Kapan Harus Memulai Investasi? 3 Hal Ini Perlu Dipertimbangkan

Kapan Harus Memulai Investasi? 3 Hal Ini Perlu Dipertimbangkan

Kapan Harus Memulai Investasi?
Image from Pixabay/Rilson S. Avelar

DAFTAR ISI

Sediksi.comInvestasi semakin diminati banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin memperoleh keuntungan finansial di masa depan. Namun, memulai investasi bukanlah suatu hal yang mudah.

Banyak orang yang bingung menentukan waktu kapan harus memulai investasi dan jenis investasi apa yang sebaiknya dipilih. Selain itu, risiko investasi yang tidak bisa diprediksi juga menjadi faktor yang membuat banyak orang ragu untuk memulai investasi.

Nah, kali ini saya akan menjawab pertanyaan banyak orang tentang sebaiknya kapan harus memulai investasi. Dalam memulai suatu hal, tak terkecuali investasi banyak hal yang perlu diperhatikan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memulai investasi, yang bertujuan untuk meminimalisir resiko dan kerugian.

Tips Kapan Harus Memulai Investasi

Pastikan Sudah Mempunyai Penghasilan

Dikutip dari Detikfinance,yang mengutip dari Ketua International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia, Aidil Akbar, investasi sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Tentu bisa dimulai saat seseorang sudah memiliki penghasilan.

Artinya seseorang, berapapun usianya tapi sudah punya penghasilan gaji dari bekerja maupun penghasilan lainnya, maka saat itulah waktu yang tepat untuk memulai investasi.

Jadi sebelum memulai investasi, pastikan bahwa kondisi keuangan sudah stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini karena investasi merupakan suatu bentuk pengeluaran yang harus dilakukan dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan.

Jika kondisi keuanganmu masih belum stabil, maka memulai investasi bisa saja menjadi beban yang berat. Sebaiknya tidak mengorbankan kondisi keuangan yang sebenarnya masih belum cukup stabil.

Oleh karena itu, sebelum memulai investasi, pastikan bahwa kondisi keuangan sudah cukup memungkinkan untuk menyisihkan sebagian uang sebagai modal investasi.

Kamu dapat memperhitungkan pengeluaran rutin setiap bulan, seperti pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, tagihan listrik, tagihan air, dan lain-lain. Pastikan bahwa penghasilan setiap bulan sudah cukup untuk menutupi pengeluaran tersebut dan masih menyisakan sebagian uang sebagai modal investasi.

Ada anjuran juga untuk mendahulukan tabungan, dana darurat, kemudian baru investasi. Pastikan juga bahwa kamu sudah memiliki dana darurat yang cukup. Dana darurat merupakan dana yang disisihkan untuk menghadapi situasi darurat yang tidak terduga, seperti sakit, atau kehilangan pekerjaan.

Tidak Mempunyai Hutang

Poin penting dalam menentukan kapan harus memulai Investasi adalah pastikan tidak memiliki hutang yang berisiko tinggi. Ini sih sudah jelas ya!

Memiliki hutang yang terlalu banyak bisa menjadi beban yang berat ketika ingin memulai investasi. Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu tidak memiliki hutang yang terlalu banyak atau memiliki rencana untuk melunasi hutang tersebut terlebih dahulu.

Jika kamu memiliki hutang yang terlalu banyak, maka sebagian besar pendapatan hanya akan digunakan untuk membayar hutang tersebut. Hal ini tentu akan mengurangi jumlah uang yang dapat disisihkan sebagai modal investasi.

Selain itu, jika terlalu banyak memiliki hutang, maka akan meningkatkan risiko kegagalan pembayaran hutang yang akan dilakukan. Sebab, ketika investasi yang kamu lakukan tidak sesuai dengan harapan, maka pasti akan sulit untuk melunasi hutang yang terlalu banyak tersebut.

Jika memang memiliki hutang, pastikan memiliki rencana yang matang untuk melunasi hutang tersebut sebelum memulai investasi. Kamu bisa memperhitungkan besarnya cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan dan pastikan bahwa penghasilan cukup untuk membayar cicilan tersebut dan masih menyisakan sebagian uang sebagai modal investasi.

Memahami Jenis-Jenis Investasi

Sebelum memulai investasi, sangat penting bagi untuk mengetahui jenis-jenis investasi yang ada dan resiko yang terkait dengan masing-masing jenis investasi. Hal ini bertujuan untuk membantu memilih jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu.

Beberapa jenis investasi yang umum di antaranya adalah saham, obligasi, reksadana, deposito, dan properti. Setiap jenis investasi memiliki karakteristik yang berbeda dan resiko yang berbeda pula.

Misalnya, investasi saham memiliki resiko cukup tinggi karena fluktuasi pasar yang cepat dan tiba-tiba. Namun, jika berhasil, investasi saham bisa memberikan keuntungan yang cukup besar dalam waktu yang relatif singkat.

Di sisi lain, obligasi memiliki resiko yang lebih rendah dibandingkan saham, tetapi keuntungannya juga relatif lebih rendah. Obligasi cenderung stabil dan aman, namun tidak memiliki potensi keuntungan yang besar seperti saham.

Reksa dana adalah investasi yang terdiri dari sekumpulan aset seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Resiko investasi reksa dana cenderung lebih rendah dibandingkan dengan investasi saham, namun tetap memiliki potensi keuntungan yang cukup menjanjikan.

Sementara itu, properti adalah investasi yang menguntungkan namun membutuhkan modal yang besar. Investasi properti bisa memberikan keuntungan yang stabil dalam jangka panjang, namun juga memiliki risiko yang cukup besar terutama terkait dengan fluktuasi harga pasar dan perubahan kebijakan pemerintah.

Dalam memilih jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi, pastikan kamu memperhitungkan resiko yang terkait dengan masing-masing jenis investasi. Sangat dianjurkan untuk tidak tergiur dengan potensi keuntungan yang besar tanpa memperhitungkan risiko.

Menentukan Jangka Waktu Investasi

Nah, ini hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam kapan harus memulai investasi, yaitu menentukan jangka waktu investasi yang akan dilakukan.

Menentukan jangka waktu investasi sangat penting karena akan memengaruhi keuntungan dan resiko yang akan kamu hadapi.

Jangka waktu investasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Jangka waktu investasi yang termasuk jangka pendek biasanya berkisar antara 1-3 tahun, sedangkan jangka waktu investasi yang termasuk jangka panjang biasanya lebih dari 3 tahun.

Jika memilih jenis investasi yang resikonya tinggi seperti saham, maka jangka waktu investasi yang cocok adalah jangka pendek. Hal ini dikarenakan investasi saham cenderung fluktuatif dalam jangka pendek, tetapi bisa memberikan keuntungan yang cukup besar jika tepat dalam memilih dan menganalisis.

Sebetulnya, tidak semua jenis investasi harus dilakukan dalam jangka panjang atau jangka pendek. Misalnya, investasi reksadana bisa dilakukan dalam jangka pendek atau jangka panjang tergantung pada jenis reksadana yang kamu pilih.

Itu tadi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kapan harus memulai investasi. Tentu calon investor tak boleh gegabah untuk menanamkan modalnya. Meski investasi bisa jadi jalan mencari cuan, kita tetap perlu merencanakannya agar tidak rungkad.

Baca Juga
Daftar UMK 2024 Terkecil di Pulau Jawa
sejarah black friday
Apa itu Soft Saving
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel