Baru mendarat di Bali setelah penerbangan panjang, tapi badan malah lemas, ngantuk di siang hari, dan melek terus pas malam? Kemungkinan besar, kalian lagi kena jet lag.
Kondisi ini sering banget dialami wisatawan yang terbang lintas zona waktu, misalnya dari Eropa atau Amerika. Sayang kan kalau hari-hari pertama liburan malah habis buat tidur atau bengong di kamar? Biar badan cepat nyesuaiin diri, simak cara mengatasi jet lag berikut, lengkap dengan hal-hal yang sebaiknya dihindari!
1. Kenali dulu kenapa jet lag bisa terjadi
Dilansir Mayo Clinic, jet lag adalah gangguan tidur sementara yang muncul setelah kalian bepergian cepat melintasi beberapa zona waktu. Jam biologis tubuh masih ngikutin waktu di negara asal, jadi gak sinkron sama waktu di tempat tujuan. Gejalanya bisa berupa susah tidur, ngantuk dan susah fokus di siang hari, gangguan pencernaan, sampai suasana hati yang naik turun.
Biasanya, gejala muncul dalam satu atau dua hari setelah melintasi minimal dua zona waktu. Terbang ke arah timur, misalnya dari Eropa ke Bali, umumnya terasa lebih berat karena tubuh harus kehilangan waktu. Sebagai patokan kasar, pemulihan butuh sekitar satu hari untuk setiap zona waktu yang dilewati.
2. Lakukan: geser jam tidur beberapa hari sebelum berangkat
Persiapan melawan jet lag sebenarnya bisa dimulai sebelum naik pesawat. Mayo Clinic menyarankan buat menggeser jam tidur sekitar satu jam per malam, lebih awal kalau mau terbang ke timur dan lebih larut kalau terbang ke barat. Dengan begitu, tubuh udah mulai beradaptasi sedikit demi sedikit sebelum sampai tujuan.
Pastikan juga kalian cukup tidur sebelum berangkat, karena mulai perjalanan dalam kondisi kurang tidur bikin jet lag makin parah. Begitu di pesawat, ubah jam di HP ke waktu tempat tujuan. Kalau di tempat tujuan lagi malam, usahakan tidur di pesawat pakai penutup mata atau penyumbat telinga, tapi kalau di sana lagi siang, tahan dulu ngantuknya.
3. Lakukan: langsung ikut jam lokal begitu mendarat
Begitu sampai, langsung ikuti ritme waktu setempat, termasuk jam makan. Sebisa mungkin tahan ngantuk sampai malam hari waktu lokal, meski godaan buat rebahan di siang hari besar banget. Kalau benar-benar gak kuat, tidur siang sebentar aja biar gak ganggu tidur malam.
Cahaya matahari juga bisa bantu ngatur ulang jam biologis tubuh. Setelah terbang ke arah timur, cari paparan cahaya di pagi hari, sementara setelah terbang ke arah barat, cari cahaya di sore hari. Jalan santai di pantai pagi-pagi atau sarapan di area terbuka bisa jadi cara gampang buat ngelakuinnya.
4. Lakukan: cukupi cairan tubuh sebelum, selama, dan sesudah terbang

ilustrasi konsultasi dokter untuk pemulihan kelelahan setelah perjalanan jauh (dok. Reset Room)
Udara kabin pesawat yang kering bikin tubuh gampang dehidrasi, apalagi kalau penerbangannya belasan jam. Makanya, rajin minum air putih sebelum, selama, dan sesudah penerbangan, sesuai saran Mayo Clinic. Cuaca Bali yang panas dan lembap juga bikin kalian perlu minum lebih banyak dari biasanya.
Kalau badan udah telanjur lemas dan susah pulih, kalian bisa konsultasi ke dokter soal pilihan pemulihan yang aman. Di kawasan Bukit, ada recovery studio Uluwatu kayak Reset Room Bali, klinik yang dipimpin dokter dan menyediakan konsultasi dokter umum hingga terapi infus untuk dehidrasi dan kelelahan. Setiap tindakan infus di sana diawasi langsung oleh dokter, dan mereka juga melayani kunjungan ke vila atau hotel.
5. Hindari: kebanyakan kopi dan alkohol
Kopi memang ampuh bikin melek, tapi kalau diminum kebanyakan atau terlalu sore, malah bikin susah tidur di malam hari. Alkohol juga sama, karena bisa bikin dehidrasi dan ganggu kualitas tidur. Mayo Clinic menyarankan buat membatasi keduanya, baik sebelum, selama, maupun setelah penerbangan.
Jadi, tahan dulu keinginan buat langsung pesta di malam pertama liburan, ya. Pilih minuman yang menghidrasi kayak air putih, air kelapa, atau jus segar. Kalau mau ngopi, cukup secangkir di pagi hari biar efeknya gak kebawa sampai malam.
6. Hindari: nyetir sendiri atau bikin jadwal padat di hari pertama
Rasa ngantuk akibat jet lag bisa bikin konsentrasi turun drastis. Mayo Clinic bahkan menyebut jet lag bisa meningkatkan risiko kecelakaan akibat mengemudi dalam kondisi ngantuk. Jadi, hindari nyetir mobil atau motor sendiri di hari-hari pertama, apalagi di jalanan Bali yang ramai.
Selain itu, jangan langsung isi jadwal hari pertama dengan aktivitas berat atau acara penting. Kalau ada urusan penting, misalnya meeting atau acara pernikahan, usahakan datang beberapa hari lebih awal. Kasih waktu buat badan beradaptasi, biar sisa liburannya bisa dinikmati dengan maksimal.
Jet lag memang gak bisa dihindari sepenuhnya, tapi efeknya bisa banget dikurangi dengan persiapan yang tepat. Atur jam tidur, cukupi cairan, dan dengarkan sinyal dari tubuh kalian sendiri. Jadi, siap liburan tanpa drama ngantuk di siang bolong?

