Ingin Mendaki Gunung Pada Saat Haid? Perhatikan 7 Hal Ini

Ingin Mendaki Gunung Pada Saat Haid? Perhatikan 7 Hal Ini

mendaki gunung saat haid

DAFTAR ISI

Sediksi.com – Olahraga mendaki gunung tidak hanya banyak digemari oleh laki–laki. Namun, tak sedikit pula pendaki perempuan yang menekuni olahraga yang tergolong berat ini.

Secara alamiah, ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan saat mendaki gunung, yakni perempuan mengalami haid.

Lalu, apa yang harus dipertimbangkan sebelum mendaki gunung saat haid?

Seorang perempuan tentu akan mengalami masa haid yang berbeda–beda. Gejalanya pun bermacam–macam, ada yang tidak merasakan keluhan apapun pada saat haid, ada yang merasakan kram, nyeri dan lain–lain.

Meskipun dalam keadaan haid, seorang perempuan tentu diperbolehkan untuk mendaki gunung dengan syarat sudah mengetahui tanggal rutin datangnya masa haid. Hal ini berkaitan dengan pemilihan gunung dengan trek yang tidak terlalu berat sehingga pada saat pendakian tidak terlalu kelelahan.

Pada saat masa haid datang, tentu memerlukan persiapan khusus sehingga kenyamanan pada saat perjalanan tetap menyenangkan dan tidak terganggu. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan seorang pendaki perempuan pada saat haid.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mendaki Gunung Saat Haid

Mengenali Respon Tubuh pada Saat Haid

Gejala–gelaja yang timbul akibat datangnya masa haid tentu berbeda–beda, mulai dari tidak merasakan keluhan apapun pada saat haid hingga kram perut hingga pingsan. Oleh karena itu, hal ini sangat penting untuk diketahui oleh para pendaki perempuan guna melakukan persiapan khusus apabila terjadi gejala–gejala yang mengganggu pada saat pendakian.

Membawa Suplemen dan Pereda Nyeri

Zat besi sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan fisik, zat besi akan terbuang bersamaan dengan darah yang keluar pada saat haid. Sehingga, disarankan mengkonsumsi suplemen pada saat melakukan pendakian agar tidak mudah kelelahan.

Selain itu, obat pereda nyeri juga sangat penting untuk dibawa. Obat peda nyeri dapat meringankan rasa nyeri apa bila muncul keluhan–keluhan haid pada saat pendakian berlangsung. Obat–obatan lain yang dapat menambah tenaga juga penting untuk disiapkan agar dapat mempercepat pemulihan tenaga yang terkuras pada saat pendakian.

Membawa Pembalut Secukupnya

Pada saat masa haid datang, peran pembalut sangatlah penting apa lagi pada saat mendaki gunung yang memerlukan banyak sekali gerakan. Bagi para pendaki perempuan yang mendaki gunung saat haid, disarankan untuk membawa pembalut berukuran panjang, tebal serta berdaya serap tinggi.

Selain itu, ketersediaan pembalut juga wajib diperhatikan. Biasanya disiasati dengan cara membawa pembalut lebih banyak dari pada biasanya. Mungkin saja pendaki akan lebih sering mengganti pembalut karena berbagai kondisi.

Menyampaikan Kondisi Haid Kepada Kelompok

Pada saat mendaki gunung secara berkelompok, seorang pendaki wajib menyampaikan kondisi kepada anggota kelompoknya. Hal ini bertujuan agar dapat mengatur tempo perjalan dan waktu istirahat yang diperlukan.

Ini juga bisa meningkatkan rasa saling menjaga antar anggota kelompok dan saling memahami akan kondisi satu dan lainnya. Apabila seorang pendaki mengalami gejala–gejala yang timbul akibat haid, anggota lainnya akan membantu dan memahami kondisi yang sedang dialami pendaki.

Tetap Terhidrasi dan Menjaga Pola Makan

Pada saat haid, perempuan membutuhkan lebih banyak air. Terlebih pada saat melakukan pendakian yang akan menguras cairan dalam tubuh. Oleh karena itu, ketersediaan air yang mencukupi kebutuhan pada saat melakukan pendakian sangatlah penting agar tubuh tetap terhidrasi.

Perempuan yang mendaki gunung saat haid dianjurkan mengonsumsi dan membawa minuman isotonik untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Menjaga Kebersihan

Semua pendaki wajib menjaga kebersihan alam terutama menjaga kebersihan diri sendiri. Bagi pendaki perempuan mendaki gunung saat haid, sebaiknya membawa kantong sampah khusus untuk mengangkut pembalut bekas pakai kembali dari gunung.

Biasanya, pembalut akan menimbulkan bau yang kurang sedap karena darah yang keluar pada saat haid. Untuk menyiasatinya, pendaki perempuan bisa menambahkan kopi bubuk sebagai penetralisir bau.

Tidak Memaksakan Diri

Gejala–gejala yang timbul pada saat haid tentu tidak dapat dicegah. Apabila sudah mulai terasa gejala–gejala yang mengganggu, sangat disarankan bagi pendaki perempuan untuk bersitirahat sampai rasa nyeri akibat haid reda atau menghilang. Namun, jika kondisi fisik sudah tidak kuat dan gejala–gelaja akibat haid semakin parah, lebih baik tidak melanjutkan pendakian.

Itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika ingin mendaki gunung saat haid. Pasalnya, keadaan fisik bagaimanapun akan berpengaruh pada perjalanan.

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel