Mau Lihat Sunrise Gunung Batur? Ini Beda Trekking dan Jeep Tour biar Gak Salah Pilih

Mau Lihat Sunrise Gunung Batur? Ini Beda Trekking dan Jeep Tour biar Gak Salah Pilih

image

DAFTAR ISI

Ngejar sunrise di Gunung Batur masih jadi salah satu agenda wajib kalau liburan ke Bali. Masalahnya, banyak yang bingung harus pilih trekking sampai puncak atau cukup naik jeep yang lebih santai.

Dua-duanya sama-sama bisa kasih pemandangan matahari terbit yang cantik, tapi pengalamannya jelas beda. Tenaga yang dibutuhkan, jam berangkat, sampai sudut pandangnya juga gak sama. Biar gak nyesel, yuk bandingin dulu sebelum booking!

1. Kenapa Gunung Batur jadi spot sunrise favorit?

Gunung Batur berada di Kintamani, Kabupaten Bangli, dengan ketinggian 1.717 meter di atas permukaan laut. Dilansir detikBali, dari puncaknya kalian bisa lihat Gunung Agung dan Gunung Abang berdampingan, bahkan Gunung Rinjani di Lombok kalau cuaca lagi cerah. Kalau beruntung, lautan awan juga bakal terhampar di bawah kaki kalian.

Di bawahnya, ada Danau Batur yang airnya kelihatan tenang dari ketinggian. Kombinasi gunung, danau, dan langit oranye inilah yang bikin banyak orang rela bangun dini hari. Gak heran kalau spot ini selalu ramai, apalagi saat musim liburan.

2. Trekking butuh tenaga, tapi pengalamannya paling seru

Kalau pilih trekking, kalian bakal jalan kaki sekitar 1 sampai 2 jam dalam gelap menuju puncak. Jalurnya didominasi pasir dan batu vulkanik yang makin curam mendekati puncak, tapi gak ada bagian yang butuh teknik panjat khusus. Selama pendakian, pemandu bakal jalan paling depan sambil bawa senter.

Sampai di puncak, rasa capek biasanya langsung kebayar begitu matahari mulai muncul. Banyak paket juga nyediain sarapan ringan di atas gunung, jadi kalian bisa makan sambil nunggu langit terang. Satu hal yang sering bikin kaget, jalan turunnya justru bikin pegal karena pasirnya licin, jadi pelan-pelan aja, ya!

Buat yang jarang olahraga, gak usah minder dulu. Kebugaran sedang biasanya udah cukup, asal kalian jalan dengan ritme sendiri dan gak maksa ngebut. Kalau napas mulai ngos-ngosan, bilang aja ke pemandu buat istirahat sebentar sambil minum.

3. Jeep tour cocok buat yang gak mau capek

Mau Lihat Sunrise Gunung Batur? Ini Beda Trekking dan Jeep Tour biar Gak Salah Pilih - image 4

Ilustrasi wisatawan menaiki mobil jeep (magnific.com)

Gak kuat jalan jauh atau lagi liburan bareng orangtua? Jeep tour bisa jadi jalan keluarnya. Kalian bakal diantar mobil 4×4 menyusuri lahan lava sampai ke titik pandang di sekitar kaldera, tanpa perlu mendaki sama sekali.

Pemandangan sunrise-nya tetap dapat, cuma dari sudut yang berbeda dibanding dari puncak. Pilihan ini juga pas buat anak-anak, karena trekking biasanya gak disarankan buat anak di bawah 6 tahun. Selain itu, jalur lava hitam yang dilewati jeep juga seru banget buat foto-foto.

Meski gak mendaki, tetap bawa jaket tebal, ya, karena kalian bakal nunggu matahari terbit di udara terbuka. Duduk di jeep yang terbuka juga bikin angin dini hari kerasa lebih menusuk. Jangan lupa pegangan yang kuat karena jalur lavanya lumayan bergelombang.

4. Bandingin dari sisi waktu dan sudut pandang

Soal jam berangkat, dua pilihan ini sama-sama dimulai dini hari. Penjemputan dari hotel biasanya berlangsung sekitar pukul 01.30 sampai 02.30 WITA, tergantung lokasi menginap kalian. Wisatawan yang menginap di Ubud biasanya dijemput lebih siang dibanding yang di Seminyak atau Canggu.

Bedanya ada di sudut pandang. Dari puncak, kalian bisa lihat matahari terbit di atas lautan awan dengan pemandangan lebih luas. Sementara dari jeep, sunrise dinikmati dari sekitar kaldera dengan latar lahan lava dan gunung yang menjulang di depan mata.

5. Persiapan yang sama-sama wajib

Apapun pilihannya, udara di Kintamani saat dini hari dingin banget, jadi jangan lupa bawa jaket atau hoodie. Pakai celana panjang dan sepatu tertutup yang solnya gak licin, terutama kalau kalian pilih trekking. Senter kepala atau HP dengan baterai penuh juga berguna buat penerangan.

Jangan lupa bawa air minum secukupnya dan sedikit cemilan buat isi tenaga. Kalau paketnya termasuk berendam di pemandian air panas alami, siapin juga baju renang dan handuk. Buat yang punya masalah kesehatan, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter sebelum memutuskan ikut trekking.

6. Tips biar sunrise-nya gak zonk

[Gambar: rombongan wisatawan bersama pemandu lokal di Gunung Batur saat sunrise. Caption: ilustrasi trekking sunrise Gunung Batur bersama pemandu lokal (dok. Gorilla Adventure Bali)]

Momen sunrise di Gunung Batur kadang cuma sebentar karena kabut bisa datang tiba-tiba. Makanya, pilih waktu kunjungan saat musim kemarau, sekitar April sampai Oktober, biar peluang langit cerah lebih besar. Cek juga prakiraan cuaca sehari sebelumnya dan siapin mental kalau ternyata awan lagi tebal.

Biar gak ribet ngurus pemandu dan transportasi tengah malam, kalian bisa ikut paket dari Gorilla Adventure Bali, agen tour lokal yang berbasis di Taro, dekat Ubud. Mereka punya pilihan trekking maupun jeep tour sunrise dengan penjemputan gratis dari hotel dan pemandu lokal di setiap pemesanan. Beberapa paketnya juga bisa digabung dengan aktivitas lain, misalnya berendam di air panas alami setelah turun gunung.

Trekking atau jeep tour, dua-duanya sama-sama bisa jadi pengalaman yang gak terlupakan. Sesuaikan aja sama kondisi badan, teman perjalanan, dan gaya liburan kalian. Jadi, kalian tim trekking atau tim jeep nih?

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM