8 Film Terlarang di Banyak Negara, Yakin Berani Nonton?

8 Film Terlarang di Banyak Negara, Yakin Berani Nonton?

film terlarang
Image by ibrahim62/Pixabay

Soal larangan memutar sebuah film sebenarnya bukan hal baru. Ini telah terjadi cukup lama, tidak hanya di negara ‘konservatif’, bahkan di negara yang terbilang sangat demokratis sekalipun mengeluarkan daftar film terlarang.

Korea Utara, Iran, atau Rusia, kamu mungkin hanya sedikit kaget ketika tahu ada beberapa film yang dilarang diputar di negara ini. Tapi, Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara demokratis sekalipun ternyata juga melarang pemutaran beberapa judul film.

Kebanyakan, film-film dilarang karena membahas topik-topik yang ‘belum siap’ untuk diterima oleh warga negaranya. Setidaknya, itu adalah pendapat dari pemerintah mereka atau siapaun yang mendominasi di negara tersebut.

Kami akan membiarkan setiap pembaca untuk memutuskan sendiri soal kualitas film. Meski begitu, kami yakin, beberapa di antaranya memang sangat bagus dan mungkin akan menarik perhatian kamu untuk menonton film terlarang ini.

Daftar Film Terlarang

1. The Exorcist (1973)

Banyak bioskop di seluruh dunia melarang pemutaran film ini saat perilisannya. Kala itu muncul desas-desus bahwa uji coba pemutaran film yang disutradarai William Friedkin ini membuat beberapa penonton pingsan hingga muntah-muntah.

The Exorcist didasarkan pada novel dengan nama yang sama yang ditulis oleh William Peter Blatty. Kisah ini diambil dari peristiwa kehidupan nyata yang terjadi di dekat Washington, DC, dan di St. Louis, Missouri.

Menurut St. Louis Post-Dispatch, pada Januari 1949, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari pinggiran kota DC Mount Rainier, Maryland, mulai mengalami teror malam yang menakutkan. Bocah tersebut mendapatkan kekuatan yang luar biasa, mengubah tubuhnya, dan berbicara seolah-olah dia dirasuki setan (yang semuanya disahkan oleh banyak saksi).

Di Inggris, film ini bahkan dilarang diputar hingga lebih dari satu dekade. Kendati demikian, The Exorcist membuat sejarah di Oscar 1974 dengan menjadi film horor pertama yang dinominasikan untuk film terbaik.

2. I Spit On Your Grave (1978)

Kalau belakangan ini kamu melihat banyak perdebatan soal tayangan kekerasan seksual dalam film, itu bukanlah hal baru. Selalu ada dua posisi yang berdiri berseberangan perihal ini.

Di sudut kanan, menganggap bahwa tayangan kekerasan seksual dalam film hanya melagengkan diskriminasi yang selama ini telah banyak terjadi, khususnya pada perempuan. Sedangkan di sudut kiri, beranggapan bahwa ini justru baik sebagai bentuk pencegahan. Tentu saja jawabannya tidak sesederhana itu.

Film horor I Spit On Your Grave berada di antara perdebatan tersebut. Mengandung adegan pemerkosan, sebuah tindakan sadis yang kemudian berbuah dendam yang juga harus dibalas secara sadis.

Kamu boleh menontonnya, tapi kami harus memperingatkan kalau film ini cukup berat bagi sebagian orang. Siapkan kekuatan emosional yang cukup sebelum menontonnya. Ini mungkin yang juga menjadi alasan Irlandia, Malaysia, Cina, Inggris, Finlandia, Australia, dan beberapa negara lainnya harus memasukkan I Spit On Your Grave ke dalam daftar film terlarang.

3. Men Behind The Sun (1988)

Men Behind The Sun sering dikategorikan sebagai film eksploitatif. Film ini membahas isu-isu kekejaman Jepang saat Perang Dunia II dengan detail visul grafis. Terutama, kejahatan di fasilitas biologi dan kimia mereka bernama Unit 731.

Diperkirakan lebih dari 250.000 orang Tionghoa tewas di laboratorium sebagai objek eksperimen. Kisah ini jadi bagian dalam perang yang jarang dibicarakan. Australia misal, melarang pemutaran film ini. Sedangkan, sebagian negara lainnya harus menyensor dengan ketat.

4. Salo, or 120 Days of Sodom (1975)

Para kritikus film memberikan peringkat tinggi untuk film ini. Akan tetapi, saat kamu menontonnya, kamu akan tahu kalau ini adalah film paling eksplisit dalam menunjukkan kekerasan.

Salo, or 120 Days of Sodom berlatar belakang era fasisme di tahun 1944. Film ini mengisahkan 4 orang fasis yang berkeliling mencari bocah laki-laki dan perempuan untuk disiksa sekaligus bereksperimen menjijikkan lainnya.

Lalu, apa yang membuat para kritikus memberi nilai tinggi? Mereka memiliki argumen bahwa mengekspos fasisme adalah bentuk penentangan terbesar pada fasisme itu sendiri.

Keyakinan tersebut tentu bertentangan dengan pandangan banyak orang. Italia, Jerman, Selandia Baru, Australia, dan Finlandia adalah beberapa negara yang secara terang menolak pemutaran film ini di negaranya.

5. Monty Python’s Life of Brian (1979)

Setelah menonton film ini, mungkin kamu sama dengan banyak orang lainnya yang menilai bahwa Monty Python’s Life of Brian adalah karya film satir terbaik yang pernah ada. Film ini mengisahkan Brian, seorang mesias yang secara tidak sengaja berada di Yudea yang sedang dikuasai kekaisaran Romawi. Kisahnya mirip kisah Yesus, tapi dia bukanlah Yesus.

Kita bisa menebak dengan mudah mengapa kemudian film ini dilarang di Irlandia, Norwegia, dan banyak bioskop di Inggris. Tentu saja hal ini dikarenakan berkaitan dengan agama Kristen.

Di Amerika Serikat, film ini sempat naik dan ditonton oleh banyak orang. Namun kemudian, beberapa organisasi keagamaan memprotes sehingga larangan pemutarannya juga muncul di sana.

6. ET: Extra-Terrestrial (1982)

Film ET mengisahkan tentang hubungan antara alien dan sekelompok anak-anak. Rasanya sulit untuk mengatakan film ini berbahaya sehingga harus dilarang. Namun, ketika dirilis pada tahun 1982, negara-negara Skandinavia melarang ET untuk ditonton oleh anak-anak.

Dewan sensor menilai bahwa film ini menampilkan lingkungan yang menakutkan. Mereka menilai kalau film ini membuat orang dewasa terdengar seperti orang jahat. Argumen yang cukup tidak masuk akal karena semua pasti tahu bahwa orang jahat sudahlah pasti orang dewasa, bukan anak-anak. 

Meski begitu, secara bergiliran negara-negara Skandinavia mencabut larangan tersebut. Apakah mereka sudah sadar kalau pelarangan tersebut justru gambaran tindakan jahat oleh orang dewasa pada anak-anak?

7. Cannibal Holocaust (1980)

Cannibal Holocaust merupakan inovator awal dari gaya rekaman horor, ditemukan bertahun-tahun sebelum film seperti The Blair Witch Project. Film ini memang mengantongi banyak penghargaan, ini juga diikuti dengan kontroversinya yang tak kalah banyak.

Kontroversi yang paling sering diangkat seputar Cannibal Holocaust adalah penggambaran kematian hewan di layar, yang sebagian besar akan berpendapat memenuhi syarat sebagai kekejaman terhadap hewan. Faktanya, memang hewan-hewan tersebut dibunuh semata-mata untuk tujuan produksi film. 

Tidak hanya itu, kekerasan seksual dalam Cannibal Holocaust juga berulang kali memicu kemarahan dewan pengawas. Wajar bila film ini kemudian dilarang di lebih dari 50 negara. 

8. Apocalypse Now (1979)

Film ini kontroversial karena mengungkap kisah kekejaman Perang Vietnam. Sebenarnya, Apocalypse Now dikemas dengan sangat jenius yang menyulitkan setiap orang untuk melihat posisi dari film apakah ia pro atau anti-perang.

Namun, karena ambiguitas tersebut justru lebih muncul negara yang melarangnya. Kediktatoran militer Park Chung-hee di Korea Selatan melarang pemutaran Apocalypse Now karena menilai film ini anti-perang.

Terlepas dari itu, Apocalypse Now masih menjadi film terbaik yang menggambarkan Perang Vietnam. Film ini berhasil mengamankan Palme d’Or Cannes yang sangat bergengsi (serta memenangkan Oscar untuk Suara dan Sinematografi.)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp