan seolah menutup mata dengan keadaan sekitar.

Tanpa disadari, sifat acuh tak acuh ini sebenarnya malah membuat kita semakin stres. Terlalu fokus pada masalah justru membuat kita merasa semakin tertekan.

Padahal, dipercaya atau tidak, sifat tolong menolong akan menumbuhkan sensasi bahagia tesendiri di dalam hati. Rasa bahagia ini lah yang kemudian akan mengurangi stres pada diri kita. Tak hanya itu, ketika kita mau peduli pada orang lain, maka orang lain juga akan peduli pada kita.

Hiruk pikuk perkotaan seolah memang menawarkan berbagai kebahagiaan. Namun, kehidupan di kota tak semudah yang dibayangkan. Meski begitu, bukan berarti kehidupan di kota selalu sarat akan hal yang buruk.

Stres karena menjadi bagian dari masyarakat perkotaan memang hal yang wajar. Memahami bahwa setiap tempat memiliki tantangan dan keistimewaan masing-masing akan membuat kita lebih rileks dalam menghadapi kehidupan, baik di kota maupun di tempat lain.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp