Sejarah Kartu Merah dan Kartu Kuning, Ternyata Terinspirasi dari Lampu Lalu Lintas!

Sejarah Kartu Merah dan Kartu Kuning, Ternyata Terinspirasi dari Lampu Lalu Lintas!

Sejarah Kartu Merah dan Kartu Kuning

DAFTAR ISI

Sediksi.com – Sejak mulai dimainkan secara lebih terorganisir, aturan atau regulasi dalam dunia sepak bola terus mengalami perkembangan hingga hari ini. Salah satu yang paling signifikan ialah terkait penciptaan aturan kartu. Lalu, bagaimana sejarah kartu merah dan kartu kuning di sepak bola?

Meskipun saat ini telah menjadi pemandangan umum di pertandingan sepak bola, kartu merah dan kartu kuning sebenarnya baru mulai diterapkan pada pertengahan abad 20.

Artikel berikut akan mengulas lebih jauh terkait sejarah kartu merah dan kartu kuning di lapangan hijau.

Sejarah Kartu Merah dan Kartu Kuning

Sebelum Ada Kartu

Sejarah Kartu Merah dan Kartu Kuning, Ternyata Terinspirasi dari Lampu Lalu Lintas! - john langenus
Gambar: Conmebol

Kartu merah dan kartu kuning bisa dibilang merupakan salah satu alat yang digunakan wasit untuk mendisiplinkan para pemain dalam pertandingan sepak bola. Namun, jika menengok ke sejarahnya, cara pendisiplinan seperti ini tidak selalu digunakan.

Kehadiran seorang wasit sebagai pengadil tertinggi di atas lapangan seperti yang kita kenal hari ini mulai secara resmi diterapkan sekitar tahun 1891. Saat itu pengunaan kartu kuning dan merah belum dikenal.

Jika seorang wasit ingin memperingatkan atau mengusir pemain yang dianggap melakukan pelanggaran tertentu, ia cukup mengatakan hal tersebut secara langsung kepada sang pemain.

Lalu, jika pendisiplinan dapat ditegakkan cukup lewat komunikasi langsung saja, mengapa kemudian kartu merah dan kartu kuning diciptakan?

Latar Belakang Terciptanya Kartu Merah dan Kartu Kuning

Sejarah Kartu Merah dan Kartu Kuning, Ternyata Terinspirasi dari Lampu Lalu Lintas! - Ken Aston Battle of Santiago
Gambar: getty images

Sejarah kartu merah dan kartu kuning bisa dikatakan dimulai pada Juni 1962. Saat itu, seorang wasit berkebangsaan Inggris, Ken Aston, menjadi pengadil pada laga Piala Dunia 1962, antara tuan rumah Chili dengan timnas Italia. Laga yang kemudian dikenal sebagai ‘Battle of Santiago’ tersebut berjalan sangat keras.

Laga berjalan 12 detik, pelanggaran sudah langsung terjadi. Memasuki menit 8, pemain Italia, Giorgio Ferrini, diusir dari lapangan. Namun, ia menolak meninggalkan lapangan sehingga sekelompok polisi harus turun tangan dan memaksa Ferrini keluar.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa karena kendala bahasa, Ferrini tidak mengerti ucapan Aston yang mengusirnya sehingga ia menolak meninggalkan lapangan.

Laga yang berjalan sangat keras tersebut agaknya meninggalkan kesan tersendiri bagi Aston. Pada 1963, ia pensiun sebagai wasit.

Aston kemudian diminta untuk bergabung ke dalam komite wasit FIFA, dan pada Piala Dunia 1966, ia menjadi penanggungjawab semua wasit pada turnamen yang dilangsungkan di Inggris tersebut.

Laga perempatfinal yang mempertemukan tuan rumah Inggris dengan Argentina kala itu dapat dikatakan menjadi titik balik sejarah kartu merah dan kartu kuning di dunia sepak bola.

Kapten tim tango, Antonio Rattin, diusir dari laga tersebut. Namun, ia menolak meninggalkan lapangan dan terlihat berdebat dengan wasit asal Jerman, Rudolf Kreitlein, meskipun keduanya nampaknya tidak mengerti satu sama lain karena kendala bahasa.

Selain itu, pemain The Three Lions, Jack Charlton, sempat mendapat peringatan dari wasit. Namun, Charlton baru mengetahui hal tersebut dari laporan surat kabar yang ia baca keesokan harinya.

Pertama Kali Diperkenalkan

Sejarah Kartu Merah dan Kartu Kuning, Ternyata Terinspirasi dari Lampu Lalu Lintas! - DfqsOZfXkAMCDek
Gambar: twitter/@CaciqueENG

Pasca laga perempatfinal Piala Dunia 1966 tersebut, Aston meninggalkan stadion Wembley dan mengendarai mobil menuju rumahnya.

Dalam perjalanan, ia berhenti di lampu lalu lintas dan dari situ ia mendapatkan inspirasi terkait sebuah aturan yang selanjutnya membawa dampak besar pada dunia sepak bola.

Ide yang diperoleh dari lampu merah yang berarti berhenti serta lampu kuning yang berarti hati-hati ini kemudian diajukan oleh Aston kepada FIFA.

Untuk memberi kejelasan, baik terhadap para pelaku pertandingan maupun terhadap publik, maka sebuah alat bantu visual yang merepresentasikan keputusan wasit di lapangan menjadi semakin penting.

Kartu merah dan kartu kuning pertama kali diterapkan pada Piala Dunia 1970 Meksiko. Pemain Uni Soviet, Kaji Asatiani, menjadi orang pertama yang mendapatkan peringatan melalui kartu kuning pada laga pembuka menghadapi Meksiko.

Sementara pemain pertama yang diusir dari lapangan menggunakan kartu merah adalah penyerang timnas Chili, Carlos Caszely, pada laga Piala Dunia 1974 menghadapi Jerman Barat.

Selanjutnya, kartu merah dan kartu kuning semakin populer dan membuat penggunaannya semakin diperluas hingga menjadi salah satu aturan universal dalam dunia sepak bola.

Penggunaan dua kartu ini juga diadopsi oleh olahraga lain, misalnya pada rugby serta polo air.

Itu tadi ulasan singkat terkait sejarah kartu merah dan kartu kuning di dunia sepak bola. Dari ulasan di atas dapat dilihat bahwa dalam penegakan aturan di atas lapangan, kendala bahasa sering menjadi masalah yang membingungkan tidak hanya pemain maupun staf, namun juga penonton sepak bola.

Kartu merah dan kartu kuning sebagai alat komunikasi visual yang bersifat universal hadir sebagai solusi atas persoalan tersebut.

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel