Sejarah Sepak Bola Perempuan: Perjuangan Berliku Menuju Kesuksesan

Sejarah Sepak Bola Perempuan: Perjuangan Berliku Menuju Kesuksesan

Sejarah Sepak Bola Perempuan

DAFTAR ISI

Sediksi.com – Meskipun baru mengalami peningkatan popularitas global setidaknya dalam 2 dekade terakhir, sejarah sepak bola perempuan ternyata sudah bisa dilacak kemunculannya sejak berabad-abad lalu.

Walaupun sudah eksis sejak lama, perkembangan sepak bola perempuan tidak selalu berjalan mulus. Di Inggris misalnya, perempuan sempat dilarang bermain di lapangan sepak bola yang berafiliasi dengan Football Association (FA) pada tahun 1921, meski cabang ini terbilang sangat populer kala itu.

Lalu, bagaimana lika liku perjalanan sepak bola perempuan hingga akhirnya mampu berada di titik seperti saat ini? Berikut ulasan terkait sejarah sepak bola perempuan.

Sejarah Sepak Bola Perempuan

Periode Awal

Sejarah Sepak Bola Perempuan: Perjuangan Berliku Menuju Kesuksesan - The British Ladies Football Club in 1895 1
Gambar: getty images

Sejarah sepak bola perempuan nyatanya tidak terlepas dari sejarah olahraga ini secara umum. Dikutip dari The Global Game, salah satu bentuk paling purba permainan menendang bola, yaitu “tsu chu”, ternyata juga melibatkan pemain perempuan di dalamnya.

Ini dibuktikan oleh sebuah lukisan dari periode Dinasti Han Akhir (25-220 M) yang memperlihatkan sosok perempuan yang ikut bermain bola pada permainan “tsu chu.”

Selanjutnya, situs Scottish FA menyebutkan bahwa pada periode akhir abad 18 digelar pertandingan sepak bola perempuan tahunan di area Midlothian, Skotlandia.

Laga sepak bola perempuan level internasional pertama digelar pada 1881 di stadion Hibernian Park, Edinburg. Tim Skotlandia menjamu tim Inggris pada laga tersebut yang berkesudahan dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Dikutip dari BBC, beberapa hari setelahnya, sebuah pertandingan kembali digelar di Glasgow. Namun, laga ini berakhir ricuh setelah ratusan laki-laki menyerbu lapangan. Pertandingan pun dihentikan dan para pemain dievakuasi, di tengah-tengah bentrok antara penonton dan polisi.

Sementara di Inggris, pada tahun 1895 dibentuk tim bernama The British Ladies Football Club (BLFC), meskipun setahun sebelumnya para tenaga medis profesional menyerukan agar perempuan tidak diperbolehkan bermain sepak bola.

Tim BLFC sendiri dikapteni oleh Mary Hutson, yang tampil dengan nama samaran Nettie Honeyball. Laga debut dari tim yang banyak diisi oleh para perempuan kelas menengah ini disaksikan sekitar 12 ribu pasang mata.

Perang Dunia dan Perkembangan Pesat Sepak Bola Perempuan

Sejarah Sepak Bola Perempuan: Perjuangan Berliku Menuju Kesuksesan -
Gambar: Forbes

Sejarah sepak bola perempuan menunjukkan bahwa Perang Dunia menjadi momentum perkembangan pesat olahraga ini di kalangan perempuan, khususnya dari golongan kelas pekerja.

Meletusnya Perang Dunia I membuat banyak laki-laki dikirim ke medan pertempuran. Ini kemudian membuat banyak perempuan yang mengisi ‘peran tradisional laki-laki’ saat itu, seperti bekerja dan olahraga.

Beberapa tim sepak bola perempuan mulai bermunculan. Pada 1918 bahkan digelar sebuah turnamen bernama Munitionettes Cup, yang diperuntukkan bagi para buruh perempuan pabrik mesiu. Turnamen ini diikuti sebanyak 30 tim.

Selain itu, ada cukup banyak pertandingan lain yang digelar dari 1915 hingga memasuki periode 1920-an dan mendapat dukungan dari pemerintah Britania Raya.

Dikutip dari Hull Live, salah satu alasan dukungan ini karena dapat meningkatkan pemasukan tiket dari laga-laga tersebut sepenuhnya disumbangkan untuk badan amal perang serta digunakan untuk mendanai kebutuhan perang.

Sepak Bola Perempuan Sempat Dilarang

Sejarah Sepak Bola Perempuan: Perjuangan Berliku Menuju Kesuksesan - Football mudlarks womensfootball
Gambar: Edinburgh University Library Blogs

Sebuah tim pabrik dari Preston bernama Dick, Kerr Ladies, menjadi yang paling populer memasuki periode 1920-an. Dikutip dari The Guardian, laga Dick, Kerr Ladies menghadapi St. Helens di Goodison Park dihadiri 53 ribu penonton.

Sayangnya, kepopuleran tersebut malah menjadi bumerang bagi sepak bola perempuan. Setahun kemudian, FA memilih untuk melarang perempuan bermain di lapangan sepak bola yang berafiliasi dengan badan tertinggi sepak bola Inggris Raya tersebut.

Pengalihan hasil pemasukan pertandingan untuk tujuan-tujuan politik kelas pekerja, alih-alih untuk mendukung mereka yang terluka akibat perang, disebut-sebut menjadi salah satu alasan yang melatarbelakangi pelarangan ini.

Keputusan yang dikeluarkan pada 1921 ini sendiri bukan yang pertama bagi FA. Dikutip dari The Guardian, pada periode 1890-an serta pada tahun 1902, badan ini sempat melakukan beberapa upaya pembatasan terhadap perkembangan sepak bola perempuan.

Kebangkitan Sepak Bola Perempuan

Sejarah Sepak Bola Perempuan: Perjuangan Berliku Menuju Kesuksesan - COPA 71
Gambar: Variety

Menyusul kesuksesan Piala Dunia 1966 di Inggris, The English Women’s FA akhirnya dibentuk pada 1969. Periode 1970-an menjadi sebuah titik balik dengan dicabutnya larangan sepak bola perempuan di beberapa negara.

Pada tahun 1970, sempat digelar kejuaraan Piala Dunia Perempuan yang diinisiasi oleh Federation of Independent European Female Football (FIEFF), sebuah badan yang berbasis di Torino, Italia. Kejuaraan yang sama kembali digelar setahun berikutnya yang bertempat di Meksiko.

Selain pagelaran Piala Dunia Perempuan Meksiko, tahun 1971 juga mencatatkan sebuah peristiwa bersejarah. Dalam sebuah jajak pendapat yang diinisiasi UEFA, 31 negara sepakat untuk mengikutkan sepak bola perempuan sebagai bagian dari asosiasi sepak bola nasional masing-masing.

Pada periode 1970-an, Italia menjadi negara pertama yang berupaya memprofesionalkan sepak bola perempuan dengan status paruh-waktu. Pada 1988, liga Swedia, Damallsvenskan, menjadi kompetisi sepak bola perempuan profesional pertama di dunia.

Pada 1985, Amerika Serikat membentuk timnas sepak bola perempuan mereka (USWNT). Di Asia, Jepang menjadi negara pertama yang membentuk liga sepak bola perempuan dengan status paruh-waktu pada 1989, yang kemudian menjadi sepenuhnya profesional pada 2020.

Piala Dunia Perempuan FIFA

Sejarah Sepak Bola Perempuan: Perjuangan Berliku Menuju Kesuksesan - AP23232460819897 1692536962
Gambar: Al Jazeera

Pada 1988, FIFA menggelar turnamen sepak bola perempuan internasional bertajuk FIFA Women’s Invitation Tournament yang diikuti 12 negara dari 6 konfederasi.

Kesuksesan turnamen ini kemudian mendorong berlangsungnya Piala Dunia Perempuan FIFA pertama tahun 1991. Timnas Amerika Serikat keluar sebagai juara pada turnamen yang digelar di Tiongkok tersebut.

Setelahnya, turnamen ini terus diadakan setiap 4 tahun sekali. Sejauh ini, sudah ada total 9 Piala Dunia Perempuan yang digelar, di mana AS menjadi peraih gelar terbanyak (4), disusul Jerman (2), lalu Norwegia, Jepang, dan Spanyol (1).

Piala Dunia Perempuan bisa dikatakan sebagai turnamen terpopuler serta tersukses dalam sejarah sepak bola perempuan. Edisi terakhir yang digelar di Australia dan Selandia Baru memecahkan sejumlah rekor terbaru pada jumlah penonton TV dan stadion.

Demikian ulasan terkait sejarah sepak bola perempuan. Tak dapat dipungkiri bahwa popularitas sepak bola perempuan tengah memasuki masa keemasannya.

Dengan semakin meningkatnya kualitas permainan serta level kompetisi yang ditampilkan, sepak bola perempuan diprediksi akan mencapai tingkat popularitas yang lebih tinggi lagi dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel