Gigi Bungsu Bikin Nyeri? Ini Tanda Harus Diperiksa dan Cara Pemulihan setelah Dicabut

Gigi Bungsu Bikin Nyeri? Ini Tanda Harus Diperiksa dan Cara Pemulihan setelah Dicabut

image

DAFTAR ISI

Pernah ngerasain nyeri di bagian paling belakang gusi, terus makan jadi gak enak dan buka mulut pun susah? Bisa jadi, itu tanda gigi bungsu kalian lagi tumbuh atau bermasalah.

Gigi bungsu memang terkenal sering bikin drama, sampai banyak orang langsung takut dengar kata cabut atau operasi. Padahal, gak semua gigi bungsu harus dicabut, lho. Biar gak panik duluan, yuk kenali dulu seluk-beluk gigi bungsu, tanda-tanda bermasalah, sampai cara pemulihannya!

1. Gigi bungsu biasanya tumbuh di usia belasan sampai awal 20-an

Gigi bungsu adalah gigi geraham paling belakang yang tumbuh paling akhir. Dilansir National Health Service (NHS), layanan kesehatan nasional Inggris, gigi ini biasanya muncul di usia belasan akhir atau awal 20-an. Tapi masalahnya bisa muncul kapan aja, bahkan bertahun-tahun setelah giginya tumbuh.

Jumlahnya juga gak selalu sama, karena ada orang yang punya empat, kurang dari empat, atau malah gak punya sama sekali. Ada juga yang giginya tumbuh normal dan gak pernah bikin keluhan. Makanya, kondisi gigi bungsu tiap orang perlu dilihat satu per satu, gak bisa disama ratakan.

2. Kenapa gigi bungsu sering bermasalah?

Penyebab utamanya adalah ruang di rahang yang gak cukup. Akibatnya, gigi bungsu bisa tumbuh miring, terhalang gigi lain, atau cuma muncul sebagian dan masih tertutup gusi. Kondisi gigi yang gak bisa tumbuh sempurna ini disebut impaksi.

Gigi yang tumbuh sebagian bikin celah kecil di antara gigi dan gusi, tempat sisa makanan gampang nyelip. Lama-lama, area ini susah dibersihin dan jadi sarang bakteri. Gak heran kalau gigi bungsu yang impaksi sering jadi sumber gigi berlubang dan radang gusi.

3. Kenali tanda-tanda gigi bungsu yang perlu diperiksa

Menurut NHS, gigi bungsu yang bermasalah bisa bikin nyeri dan bengkak, infeksi gusi di sekitar gigi yang disebut perikoronitis, sampai makanan sering nyangkut. Dalam beberapa kasus, bisa juga muncul gigi berlubang, penyakit gusi, kista, atau abses. Kalau dibiarin, keluhannya bisa makin parah dan merembet ke gigi sebelahnya.

Tanda lain yang sering dirasakan antara lain gusi belakang terasa bengkak, bau mulut yang gak hilang meski udah sikat gigi, dan rahang terasa kaku saat buka mulut. Kalau keluhan ini muncul berulang, jangan cuma ditahan atau ditutupin pakai obat pereda nyeri terus-terusan. Lebih baik segera periksakan ke dokter gigi biar penyebabnya jelas.

4. Gak semua gigi bungsu harus dicabut

Gigi Bungsu Bikin Nyeri? Ini Tanda Harus Diperiksa dan Cara Pemulihan setelah Dicabut - 2bf5bc3b d05f 410d a807 80e536c22206ilustrasi konsultasi gigi bungsu dengan dokter gigi (magnific.com)

Kabar baiknya, gigi bungsu yang tumbuh normal dan gak bikin keluhan biasanya cukup dipantau saat kontrol rutin. Buat tahu posisi gigi yang sebenarnya, dokter gigi biasanya bakal minta foto rontgen. Dari situ, dokter bisa nentuin apakah gigi perlu dicabut biasa, dioperasi kecil, atau cukup diawasi.

Jadi, keputusan cabut atau gak sebaiknya diambil bareng dokter, bukan dari cerita teman atau video di media sosial. Kalau ragu, kalian bisa konsultasi dulu ke klinik gigi terdekat yang melayani pencabutan gigi bungsu, misalnya Klinik Gigi GDC yang punya cabang di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jangan sungkan nanya soal prosedur, risiko, dan perkiraan biayanya sebelum tindakan dimulai.

5. Prosesnya gak semenakutkan yang dibayangin loh!

Dilansir NHS, pencabutan gigi bungsu umumnya dilakukan dengan bius lokal, jadi area gusi bakal mati rasa selama tindakan. Kalau giginya tertutup gusi, dokter akan membuat sayatan kecil, lalu mengangkat gigi utuh atau dalam beberapa bagian. Prosesnya biasanya kurang dari 40 menit, dan kebanyakan pasien bisa langsung pulang di hari yang sama.

Setelah itu, wajar kalau muncul nyeri, bengkak, atau memar yang bisa bertahan sampai 2 minggu, meski biasanya mulai membaik setelah 1 sampai 2 hari. Kebanyakan orang juga udah bisa beraktivitas normal keesokan harinya. Kalau pencabutannya sulit, siapin waktu istirahat 1 sampai 3 hari.

6. Tips pemulihan biar luka cepat sembuh

Selama masa pemulihan, pilih makanan lunak atau cair kayak bubur, sup, dan puding. Hindari makanan keras, renyah, atau kacang-kacangan yang bisa nyelip di bekas luka. Minuman yang terlalu panas dan alkohol juga sebaiknya dihindari dulu, begitu juga dengan rokok karena bisa meningkatkan risiko infeksi.

Kalau masih ada darah yang keluar, tekan area luka pakai kasa atau kain bersih minimal 10 menit. Kumur pelan-pelan pakai air garam hangat atau obat kumur, dan tetap sikat gigi lain dengan hati-hati tanpa kena area luka. Segera hubungi dokter gigi kalau pendarahan gak berhenti, nyeri dan bengkak makin parah, atau muncul demam dan rasa gak enak di mulut.

Gigi bungsu memang bisa bikin gak nyaman, tapi bukan berarti harus selalu ditakuti. Kenali tanda-tandanya, periksakan sejak awal, dan ikuti saran dokter gigi biar masalahnya gak makin panjang. Jadi, gigi bungsu kalian udah tumbuh semua belum?

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM