Mengenal Lebih Dekat Pinjaman Pendidikan BRI

Mengenal Lebih Dekat Pinjaman Pendidikan BRI

pinjaman pendidikan BRI

DAFTAR ISI

Saat ini, banyak bank dan lembaga keuangan telah menyediakan penawaran kredit untuk membiayai keperluan akdemik. BRIGuna hadir sebagai salah satu program pinjaman pendidikan BRI yang memfasilitasi pendanaan sekolah maupun kuliah.

Seorang pengamat pedagogi, Paulo Freire, telah jauh hari mewanti-wanti apa yang disebut dengan pendidikan “gaya bank”. Dalam sistem ini, murid digambarkan sebagai wadah celengan yang siap diisi oleh para pendidiknya.

Freire melihat pola ini sangat erat kaitannya dengan pendidikan sebagai hubungan relasi kuasa. Pengajar yang memegang kendali penuh atas pengetahuan menuangkan ilmu kepada muridnya tanpa melakukan proses dialektika.

Ilmu yang diajarkan guru seolah jadi objek absolut yang tak bisa dibantah. Padahal, esensi science seyogyanya terus berjalan maju dan mengalami pembaruan. Meski begitu, itu adalah pola pendidikan setengah abad yang lalu.

Berkat Freire, kini perlahan model pembelajaran mulai berbenah. Tugas seorang guru bukan lagi mengisi ceruk kosong keyakinan murid, tapi mendiskusikan bahkan menggugat keyakinan tersebut.

Pendidikan Gaya Bank

Waktu berlalu, namun gaya bank masih saja eksis, bahkan berubah bentuk. Pada tingkat perguruan tinggi misalnya, perkembangan dunia akademik mungkin ditandai dengan mulai munculnya ruang-ruang diskusi.

Akses pendidikan mungkin terbuka lebar, tapi diam-diam ia meminta pengorbanan lebih. Untuk mewujudkan ide-ide tersebut, nyatanya mahasiswa masih belum bisa lepas dari jerat kondisi finansial.

Belum kerja, masih fokus belajar, kebutuhan hidup terus menuntut untuk dipenuhi secara mandiri. Lagi overthinking gimana cara registrasi semester baru biar gak khawatir ngambil mata kuliah, terus tiba-tiba muncul pertanyaan sinis, “emang orang tua kalian gak biayai?”

Modernisasi dan liberalisasi telah merangsek jauh ke dalam setiap sendi kehidupan manusia, termasuk kondisi ekonomi. Gak orang tua, gak anak muda, gak pekerja, gak pengangguran, semua kena dampaknya.

Beban UKT yang gak proporsional, belum lagi ketakutan akan gentrifikasi, atau perasaan menjadi beban keluarga. Akhirnya, tak jarang opsi pinjol atau kredit bank masih jadi momok yang selalu menghantui mahasiswa. Versi terbaru dari pendidikan gaya bank. Literally.

Apa Itu Pinjaman Pendidikan BRI?

Berdiri sejak tahun 1895, BRI merupakan bank plat merah yang namanya tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.

Pasca Kemerdekaan, lembaga yang berkantor di Jakarta ini diresmikan sebagai bank pertama pemerintah yang mengurusi sektor keuangan pribumi berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1946.

Bank ini memiliki fasilitas program menarik yaitu kredit pendidikan BRI bernama BRIGuna untuk membantu mahasiswa yang sedang menempuh S1, S2, dan S3. Sistem pendanaan tersebut, bisa dibilang, mengadopsi kredit student loan yang sudah lazim dipraktikkan pada pendidikan Eropa.

Saat ini, pemerintah sendiri coba berkolaborasi dengan instrumen keuangan, baik plat merah maupun swasta, untuk membuat sebuah sistem pembiayaan kebutuhan pendidikan. Sistem loan dipilih sebab pada era modern, masyarakat kita cenderung memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Kucuran kredit yang ditawarkan BRI bisa mencapai Rp 250 Juta. Dengan tenor bervariasi dan berbagai pilihan termin, mahasiswa berkesempatan melanjutkan studi tanpa kuatir terkendala biaya.

Dalam setiap perjanjian selalu ada kesepakatan yang mengikat. Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi mahasiswa sebelum mengajukan kredit: Surat Rekomendasi dari kampus terkait, Kartu Identitas calon nasabah, KTP, KK, serta ketentuan IPK.

Lantas, apa bedanya pinjaman pendidikan dari bank dengan fintech? Pinjaman yang disediakan oleh bank difokuskan untuk biaya masuk atau semesteran kuliah sedangkan fintech untuk keperluan konsumtif.

Keuntungan Kredit BRIGuna

Proses pengajuan yang cepat dan mudah adalah salah satu keunggulan dari kredit pendidikan BRI. Data mahasiswa yang sudah terdaftar di kampus mitra otomatis akan terintegrasi dengan sistem bank.

Suku bunga pinjaman pendidikan di Bank ini relatif rendah. Seperti halnya kredit lain, pembayaran bunga juga bisa dilakukan langsung di awal. Tenor yang ditentukan cukup worth it untuk ukuran mahasiswa.

Bagi mahasiswa S2, jangka kredit bisa mencapai 6 tahun terhitung sejak pencairan, sedang studi Doktoral atau S3 bisa mencapai 10 tahun.

Setelah melihat ulasan tentang kredit di atas, bagaimana? Tertarik untuk mengajukan pinjaman pendidikan BRI?

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 25 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut