5 Student Loan Indonesia: Bagaimana Sistem Pembiayaannya?

5 Student Loan Indonesia: Bagaimana Sistem Pembiayaannya?

Student Loan Indonesia
Photo by Kobe

DAFTAR ISI

Biaya pendidikan untuk jenjang perguruan tinggi diprediksi akan terus mengalami kenaikan rata-rata 6,03 persen per tahunnya berdasarkan riset yang dibuat oleh Harian Kompas 2022. Kuliah masih menjadi barang mewah karena akses pendidikan yang tidak merata di Indonesia.

Mengacu pada studi Hill dan Thee pada 2013, hanya 25 persen penduduk usia 19-24 tahun yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Indonesia. Itu pun 55 persennya didominasi kalangan kelas menengah.

Tak mengherankan kalau kemudian muncul ide dan tantangan dari Pak Jokowi sejak 2018 silam untuk perbankan Indonesia mengadakan Student Loan atau Kredit Pendidikan. Tujuan mulianya agar semua orang dapat dengan mudah menempuh pendidikan tinggi.

Sejarah Student Loan Indonesia

Ternyata Student Loan Indonesia punya sejarah yang cukup panjang di tanah air. Pada tahun 1980-an silam diberlakukan Kredit Mahasiswa Indonesia bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan.

Namun proram tersebut dianggap gagal dan tak diberlakukan kembali sebab banyaknya mahasiswa yang tidak membayar utang student loan-nya. Untuk itu ketika usulan Pak Jokowi 2018 silam disiarkan ke seluruh Indonesia, banyak terjadi diskusi hangat dan pro-kontra yang bahkan terus berlanjut hingga tahun 2022 ini.

Perdebatan Pengguna Twitter Soal Student Loan

Berkat VICE Indonesia yang re-posting berita lama mengenai student loan, menimbulkan perpecahan antar para pengguna aplikasi yang saat ini jadi milik Elon Musk ini.

Mayoritas menyatakan kontranya pada ide yang Pak Presiden kemukakan. Karena merasa pendidikan adalah hak setiap orang yang harusnya didapat secara gratis dan menjadi tanggung jawab negara untuk memenuhinya.

Salah satu pendapat yang menolak adanya student loan Indonesia berasal dari akun dengan username @Mythicalforest yang diamini 3,870 likes dan 1,535 retweet.

Sementara itu, mencoba berdiri melawan arus penolakan di Twitter, akun dengan username @Aswicahyono memaparkan alasannya mengapa student loan bisa menjadi jawaban atas ketimpangan akses pendidikan di Indonesia.

Terlepas dari perdebatan di sosial media, alangkah lebih baiknya untuk menelisik lebih lanjut bagaimana sih Student Loan bekerja?

Cara Kerja Student Loan

Student loan merupakan pinjaman bagi mahasiswa yang diberikan oleh negara ataupun lembaga swasta untuk membiaya pendidikan ataupun biaya hidup selama seorang mahasiswa berkuliah.

Pinjaman dapat mulai dilunasi baik sebelum penerima dana student loan itu lulus atau sesudah lulus dengan jangka waktu yang telah disepakati.

Terdapat dua skema kerja Student Loan yang biasa diterapkan di beberapa negara lain yaitu student loan yang pelunasannya berdasarkan waktu dan student loan yang pelunasannya berdasarkan pendapatan.

Berdasarkan hasil riset Tim SMERU Institute, Indonesia cocok menerapkan jenis student loan yang pelunasannya berdasarkan pendapatan.

Pembayaran utang akan dimulai ketika pendapatan penerima student loan sudah mencapai angka tertentu setelah satu tahun bekerja. Kemudian dapat mulai dibayarkan dengan beban pembayaran yang ditetapkan tanpa jangka waktu pembayaran.

Lembaga Keuangan Penyedia Student Loan di Indonesia

Berikut ini daftar penyedia student loan Indonesia yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya:

1. Briguna Pendidikan

Program studen tloan yang diberikan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan S2 dan S3.

Suku bunga pinjaman rendah dan kompetitif dengan pengajuan tanpa agunan. Maksimum limit plafon yang diberikan sesuai biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan tidak lebih dari Rp 250,000,000.

Jangka waktu kreditnya 6 tahun bagi S2 dan 10 tahun bagi S3.

2. Cicil Uang Kuliah

Menyediakan pinjaman dana pendidikan hingga Rp 30,000,000 dengan cicilan hingga 36 bulan. Dengan margin pinjaman antara 1.5% – 2.7% flat per bulan mencakup seluruh biaya.

Selain harus menyiapkan data diri sendiri sebagai penerima student loan berupa KTP, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Keluarga, bukti tagihan dari kampus.

Kamu juga harus siapkan data penjamin/wali/orang tua berupa KTP, KK (yang menunjukkan hubungan kamu dan penjamin), mutasi rekening 3 bulan terakhir dan slip gaji.

3. Danacita

Danacita bersama Bukas (Filipina) merupakan bagian dari ErudiFi – perusahaan teknologi dengan misi membangun masa depan generasi muda Asia Tenggara dengan menghadirkan pembiayaan pendidikan terjangkau bagi para pelajar dan tenaga profesional.

Penajuan student loan ke Danacita tidak memerlukan jaminan atau uang muka. Hanya memerlukan KTP, invoice tagihan uang kuliah dan slip gaji terakhir.

Bebas biaya pelunasan lebih awal dan proses yang cepat maksimal dalam 3 hari kerja maka uang kulah akan terbayarkan langsung ke rekening institusi pendidikannya. Cukup install aplikasi Danacita di HP kamu dan daftarkan akunmu.

4. KSM Pendidikan

KSM Pendidikan merupakan program Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari Bank Mandiri untuk dana pendidikan yang diberikan pada karyawan dengan penghasilan tetap baik untuk dirinya sendiri sebagai mahasiswa ataupun anggota keluarga.

Beberapa keunggulan yang ditawarkan dengan pinjaman dana KSM pendidikan ini di antaranya suku bunga yang kompetitif dengan proses yang cepat dan dapat dicairkan dalam jangka waktu sehari saja.

Biaya administrasinya pun relatif ringan dengan limit kredit hingga Rp 1 Miliar, jangka waktu yang diberikan pun sampai dengan lima belas tahun.

5. Personal Loan BCA

Kebutuhan pendidikan sekarang juga bisa menggunakan BCA Personal Loan. BCA Personal Loan adalah pinjaman tanpa agunan yang pembayarannya dapat diangsur per bulan.

Plafon pinjaman Rp 5,000,000 hingga Rp 100,000,000 sementara suku bunga yang diberikan mulai dari 1 – 1.07%/bulan (12 – 12,84%/tahun). Dapat diajukan dengan mendatangi cabang BCA terdekat atau melalui aplikasi m-BCA.

Nah itulah beberapa hal tentang student loan Indonesia, sisi positifnya semakin banyaknya jalan pintas untuk memberontak dari belengu kemiskinan yang mempersulit akses kepada pendidikan jadi lebih mudah terjangkau. Pilihlah yang sekiranya paling sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita.

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 25 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut