Respon Rusia atas Terpilihnya Liz Truss sebagai PM Inggris Saat Ini

Respon Rusia atas Terpilihnya Liz Truss sebagai PM Inggris Saat Ini

liz truss

DAFTAR ISI

Pemungutan suara untuk menentukan PM Inggris kembali dilaksanakan pada Senin, 5 September 2022. Hasilnya, Liz Truss dari Partai Konservatif menggantikan Boris Johnson yang mengundurkan diri bulan Juli lalu. Kabar terpilihnya Liz Truss ini juga diprediksi akan memperburuk hubungan antara Inggris dan Rusia.

Dilansir dari media Reuters, kemenangan telah diraih oleh Liz Truss setelah mengantongi 81.326 suara atau sekitar 57 persen suara anggota Partai Konservatif. Sementara pesaingnya, Rishi Sunak yang merupakan mantan Menteri Keuangan Inggris hanya meraih 47 persen atau sebanyak 60.399 suara anggota partai.

Profil Perdana Menteri Inggris Liz Truss

Liz Truss merupakan putri dari seorang profesor matematika. Sedangkan ibunya, adalah seorang perawat. Pernikahanya dengan Hugh O’Leary melahirkan dua anak perempuan yang saat ini sedang remaja. Profil lengkap Liz Truss adalah sebagai berikut:

  • Nama lengkap: Mary Elizabeth Truss
  • Tempat & Tanggal lahir: Oxford, 26 Juli 1975
  • Tempat tinggal: London dan Norfolk
  • Pendidikan: Roundhay School, Leeds & Universitas Oxford
  • Jabatan sebelumnya: Menteri Luar Negeri Inggris

Liz Truss, The Iron Lady

The Iron Lady sebenarnya adalah julukan yang disematkan kepada mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher. Julukan bisa disematkan kembali kepada Liz Truss yang memiliki banyak kemiripan PM Inggris tahun 1979-1990 tersebut.

Meski di masa mudanya Liz Truss termasuk orang yang ikut demonstrasi terhadap kebijakan Margaret Thatcher, setelah dewasa ia justru masuk ke dalam Partai Konservatif sebagaimana Thatcher. Liz Truss juga menambah daftar nama PM Inggris perempuan, selain Margaret Thatcher dan Theresa May.

Lahir dari Keluarga Sosialis, Membesarkan Nama Melalui Partai Konservatif

Lahir dari keluarga akademisi dan medis, membuat Truss kecil juga menjadi bagian sipil yang menolak nuklir dan PM Inggris kala itu, Margaret Thatcher. Di usia yang baru tujuh tahun, Truss sempat memerankan Thatcher dalam sebuah sandiwara parodi bertema pemilihan umum.

Truss sendiri saat pidato di tahun 2018 juga pernah berkata, “berdebat melawan orang tua sosialis saya di rumah sayap kiri kami.”

Siapa sangka, nyaris empat dekade kemudian, Truss menjadi pimpinan Partai Konservatif sebagaimana Thatcher yang ia ejek kala itu. Semakin mirip, ia kini menjadi PM Inggris juga.

Seorang libertarian yang juga teman masa kuliah Truss, Mark Littleword, bahkan lebih konservatif ketimbang Thatcher. Menurutnya, Truss adalah orang yang tidak hanya memiliki pendirian teguh, tapi juga keras kepala dan frontal.

Terpilihnya Truss Membuat Hubungan Rusia dan Inggris Makin Renggang

Banyak kritikus Inggris yang menilai bahwa kepemimpinan Truss tidak akan mengatasi masalah gejolak ekonomi pasca pandemi dan Brexit. Tak hanya itu, hubungan London-Moskow diperkirakan akan jauh dari kata harmonis dalam beberapa waktu ke depan.

Rusia melalui juru bicara Kantor Kepresidenan Kremlin pun ikut merespon kabar terpilihnya Truss menjadi PM Inggris. Dmitry Peskov mengatakan kalau Rusia tidak akan berharap banyak akan adanya perbaikan hubungan Rusia dan Inggris di masa kepemimpinan Truss.

Dilansir dari kantor berita TASS, Dmitry Peskov berkata, “”Menilai dari pernyataan yang dibuat oleh Ibu Truss ketika dia masih menjadi menteri luar negeri, orang dapat mengatakan dengan pasti bahwa tidak ada perubahan yang lebih baik yang diharapkan.”

Pasalnya, sejak invasi Rusia ke Ukraina, Truss yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris sering melontarkan pernyataan-pernyataan anti-Moskow.

Kendati demikian, Dmitry Peskov juga mengatakan bahwa para calon PM Inggris lainnya juga seakan bersaing dalam upaya menyuarakan anti-Rusia. “Oleh karena itu, saya tidak berpikir bahwa kita dapat mengharapkan sesuatu yang positif,” ungkap Peskov, sebagaimana dikutip dari The Independent.