Mengganti Setengah Daging dengan Alternatif Nabati untuk Menyelamatkan Hutan

Mengganti Setengah Daging dengan Alternatif Nabati untuk Menyelamatkan Hutan

Mengganti Setengah Daging dengan Alternatif Nabati

DAFTAR ISI

Sediksi.com – Mungkin Sebagian orang memahami bahwa menjalani gaya hidup yang lebih berkelanjutan itu harus total padahal itu tidak sepenuhnya benar juga. Biasanya mereka akan fokus mengubah gaya hidup untuk mengganti seluruh daging dalam makanan dengan yang dianggap lebih “hijau”.

Nah, yang perlu kamu tahu adalah ada cara yang lebih “nyaman” untuk melakukannya, yakni mengganti setengah daging dengan alternatif nabati, ini merupakan langkah kecil, namun berhasil! Tidak harus total.

Penasaran dengan bagaimana cara melakukannya, apa saja manfaatnya, dan menu apa saja yang bagus untuk menggantikan setengah daging dengan alternatif nabati untuk mencukupi gizi harian? Selengkapnya akan Sediksi bahas dalam ulasan di bawah ini.

Mengganti Setengah Daging dengan Alternatif Nabati

Mengganti Setengah Daging dengan Alternatif Nabati untuk Menyelamatkan Hutan - Makanan Bergizi Lengkap jpg
Image from autostoresystem

Sebuah studi pada akhir 2022 yang diterbitkan di Nature Communications dengan judul Feeding climate and biodiversity goals with novel plant-based meat and milk alternatives, menggambarkan ini dengan baik.

Mereka mengungkapkan bahwa mengganti 50% produk hewani (babi, ayam, sapi, dan susu) dengan alternatif makanan berbasis tumbuhan dapat “mengurangi emisi global dari pertanian sebesar 31%, menyelamatkan hutan, dan meningkatkan gizi untuk jutaan orang.”

Para peneliti, yang berasal dari University of Vermont (UVM), International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), Alliance of Bioversity International, dan CIAT menggunakan model penggunaan lahan ekonomi global untuk menilai dampak sistem pangan dari pergeseran diet global menuju alternatif ini.

“Meskipun pengganti daging sapi memberikan dampak terbesar,” kata studi itu, “mengganti beberapa produk bersifat sinergis.”

Mereka mengatakan bahwa manfaat iklim dan keanekaragaman hayati tambahan dapat diperoleh dari penghutanan kembali lahan yang tidak lagi dibutuhkan untuk ternak ketika daging dan susu ditukar dengan alternatif berbasis tumbuhan.

Hal ini akan lebih dari dua kali lipat manfaat iklim dan mengurangi setengah penurunan integritas ekosistem pada tahun 2050.

Mereka mencatat bahwa area yang dipulihkan dapat berkontribusi hingga 25% dari kebutuhan restorasi lahan global yang diperkirakan di bawah Target 2 dari Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming Montreal pada tahun 2030.

Yang pasti sebuah gerakan ini akan “membutuhkan lebih dari ‘Senin Tanpa Daging’ untuk mengurangi emisi gas rumah kaca global yang menggerakkan perubahan iklim—dan studi ini menunjukkan kepada kita jalan ke depan” kata penulis studi Eva Wollenberg dari UVM.

Apa Saja Keuntungan dari Pola Makan ini?

Temuan ini mengungkapkan bahwa mengganti setengah daging dengan alternatif nabati akan secara substansial mengurangi dampak yang meningkat dari sistem pangan terhadap lingkungan alam.

Pada tahun 2050, dibandingkan dengan tahun 2020, efek positifnya meliputi:

  • Luas pertanian global menurun 12% alih-alih meningkat
  • Penurunan area hutan dan lahan alami lainnya hamper sepenuhnya akan terhenti
  • Input nitrogen ke lahan pertanian hamper setengah dari proyeksi
  • Penggunaan air menurun sebesar 10% alih-alih meningkat
  • Tanpa memperhitungkan penyerapan karbon di lahan yang tersisa, emisi gas rumah kaca dapat menurun sebesar 2,1 Gt CO2eq tahun-1 (31%) pada tahun 2050 (1,6 Gt CO2eq tahun-1 rata-rata pada tahun 2020-2050).
  • Kekurangan gizi secara global menurun menjadi 3,6%, dibandingkan dengan 3,8% pada skenario referensi (mengurangi jumlah orang yang kekurangan gizi sebanyak 31 juta).

Studi tersebut juga menemukan bahwa penggantian produk hewani dengan alternatif berbasis tumbuhan dapat meningkatkan kekurangan kalsium, vitamin A, dan vitamin B12 di beberapa wilayah.

Oleh karena itu, para peneliti menyarankan untuk menggabungkan strategi ini dengan intervensi lain, seperti suplementasi, fortifikasi, dan diversifikasi makanan.

Mereka juga menekankan bahwa pergeseran diet harus disesuaikan dengan konteks lokal dan preferensi budaya. “Kami tidak mengatakan bahwa semua orang harus menjadi vegan atau vegetarian,” kata penulis utama Tim Searchinger dari IIASA.

“Tetapi kami menunjukkan bahwa mengganti setengah produk hewani dengan alternatif berbasis tumbuhan dapat membuat perbedaan besar bagi planet ini tanpa memerlukan perubahan radikal dalam apa yang kita makan” lanjutnya.

Nah itu dia ulasan mengenai mengganti setengah daging dengan alternatif nabati, dengan melakukan itu, para peneliti yakin akan dapat mengurangi emisi global dari pertanian sebesar 31%, menyelamatkan hutan, dan meningkatkan gizi untuk jutaan orang.

Sekian ulasannya, semoga membantumu dan siapa tau membuatmu bergerak untuk memiliki pola hidup, utamanya pola makan yang sehat tanpa perlu mengganti total seluruh menumu dengan hanya mengganti 50%-nya saja.

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel