Korelasi Ruang Digital dan Hak Asasi Manusia

Korelasi Ruang Digital dan Hak Asasi Manusia

Korelasi Ruang Digital dan Hak Asasi Manusia
Unsplash/FLY:D

DAFTAR ISI

Sediksi.com – Dalam era digital yang semakin maju seperti saat ini, ruang digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Ruang digital memberikan akses ke informasi, komunikasi, dan hiburan yang tidak terbatas. 

Namun, dibalik kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan oleh ruang digital, terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam menjaga hak asasi manusia.

Pengertian HAM

Korelasi Ruang Digital dan Hak Asasi Manusia - 1000003179
Freepik/rawpixel

Dikutip dari undang-undang tentang hak asasi manusia bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng.

Oleh sebab itu, hak asasi manusia harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi atau dirampas oleh siapapun.

Menurut Kemenkumham, hak asasi manusia meliputi berbagai hal seperti hak untuk hidup, hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan, hak mengembangkan diri, hak memperoleh keadilan, hak atas kebebasan pribadi, hak atas rasa aman, hak atas kesejahteraan, hak turut serta dalam pemerintahan, hak anak dan hak wanita. 

Korelasi ruang digital dan hak asasi manusia

Jika dikaitkan dengan konteks ruang digital, hak asasi manusia menjadi semakin penting karena ruang digital sudah menjadi bagian dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia, seperti hak atas rasa aman, kebebasan berekspresi, hak atas informasi dan hak pengembangan diri.

Tantangan terbesar dalam menjaga hak asasi manusia di ruang digital adalah masalah privasi yang termasuk dalam hak atas rasa aman.

Perlindungan data pribadi

Dalam hal ini perlindungan data pribadi menjadi fokus utama. Faktanya, pada era digital ini pengumpulan data pribadi menjadi sangat mudah dilakukan. Sehingga memiliki potensi untuk digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini dapat mengancam hak privasi dan kebebasan seseorang.

Kebebasan berekspresi

Selain itu, kebebasan berekspresi juga menjadi isu penting dalam ruang digital. Hal ini disebabkan, ruang digital memberikan akses yang lebih luas untuk berekspresi dan berbagi informasi. Akan tetapi, kebebasan berekspresi dapat disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoax yang berakibat merugikan orang lain.

Hak atas informasi

Tak hanya itu, Topik yang juga menjadi sorotan dalam ruang digital adalah hak atas informasi. Akses atas informasi menjadi semakin mudah dan cepat. Namun, informasi yang tersebar di ruang digital tidak selalu akurat dan dapat memicu konflik atau kekerasan.

Menurut website kominfo, ujaran kebencian ini meliputi penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menenangkan, memprovokasi, menghasut, dan menyebar luaskan berita hoax.

Oleh sebab itu, perlu ada regulasi yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan terhadap fitnah dan kebencian.

Keamanan siber

Hal lain yang juga akan menjadi tantangan dalam menjaga hak asasi manusia di ruang digital adalah masalah keamanan siber. Serangan siber dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. 

Serangan siber dapat mengancam hak privasi dan kebebasan individu, serta merusak infrastruktur penting seperti sistem keuangan. Terdapat banyak sekali serangan siber yang ada di ruang digital dan akan berpotensi merugikan.

Terdapat beberapa contoh serangan siber yang bisa terjadi di ruang digital seperti penyebaran virus, pencurian data dan juga informasi rahasia hingga pembobolan akun media sosial dan lain sebagainya.

Peran pemerintah dan masyarakat

Disinilah peran penting pemerintah dalam menyusun aturan mengenai perlindungan data pribadi bagi seluruh masyarakat yang terhubung dengan internet dan melakukan aktivitasnya di dalam ruang digital. Tak hanya membuat, namun juga melaksanakannya dengan tepat.

Dengan adanya isu-isu mengenai ruang digital dan hak asasi manusia seperti yang sudah dijelaskan di atas, hak asasi manusia di ruang digital perlu diperkuat. Untuk memperkuat hak asasi manusia di ruang digital, perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah, dan lapisan masyarakat.

Pemerintah perlu membuat undang-undang dan regulasi yang tepat untuk melindungi hak asasi manusia di ruang digital. Sementara masyarakat perlu memperjuangkan hak asasi manusia dan memantau pelanggaran hak asasi manusia di ruang digital.

Ruang digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Namun, ruang digital juga menjadi sesuatu yang menakutkan dan berpotensi mengancam hak asasi manusia. Oleh karena itu, perlu ada upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa ruang digital digunakan secara benar dan tepat agar bisa menjaga hak asasi manusia pada setiap orang.

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel