60+ Contoh Pantun Tentang Kopi: Lucu! Ada Bahasa Betawi dan Jawa

60+ Contoh Pantun Tentang Kopi: Lucu! Ada Bahasa Betawi dan Jawa

pantun tentang kopi

DAFTAR ISI

Pantun tentang kopi bisa jadi cara halus mengajak teman untuk bersenda gurau sambal menyruput segelas kopi hitam. Sebagai minuman favorit jutaan umat manusia, kopi jadi kunci agar kita jadi lebih rileks menghadapi masalah dalam hidup.

Selain itu, kandungan kafein pada kopi juga terbukti mampu membuat tubuh kita lebih terjaga. Tumpukan pekerjaan sudah sepatutnya kita hadapi dan kopi bisa jadi teman yang setia menemani.

Selain kopi, untuk beberapa kalangan, rokok juga wajib ada di meja ketika kita bekerja atau sekadar santai. Maka dari itu, artikel ini juga akan memberikan referensi mengenai pantun tentang kopi sama rokok. Dua benda berharga bagi kaum begadang.

Penasaran pantun tentang kopi yang lucu dan seru? Simak daftarnya sampai akhir.

Daftar Pantun Tentang Kopi

Seperti yang kita ketahui, pantun merupakan puisi lama. Biasanya pantun mengandung majas ab ab sehingga enak diucapkan dan didengar. Langsung aja, di bawah ini pantun tentang kopi bisa kamu kirim ke temanmu ketika sedang ingin mengajak nongkrong dan minum kopi.

pantun tentang kopi
quotes tentang kopi

Jangan pernah coba main api

Karena api itu berbahaya

Hiduplah bagai secangkir kopi

Selalu menunjukkan apa adanya

Ke Bandung naik kereta

perginya bersama kamu

Minum kopi tak perlu gula

Asalkan di depanku ada kamu

Ke Garut beli baso aci

Belinya naik kereta

Hidup itu bagaikan segelas kopi

Rasa pahit akan jadi pelengkapnya

Kopi pahit diberi gula

Gula manis rasanya

Jika kamu sudah merasa cinta

Segerakan untuk bertemu yanda

Secangkir kopi diminum untuk berdua

Rasa pahit itu ciri khasnya

Budaya sopan sangat perlu dijaga

Bersatu demi majukan bangsa

Secangkir Kopi pahit tanpa gula

Gula mahal harganya

Nikmat sehat akan dirasa

Jika sakit didepan mata

Secangkir kopi susu di meja

Meja kayu tanpa kaca

Jika dia pergi selamanya

Melupakan jadi obatnya

Minum kopi di teras rumah

Baca buku karya Tasya

Maaf Tuhan aku hampir menyerah

Tapi hanya untuk sementara

Kopi hitam pahit rasanya

Diminum sore setelah hujan reda

Di dunia hanya sementara

Carilah ilmu dan amal sebanyaknya

Minum kopi di Taman Sedayu

Dengan nona yang manis senyumnya

Aduh gadis cantik rupamu

Tapi sayang tak sembahyang

Secangkir kopi panas telah dibuat

Ditemani sepiring roti lapis

Perjuangan ini belum tamat

Selagi harapan belum terkikis

Segelas kopi baru disajikan

Didampingi dengan kue talas

Bisa sudah merasa yakin

Segera singkirkan rasa malas

Secangkir kopi warna hitam

Kopi hitam dari kebun sendiri

Hapuskan rasa dendam

Karena akan merugikan diri sendiri

Kopi hitam di pagi hari

Dibuat oleh istri tercinta

Selalu semangat pagi hari

Demi anak istri tercinta

Biji kopi digiling dengan tangan

Tangannya banyak orang

Ayo jangan terus rebahan

Jika tua tak ingin merana

Kopi susu enak rasanya

Kopi tubruk mahal harganya

Bangun pagi pergi bekerja

Agar tua banyak uangnya

Beli kopi di kafe uni

Angin sore sejuk menerpa

Hidup ini hanya sekali

Gunakan tuk bersedekah

Kopi luwak sedap rasanya

Rasanya sedap mahal harganya

Jangan kamu malas bekerja

Jika tak ingin hidup sengsara

Paman minum kopi di teras rumah

Teras rumah basah karena hujan

Jika ingin hidup Bahagia

Anak yatim piatu jangan dilupakan

Sore-sore hujan gerimis

Minum kopi panas sambal baca

Janganlah kamu terus menangis

Indah Pelangi akan menyapa

Minum kopi tubruk di pagi hari

Ditemani roti lapis Pelangi

Aduh sayang jangan bersedih

Sebentar lagi abang kembali

Ketika kerja aku selalu pakai topi

Agar wajahku tidak belang

Pagi-pagi gak ngopi?

Awas siangmu nanti oleng

Ke kebun panen biji kopi

Kopi kutanam sebiji-sebiji

Sebatang dua batang terus ngopi pagi

Inilah surganya duniawi

Jalan-jalan ke Wonogiri

Malah kesasar ke Muntilan

Sungguh nikmat ngopi pagi

Bisa melepaskan penatnya pikiran

Pergi mendaki ke Gunung Lawu

Itulah kesukaan seorang pendaki

Indahnya hidup tak kan sempurna tanpamu

Bagai gula tanpa kopi

Mentari pagi mulai menyapa diri

Lalu ku minum secangkir kopi

Menjalani hidup haruslah berani

Sebab dunia begitu wani

Si Unyil panjat pagar

Ambil jambu di atas pagar

Ngopi pagi semangat terbakar

Untuk menaklukkan dunia yang menampar

Biji kopi di Tegalsari

Tegalsari banyak penjual balon

Jangan samakan mantanku dengan ampas kopi

Karena sejatinya aku belum bisa move on

Main catur di siang hari

Tiba-tiba datang orang penagih

Laki kok gak minum kopi

Situ laki apa bukan sih?

Kopi tanpa gula itu pahit

Makan gula aja bikin penyakit

Dalam hidup sesekali hati akan sakit

Tapi jangan sampai akhiri diri

Kopi hitam diterpa angin

Di atas meja bu Yasin

Hati juga bisa dingin

Kalau cuma dibiarin

Adik manis sedang dipingit

Nunggu abang menjemputnya

Jadi ngiri sama kopi pahit

Pahit aja banyak yang suka

Paman pergi ke Lamongan

Bibi masak lalapan

Hidupmu tak kan berkesan

Jika ta ngopi bersama mantan

Kopi pahit banyak penggemarnya

Penggemarnya banyak dari Bangkalan

Jika mantan bersama pacar barunya

Bilang aja, barang bekas memang pantas untuk disumbangkan

Minum kopi di meja makan

Ditemani sosis bakar

Jika dirimu ingat mantan

Cukup minum segelas kopi espresso segar

Paman beli kopi tubruk di Pasar Singosari

Bawa pulang di esok hari

Wahai kawan janganlah bersedih

Selagi kopi hitam masih terasa pahit

Hitam manis kopi gula

Gula merah berwarna coklat

Wahai Tuan janganlah marah

Mari kita minum kopi saja

Pantun Ngopi Betawi

Pantun tentang kopi di bawah ini beberapa di antaranya menggunakan bahasa betawi. Seperti yang umum diketahui, kalau pantun juga jadi salah satu budaya khas betawi.

pantun tentang kopi
pantun kopi pahit

Sore hari ditemani secangkir kopi

Melihat indahnya langit senja

Ketika sudah memiliki seorang istri

Mohon Jadilah suami yang setia

Ada rasa cinta di cangkir kopi

Bisa membuat candu kita semua

Ayo kita bersama benahi diri

Supaya jadi orang yang berjasa

Malam hari minum secangkir kopi

Harap-harap untuk menghangatkan diri

Apabila kamu ingin sekali peduli

Coba belajar cintai diri sendiri

Ada sajak di secangkir kopi

Indahnya sajak untuk pujaan hati

Wahai kamu sang pujaan hati

Sediakah bersamaku sehidup semati

Malam hari sangatlah hening

Enaknya minum kopi di saat hening

Hidup jangan dibuat semriwing

Jalani saja dengan setulus hati

Minum kopi di malam hari

Pahit rasanya jadi ciri khasnya

Apabila cinta yang engkau cari-cari

Hanya di hatiku lah letaknya

Kopi punya sebuah kata

Kata indah dari sang pujangga

Mumpung umur sekarang masih muda

Ayo bersama ciptakan karya

Minum kopi di kantor yang panas

Seketika hujan turun sangat deras

Kamu perlu tahu apa yang aye rasa

Sayang dan cinta aye tak pernah sirna untukmu

Pagi hari yang amat sejuk

Paling suka minum kopi

Jika debur kau meliuk

Cantikmu akan memalu

Pantun Kopi dalam Bahasa Jawa

“Setidake manungsi kui sekali-kali butuh secangkir kopi, ben iso ngilengke yen perjalanan urip kui ora salawase legi.” (Setidaknya manusia sesekali butuh secangkir kopi untuk mengingatkan bahwa perjalanan hidup tidak selamanya manis).

“Urip kui koyo kopi, pahit lan legi ketemu ning keangetan.” (Hidup ini seperti secangkir kopi, pahit dan manis bertemu dalam kehangatan).

“Sampean iso ngrasakke kopi sing pahit. Berarti nek dunyo iki ora selawase pahit, mesti ono manis.” (Kamu yang bisa merasakan kopi yang pahit. Berarti, dunia ini tidak selamanya pahit, pasti ada hal-hal yang manis).

“Mung segelas kopi sing crito karo aku, nek ireng kui ora selalu Kotor karo sing pahit kui ora selalu menyedihkan.” (Hanya segelas kopi yang bisa mengajarkanku, bahwa hitam itu tidak selamanya kotor dan pahit itu tidak selamanya menyedihkan).

“Percoyo opo ora sampean, nek kanggone aku, secangkir kopi kui gawe urip luwih nyenengke.” (Kamu percaya tidak, kalau menurutku secangkir kopi bisa membuat hidup jadi lebih menyenangkan).

“Ketimbang ngelamun mikir utang, monggo ngopi rumiyen Kang.” (Daripada melamun memikirkah utang, mari ngopi saja Kang).

“Kopi iku singkatan seko K-etika, O-tak, P-erlu, I-nspirasi.” (Kopi singkatan dari K-etika, O-tak, P-erlu, I-nspirasi).

“Amarga saka kopi kula saget belajar yen rasa pait niku saget dinikmati.” (Karena dari kopi aku dapat belajar bahwa rasa pait itu bisa dinikmati).

Nah itu tadi sederet contoh pantun tentang kopi. Jangan lupa sruput kopimu pagi ini!