Tantangan Karir yang Bakal Dihadapi Fresh Graduate

Tantangan Karir yang Bakal Dihadapi Fresh Graduate

Tantangan karir Anda akan segera dimulai tepat saat Anda merasa siap menghadapi sejumlah tantangan di dunia ‘yang sesungguhnya’.
Tantangan Karir yang Bakal Dihadapi Fresh Graduate
Image from Pixabay

Proses mencari pekerjaan barangkali membuat pikiran seseorang sulit berhenti bekerja, terutama jika Anda seorang fresh graduate. Tantangan karir Anda akan segera dimulai tepat saat Anda merasa siap menghadapi sejumlah tantangan di dunia ‘yang sesungguhnya’.

Ada banyak tantangan karir yang bakal dihadapi para fresh graduate bahkan sebelum mencari kerja. Mulai dari kecocokan gelar yang dimiliki dengan kebutuhan industri hingga persyaratan pengiriman lamaran kerja. Itu belum menghitung ketangguhan mental saat sekian lamaran pekerjaan berakhir bertepuk sebelah tangan.

Jika Anda merasa cemas lantaran tak kunjung memperoleh pekerjaan, Anda tidak sendirian. Selalu ada cara-cara untuk menghadapinya, dan bagaimana Anda bersikap mencerminkan kesiapan anda menghadapi tantangan karir.

Perekrut mungkin memiliki banyak pertimbangan saat mereka mencari kandidat yang layak untuk posisi yang mereka butuhkan.

Mereka bisa memilih, misalnya, orang-orang yang telah berpengalaman dan itu tentu mempermudah pekerjaan mereka. Di sisi lain, para fresh graduate memiliki potensi untuk menyuguhkan ide-ide segar. Satu hal yang pasti, perekrut membutuhkan orang-orang yang siap menghadapi berbagai tantangan karir.

3 tantangan karir yang akan dihadapi oleh para fresh graduate

Minim pengalaman

Ini persoalan utama yang barangkali dialami oleh sebagian besar fresh graduate. Mereka umumnya dipandang belum memiliki banyak pengalaman di dunia kerja. Tentu saja, tidak semua fresh graduate memiliki pengalaman yang memadai, tetapi soal memiliki keterampilan atau tidak adalah lain soal.

Keterampilan bisa diperoleh dari banyak kegiatan. Saat masih menempuh pendidikan, tidak sedikit kok yang telah menempa dirinya dengan mengikuti organisasi maupun pekerjaan paruh waktu. Kegiatan itu jelas menambah soft-skills para pegiatnya.

Paling tidak, dengan modal itu, para fresh graduate bisa meyakinkan perekrut bahwa sekalipun minim pengalaman di dunia kerja, mereka punya pengalaman lain yang sama pentingnya. Hal ini agaknya cukup membingungkan, sebab untuk memiliki pengalaman kerja, Anda membutuhkan pekerjaan. Sementara untuk mencari kerja, Anda diharuskan memiliki pengalaman.

Jika Anda belum memiliki itu, anda bisa memulainya dengan mengikuti program magang. Percayalah, itu langkah yang cukup oke untuk memulai karir Anda, dan tentu saja langkah pertama untuk menghadapi beragam tantangan karir.

Ekspektasi perekrut

Saat mengirim lamaran pekerjaan pun, para pencari kerja sesungguhnya telah menghadapi ekspektasi perekrut. Mulai saat ini, Anda bisa berpikir bahwa syarat-syarat yang diajukan para perekrut mencerminkan apa yang diharapkan oleh mereka.

Itu mencakup sebagian dari kebutuhan perekrut saat mereka membuka lowongan pekerjaan. Anda bisa menemui persyaratan seperti lulusan apa yang mereka butuhkan, keterampilan yang dimiliki, hingga pengalaman yang dimiliki. Dalam beberapa kesempatan, Anda mungkin saja menemukan syarat seperti rajin beribadah maupun belum menikah.

Ekspektasi perekrut bagaimanapun tampak membebani para fresh graduate. Kendati demikian, ada proses yang mesti dialami oleh para fresh graduate. Hal ini merupakan tantangan karir, yang sesungguhnya, tidak hanya dihadapi oleh fresh graduate. Perekrut juga menaruh ekspektasi pada orang-orang yang punya pengalaman sekalipun.

Siapapun membutuhkan proses yang seringkali melelahkan sebelum mereka bisa menunaikan pekerjaan mereka dengan sat-set-wat-wet.

Digaji rendah

Berburu pekerjaan di saat pandemi tampaknya memang gampang-gampang-susah. Fresh graduate membutuhkan pekerjaan setelah mereka lulus kuliah, tetapi di saat yang sama keadaan sedang tidak baik-baik saja. Demikian halnya dengan situasi keuangan nyaris semua orang di dunia.

Beberapa lowongan kerja barangkali menarik minat para fresh graduate, tetapi kemudian saat dipertimbangkan ternyata malah menawarkan gaji yang tidak sesuai ekspektasi.

Di awal karir, sebagian orang menerima gaji yang tidak sesuai harapan mereka. Tidak sedikit pula yang merasa digaji rendah. Ini seolah-olah hasil pekerjaan tampak tidak begitu berarti, tetapi sepertinya tidak banyak pula pekerjaan yang menawarkan gaji luar biasa untuk para fresh graduate.

Sesungguhnya, ada peluang yang bisa dimanfaatkan oleh fresh graduate jika terpaksa mengambil tawaran pekerjaan dengan gaji rendah. Mereka bisa, setidaknya menyelamatkan muka, saat orang-orang mencibir pengangguran. Tidak perlu ditanggapi sungguh-sungguh. Cibiran toh hanya akan berakhir sebagai cibiran.

Setidaknya, meskipun tidak menyenangkan, manfaatkan kesempatan ini untuk menambah portofolio. Bukan cuma keterampilan yang perlu dikembangkan. Kepiawaian bernegosiasi juga perlu diberi perhatian. Setelah merasa cukup, silakan cari pekerjaan baru dan melangkah ke anak tangga yang lebih tinggi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp