Mengapa Pendukung Barcelona Harus Khawatir Saat Bertemu PSG di 16 Besar UCL?

Mengapa Pendukung Barcelona Harus Khawatir Saat Bertemu PSG di 16 Besar UCL?

Pendukung Barcelona pantas was-was dengan performa tim pujaannya
Barcelona dan PSG
Ilustrasi: Ahmad Yani Ali R.

Tahun depan, berberapa pertandingan 16 besar Liga Champions Eropa atau UEFA Champions League (UCL) diprediksi bakal memberi tontonan menarik. Memang harus menarik, sebab Liga Champions merupakan ajang adu kuat klub-klub tangguh Eropa. Apalagi, tahun depan pandemi belum dipastikan bakal usai dan babak knock-out UCL diharapkan memberi hiburan.

Sorotan utama pada babak 16 besar nanti tertuju pada Barcelona. Los Blaugranas sepertinya cukup sial karena harus bertemu Paris Saint Germain (PSG) berdasarkan hasil drawing 16 besar UCL yang digelar Senin (14/20). Pertemuan ini terjadi lantaran Barcelona hanya menempati peringkat dua di babak grup, di bawah Juventus. Sementara PSG berhak atas pot unggulan setelah menjadi juara grup, di atas RB Leipzig dan Manchester United (MU). Peringkat ketiga harusnya tidak disebut.

Undian tersebut sekaligus menjadi ajang reuni Messi dan Neymar. Kali ini sebagai lawan. Dua konco kntl itu mungkin akan saling bujuk supaya mereka bisa kembali satu tim, entah Messi ke PSG atau Neymar kembali ke Barcelona.

Bukan tanpa alasan. Messi kontraknya habis akhir tahun nanti dan digadang-gadang ingin pergi dari Barcelona sejak akhir musim lalu. Terlebih setelah dipecundangi Bayern Munchen di babak 8 besar musim lalu, gelagat Messi sangat kentara. Apalagi ia juga beberapa kali berkonflik dengan pejabat klub asal Katalan itu.

Sebetulnya Messi bisa saja pergi akhir musim lalu, tetapi ia tidak ingin melawan klub yang membesarkan Namanya itu di jalur hukum. Hanya kecintaannya pada Barcelona lah yang membuatnya tetap bertahan. Peluang itu bisa dimanfaatkan Neymar untuk membujuk Messi memperkuat PSG.

Baca Juga: Akhir Kejayaan Ronaldo dan Messi

Melepas Messi juga dapat memberi Barcelona napas lega karena mereka terancam bangkrut mengingat gaji pemain-pemain bintang mereka membebani keuangan klub. Melepas Sang mega bintang merupakan pilihan yang masuk akal. Itu juga berarti Barcelona bakal memperoleh dana segar untuk merekrut pemain dengan kualitas mumpuni yang mungkin bisa menggantikan peran Messi.

Selain dibayangi kepergian Messi di akhir musim nanti, pendukung Barcelona pantas was-was dengan performa tim pujaannya. Di liga domestik, Barcelona tidak tampil konsisten dengan hanya mengemas 17 poin dari 11 pertandingan, hasil dari 3 kemenangan, dua kali imbang, dan 4 kekalahan. Sementara di babak grup UCL, mereka harus mengakui ketangguhan Juventus di Camp Nou dan membuat mereka harus puas di peringkat dua.

Di sisi lain, Messi barangkali akan memilih bertahan jika Barcelona serius memperbaiki kondisi internal klub, dan berkomitmen memperkuat skuat mereka. Poin kedua itu bisa jadi peluang sebaliknya, mengajak Neymar balik kucing ke Camp Nou, kendang Barcelona. Langkah ini bisa menebus kekeliruan mereka saat melepas pemain-pemain yang sudah nyetel dengan Messi.

Pasalnya, dalam 4 musim terakhir, Barcelona gagal secara tragis di babak knock-out UCL, dan kedatangan Neymar dipercaya mengembalikan kejayaan mereka di Eropa. Pada laga Barcelona vs PSG nanti, pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat PSG yang sedang tampil apik di Liga Prancis.

Catatan apik yang layak diingat, kemenangan dramatik Barcelona saat bertemu PSG di babak 16 besar UCL musim 2016/2017. Barca berhasil memecundangi PSG dengan agregat 6-5 berkat gol Sergi Roberto di injury time, momenyang kemudian dikenang sebagai “La Remontada”. Catatan tersebut menjadi kenangan manis bagi Cules, Pendukung Barcelona. Namun, Barcelona saat ini menempati posisi medioker di La Liga. Untuk mengalahkan PSG yang sedang on fire, Barcelona sepertinya butuh keajaiban.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp