Benang Merah Jurgen Klopp, Liverpool dan The Beatles

Benang Merah Jurgen Klopp, Liverpool dan The Beatles

Jurgen Klopp

DAFTAR ISI

Jurgen Klopp dan Liverpool adalah dua hal yang tak terpisahkan selama satu dekade terakhir. The Beatles dan Liverpool menyeruak dalam ingatan ketika salah satunya diucapkan.

The Beatles adalah kepingan yang menyatukan Jurgen Klopp dan Liverpool, sampai kemudian akhirnya Liverpool dan Jurgen Klopp berpisah di akhir musim nanti.

Menengok ke masa lalu, Liverpool percaya kalau Klopp adalah orang yang tepat untuk mereka. Kita abaikan sejenak ihwal filosofi maupun taktik di lapangan, mari kita lihat bagaimana Liverpool merekrut Klopp karena hal-hal di luar lapangan.

Nama tengah Klopp ‘cocok’ untuk Liverpool

Benang Merah Jurgen Klopp, Liverpool dan The Beatles - Jurgen Norbert Klopp webp
spectator

Jurgen Klopp lahir di Stuttgart, Jerman, pada 16 Juni 1967 dengan nama lengkap Jurgen Norbert Klopp. Nama tengah Klopp itu menarik perhatian John W. Henry, pemilik Liverpool.

Henry adalah seseorang yang mempelajari sejarah dan asal-usul sebuah ‘nama’. Henry berharap memilih Klopp sesuai dengan mimpinya tentang Liverpool, klub dari bagian utara Inggris.

‘Norbert’ adalah nama yang khas Jerman. ‘Norbert’ dalam bahasa Jerman disarikan dari ‘nord’ dan ‘berht’ yang berarti ‘north’ dan ‘bright’ dalam bahasa Inggris. Artinya, ‘utara’ dan ‘bersinar/cerah’ dalam Bahasa Indonesia.

Henry yakin Klopp adalah sosok pelatih yang tepat untuk mengembalikan Liverpool seperti di masa jayanya. Jurgen Norbert Klopp seperti ditakdirkan membawa ‘klub dari utara’ punya masa depan ‘cerah’. Dan, Klopp berhasil membuktikannya.

Menolak The Smiths dan memilih The Beatles

Benang Merah Jurgen Klopp, Liverpool dan The Beatles - the beatles 1024x640 jpeg

Pada sebuah wawancara dengan jajaran direksi Liverpool saat ia ditawari jadi pelatih klub itu, muncul sebuah pertanyaan yang tak berkaitan dengan sepak bola. Klopp ditanya soal apakah ia pernah menyaksikan The Smiths, band Inggris terbaik dekade 80an, secara langsung.

Klopp menjawabnya dengan tersenyum: “Itu adalah dua pertanyaan yang terpisah. Tentu saja aku pernah menonton konser band terbaik tahun 80an, Echo & The Bunnymen di Royal Court Theatre pada 15 Juli 1983. The Smiths? Tidak pernah.”

Pada wawancara itu, muncul pula pertanyaan tentang band lagi. Kali ini, ia diminta menjawab apa album The Beatles favoritnya, apakah ‘Revolver’, atau ‘Sgt. Pepper’s’, atau ‘The White Album’?

Klopp kembali menjawab sambil tersenyum: “Album The Beatles favorit saya adalah selalu album mereka selanjutnya.”

Pada momen itu, jajaran direksi Liverpool yakin bahwa Klopp adalah orang yang tepat jadi pelatih Liverpool.

Kau tahu, The Smiths berasal dari Manchester, dan The Beatles dari Liverpool. Dalam pengertian sepak bola Inggris, Manchester diwakili Manchester United dan Liverpool punya riwayat rivalitas panjang.

Berkunjung ke The Cavern Club, bar di mana The Beatles bermula

Cavern Club the beatles
Rollingstones

Tak lama setelah diresmikan sebagai pelatih Liverpool, Klopp berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di Liverpool. Salah satunya ialah Cavern Club, bar terkenal di Liverpool yang jadi tempat di mana The Beatles lahir.

Pemandu wisata belum tuntas mengucapkan, “terinspirasi oleh distrik jazz di Paris, Alan Sytner membuka Cavern Club pada…” tiba-tiba Klopp menyela, dan menyebut “…1957”.

Suasana jadi mendadak kikuk, dan suara bisik-bisik mulai terdengar di Cavern Club. Klopp mungkin tak percaya pada bagaimana ucapan itu membuatnya memperoleh hati warga Liverpool. Dan, di kemudian hari, mereka benar-benar bersuka cita karena Klopp membawa Liverpool kembali bergairah.

Jurgen Klopp, Liverpool, dan The Beatles

Benang Merah Jurgen Klopp, Liverpool dan The Beatles - Jurgen Klopp Liverpool 1024x660 jpg
X/relevo

Jurgen Klopp adalah seorang manajer sepak bola terkenal yang telah memimpin Liverpool Football Club sejak 2015. Dia dikenal karena kepribadiannya yang enerjik dan eksentrik, serta gaya “sepak bola heavy metal”nya.

Pentingnya emosi adalah sesuatu yang Klopp tekankan sepanjang karir manajerialnya, dan dia telah memperoleh kekaguman karena antusiasmenya di tepi lapangan.

Klopp memikat hati Liverpool tidak hanya melalui masa jabatannya yang sukses di klub tetapi juga melalui koneksi dengan identitas sosialis kota tersebut. “Saya lebih ke ‘kiri’ ketimbang ‘tengah’,” ujar Klopp pada suatu wawancara.

Catatan manis Klopp bersama Liverpool akan usai di penghujung musim 2023/2024. Dia mengumumkan pada Januari 2024 bahwa dia akan meninggalkan klub di akhir musim.

The Beatles, di sisi lain, adalah band terkenal di dunia dan mereka berasal dari Liverpool. The Beatles dan musik mereka terus memainkan bagian penting dalam kehidupan dan kultur kota tersebut. Ada banyak atraksi terkait The Beatles di Liverpool, seperti museum The Beatles Story, Tur Beatles Liverpool, dan berbagai patung, museum, dan tempat kelahiran untuk dikunjungi.

Koneksi antara Klopp, Liverpool, dan The Beatles terletak pada dampak yang mereka berikan pada kota Liverpool. Baik Jurgen Klopp, Liverpool, dan The Beatles telah meninggalkan tanda yang tak terhapuskan pada budaya dan sejarah kota tersebut, dan mereka terus dirayakan di sana.

Kontribusi mereka telah membantu membentuk identitas Liverpool dan mereka adalah sumber kebanggaan bagi kota dan penduduknya.

Ketiganya adalah sebuah cerita di sebuah kota yang gegap gempita karena musik dan sepak bola. Cerita mereka mungkin tak akan berhenti dikisahkan dari masa ke masa, sambil menyanyikan “You’ll Never Walk Alone”.

Baca Juga
Topik

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 35 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut

Sediksi x Magister Psikologi UGM

notix-artikel-retargeting-pixel