Ramai Puluhan Warga di Gunung Kidul Terpapar Antraks, Ini Kronologinya

Ramai Puluhan Warga di Gunung Kidul Terpapar Antraks, Ini Kronologinya

antraks Gunung Kidul

DAFTAR ISI

Sediksi.com – Ramai puluhan warga di Gunung Kidul positif antraks. Terkonfirmasi terdapat 93 pasien yang positif antraks di tahun ini. Terbaru, tiga warga di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal akibat tertular penyakit antraks.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebutkan tiga orang tersebut tertular dari hewan ternak.

“Untuk kasus antraks sudah ada tiga orang di Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Mereka terkonfirmasi positif antraks yang ditularkan dari hewan ternak,” kata Nadia pada  Rabu (5/7/23) yang dikutip dari laman polri.

Kronologi Warga Gunung Kidul Terpapar Antraks

Ramai Puluhan Warga di Gunung Kidul Terpapar Antraks, Ini Kronologinya - WhatsApp Image 2023 07 06 at 15.50.50
YouTube Kementerian Kesehatan RI

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI Imran Pambudi dalam konferensi pers secara daring di Jakarta Kamis (6/7) menyebutkan terjadi lima kali rangkaian peristiwa kematian hewan ternak di Gunung Kidul selama kurun waktu Mei sampai Juni 2023.

Kronologi ini berawal dari kasus kematian sapi milik KR pada tanggal 18 Mei 2023. Kemudian disembelih dan dibagikan ke warga untuk dikonsumsi.

“Ini yang menjadi salah satu penyebab penyebarannya,” kata Imran.

Setelah itu tanggal 20 Mei, ada kambing milik KR yang juga mati, kemudian dipotong dan dibagikan ke warga untuk dikonsumsi.

Pada 22 Mei  2023, ada sapi SY yang juga mati, dipotong dan dibagikan ke warga untuk dikonsumsi. Salah satu korbannya yang meninggal bernama WP (72 tahun). Di mana WP membantu menyembelih sapi SY.

Lalu, pada tanggal 1 Juni, WP masuk RS Panti Rahayu dengan keluhan gatal-gatal, bengkak dan luka. Dia dinyatakan positif spora antraks dari sampel tanah tempat penyembelihan sapi KR dan SY.

Tanggal 3 Juni, WP dirujuk ke RS Sarjito dan dilakukan pengambilan sampel darah dan didiagnosis suspek Antraks, kemudian tanggal 4 Juni WP meninggal.

Imran menyebutkan jika tren kejadian antraks di Yogyakarta hampir setiap tahunnya terjadi. Dalam laporan Kemenkes, tercatat ada 31 kasus pada 2019, sebanyak 23 kasus pada 2022. Kasus kematian baru terjadi di tahun 2023 ini.

“Baru pada 2023 ini ada tiga kasus kematian akibat antraks di Indonesia. Satu suspek (WP) karena sudah ada hasil pemeriksaan laboratorium. Yang dua lainnya belum sempat diperiksa karena langsung meninggal,” ujar Imran.

Mengenal penyakit antraks

Antraks menjadi penyakit menular akut yang disebabkan bakteris Bacillus anthracis.

Dilansir dari Dinas Kesehatan Yogyakarta, antraks paling sering menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan, tetapi juga bisa  menjangkiti manusia karena terekspos hewan-hewan yang telah dijangkiti, jaringan hewan yang tertular, atau spora antraks dalam kadar tinggi.

Sejauh ini, belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks.

Terdapat 4 jenis antraks, diantaranya antraks kulit, antraks pada saluran pencernaan, antraks pada paru-paru dan antraks meningitis.

Antraks sendiri dapat ditularkan kepada manusia karena disebabkan pengeksposan pekerjaan kepada hewan yang sakit atau hasil ternakan seperti kulit dan daging, atau memakan daging hewan yang tertular antraks.

Penularan juga dapat terjadi bila seseorang menghirup spora dari produk hewan yang sakit misalnya kulit atau bulu yang dikeringkan.

Cara antraks menjangkiti manusia ini melalui usus kecil, paru-paru (dihirup), atau kulit (melalui luka). Belum pernah dilaporkan penularan antraks melalui manusia kepada manusia lainnya.

Beberapa gejala-gejala antraks (tipe pencernaan) adalah mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, muntah bercampur darah, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat (melilit). Lainnya untuk tipe kulit seperti borok setelah mengkonsumsi atau mengolah daging asal hewan sakit antraks.

Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri berupa berwarna hitam, berlendir, berbau.

Kabupaten Gunung Kidul Endemis antraks

Ramai Puluhan Warga di Gunung Kidul Terpapar Antraks, Ini Kronologinya - WhatsApp Image 2023 07 06 at 16.41.04
YouTube Kementerian Kesehatan RI

Populasi potensi ternak rentan antraks di Kabupaten Gunung Kidul ada 143.796 ekor sapi, 202.555 ekor kambing, dan 11.000 ekor domba.

Dalam laporannya, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nuryani Zainuddin menjelaskan bahwa Gunung Kidul merupakan wilayah endemis antraks.

“Kalau melihat kejadian di Kabupaten Gunung Kidul, Gunung kidul ini memang enedemis antraks. Ketika endemis antraks tidak dilakukan penanganan secara baik, baik itu di tanah, lingkungan kemudian masyarakatnya, ini akan terus berlanjut kasusnya,” terangnya dalam konferensi pers bersama Kemenkes, Kamis, (6/7).

Ia lalu memberikan contoh wilayah mana saja yang sudah pernah terkena antraks di wilayah Gunung Kidul.

Dimulai pada Mei 2019, dilaporkan di Dukuh Grogol IV, Desa Bejiharjo, Kepanewon/Kecamatan Karangmojo.

Kemudian di tahun Desember 2019 sampai Januari 2020 di Dukuh Ngerejek, Desa Gombang, Kepanewon Ponjong.

Pada Januari 2022 di Dukuh Kebowan, Desa Gombang, Kepanewon Ponjong dan di Dukuh Jetis, Desa Hargomolyo, Kepanawon Gedangsari.

Terakhir pada Mei-Juni 2023  Dukuh Jati, Desa Candirejo, Kepanewon Semanu.

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel