12 Ide Lomba Hari Ibu yang Mudah dan Asik

12 Ide Lomba Hari Ibu yang Mudah dan Asik

ide lomba hari ibu apa saja

DAFTAR ISI

Menjelang 22 Desember, ide lomba Hari Ibu sering jadi topik obrolan di sekolah, kantor, atau lingkungan rumah. Bukan karena ingin acara yang mewah, tapi karena ingin merayakan Hari Ibu dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. 

Sayangnya, memilih lomba yang pas sering terasa lebih rumit dari yang dibayangkan, ya toh?

Lomba Hari Ibu apa saja? Ada banyak macamnya, walau sebenarnya tidak harus ribet atau penuh aturan. Yang penting ada kebersamaan, tawa, dan momen yang berkesan.

Lomba Hari Ibu sebaiknya dipandang sebagai sarana kebersamaan, bukan ajang adu kemampuan, apalagi untuk dipertandingkan. Selain itu, peringatan ini juga identik dengan hari untuk menghargai peran seorang ibu.

Beberapa contoh lomba di bawah ialah jenis lomba yang dekat dengan keseharian ibu-ibu.

Ide lomba Hari Ibu

12 Ide Lomba Hari Ibu yang Mudah dan Asik - ide lomba mewarnai hari ibu
unsplash/michael ali

Lomba Memasak Menu Favorit Keluarga

Peserta diminta memasak satu menu yang punya cerita pribadi. Bisa resep andalan ibu, masakan warisan nenek, atau menu sederhana yang selalu dirindukan di rumah. Penilaian tidak hanya rasa, tapi juga kisah di baliknya, jadi semua orang punya peluang yang sama.

Lomba Merangkai Bunga

Lomba ini menarik karena hasilnya langsung terasa. Anak, pasangan, atau anggota keluarga lain merangkai bunga sesuai imajinasi mereka tentang sosok ibu. Tidak perlu teknik florist profesional, justru rangkaian yang polos sering terasa paling jujur.

Lomba Fashion Show Ibu dan Anak

Bukan soal catwalk sempurna, tapi kebersamaan di atas panggung. Peserta bisa memakai busana sehari-hari, seragam kerja, atau pakaian yang punya cerita khusus. Momen lucu dan canggung biasanya jadi bagian terbaik dari lomba ini.

Lomba Menulis Surat untuk Ibu

Peserta diajak berhenti sejenak dari rutinitas dan menuliskan hal-hal yang jarang diucapkan. Surat bisa berisi terima kasih, permintaan maaf, atau kenangan kecil. Saat dibacakan, suasana sering berubah jadi hening dan penuh emosi.

Lomba Membaca Puisi Bertema Ibu

Puisi memberi ruang bagi perasaan yang sulit dijelaskan secara langsung. Peserta bebas memilih karya sendiri atau puisi favorit. Yang dinilai bukan teknik membaca, melainkan penghayatan dan keberanian menyampaikan rasa di depan orang lain.

Lomba Foto Kenangan

Peserta mengirimkan satu foto yang punya makna khusus, lalu menceritakan kisah singkat di baliknya. Bisa foto lama, foto sederhana di rumah, atau momen kecil yang jarang disadari pentingnya sebelum dilihat kembali.

Lomba Menghias Kue

Kue menjadi media bermain dan berekspresi. Peserta bebas menghias sesuai tema Hari Ibu tanpa standar yang kaku. Hasilnya memang bisa berantakan, tapi prosesnya sering penuh tawa dan interaksi yang hangat.

Lomba Tebak Lagu Kenangan

Panitia menyiapkan potongan lagu-lagu lama yang akrab di telinga para ibu. Peserta menebak judul atau melanjutkan lirik. Lomba ini cepat mencairkan suasana dan sering memicu cerita-cerita nostalgia yang tidak direncanakan.

Lomba Video Ucapan Hari Ibu

Peserta membuat video singkat berisi ucapan, cerita, atau pesan untuk ibu. Tidak perlu edit rumit. Justru video sederhana dengan ekspresi jujur sering lebih menyentuh daripada konsep yang terlalu dibuat-buat.

Lomba Cerdas Cermat Keluarga

lomba foto hari ibu
unsplash/hillshire farm

Lomba ini melibatkan ibu sebagai bagian dari tim keluarga. Pertanyaannya ringan, seputar keseharian, kebiasaan rumah, atau hal-hal kecil yang sering luput diperhatikan. Seru karena menguji seberapa kenal anggota keluarga satu sama lain.

Lomba Senam

Gerakan dibuat sederhana dan bisa diikuti semua usia. Fokusnya bukan ketepatan, tapi kekompakan. Biasanya lomba ini dipenuhi tawa karena gerakan yang tidak sinkron justru jadi hiburan tersendiri.

Lomba Dekorasi Meja Makan Keluarga

Peserta menata meja makan dengan perlengkapan yang ada di rumah. Tidak perlu dekor mahal. Yang dinilai adalah suasana hangat yang tercipta, karena meja makan sering menjadi tempat cerita dan kebersamaan keluarga dimulai.

Lomba Ibu-ibu berkelompok

Alternatif jika ibu-ibu ingin kegiatan Hari Ibu yang lebih seru. Konsepnya mirip dengan lomba Agustus-an. Bisa dilakukan ketika ingin lucu-lucuan.

Balap sarung estafet

Jalan cepet sambil nyenggol harga diri sendiri, bergantian antar anggota tim.

Memindahkan bola pakai sendok besar

Koordinasi tim diuji, kesabaran diuji, gravitasi ikut nimbrung.

Joget balon berpasangan

Balon dijepit, musik jalan, tawa pecah, balon kalah duluan.

Estafet memeras spons ke botol

Terlihat sepele, ternyata bikin ribut soal “itu belum cukup penuh”.

Tebak gaya berantai

Satu ibu bergaya, satu menafsirkan, satu lagi protes karena “maksudnya bukan itu”.

Sederhana, murah, dan efektif bikin satu RT kompak tertawa bareng.

Lomba Ibu-ibu Individu

Makan Kerupuk

Ujian kesabaran, teknik leher, dan kemampuan pura-pura santai saat kerupuk muter sendiri.

Balap Kelereng Pakai Sendok

Jalan pelan, napas ditahan, kelereng tidak peduli dengan harapan siapa pun.

Memasukkan Pensil ke Botol

Terlihat mudah sampai disaksikan satu kampung dan pensilnya mendadak kehilangan arah hidup.

Tiup Balon Sampai Pecah

Antara kapasitas paru-paru dan keberanian menerima suara ledakan kecil.

Memindahkan Kacang Pakai Sumpit

Tenang di luar, kacau di dalam. Penonton selalu merasa bisa lebih cepat.

Rapi, siap ditempel di proposal, dan tetap berpotensi bikin ketawa massal.

Lomba Hari Ibu bukan sekadar hiburan atau ajang seru-seruan. Lebih dari itu, setiap lomba adalah cara untuk menghargai dan mengingat peran ibu, baik ia seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus keluarga, maupun ibu yang bekerja dan harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Dengan memilih lomba yang tepat, lomba hari ibu menjadi momen untuk menegaskan betapa penting kontribusi ibu dalam hidup kita, sambil menciptakan kenangan hangat dan kebersamaan yang tak terlupakan.

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel