3 Nasihat Warren Buffett Soal Menuju Kesuksesan

3 Nasihat Warren Buffett Soal Menuju Kesuksesan

3 Nasihat Sukses
Image by Clark Tibbs - Unsplash

DAFTAR ISI

Warren Buffet, salah satu investor terbaik dalam sejarah manusia, mengatakan ada 3 keputusan yang bisa mengubah hidup kita. Tentu ke arah yang lebih baik. 3 nasihat Warren, yang rutin tercatat dalam 10 orang terkaya di dunia versi Forbes, dipetik dari yang pernah ia alami dalam hidupnya.

Meski keadaan tiap-tiap orang berbeda, nasihatnya toh masuk akal. Warren pernah mengatakan, “Kamu perlu melakukan beberapa hal dengan benar dalam hidup, dan tidak melakukan lebih banyak kesalahan.”

Itu berarti perbanyak hal-hal positif dalam hidup sehari-hari. Sebab, banyak dari kita pernah merasakan kesulitan, dan itu bisa dijadikan pelajaran. Meminimalkan kekeliruan membutuhkan beberapa keputusan penting menuju kesuksesan.

Perlukah kita menerapkannya dalam hidup kita?

Kita tahu, tiap-tiap orang hidup dalam keadaan yang berbeda. Apa yang dialami Warren jelas berbeda dengan yang kita alami. Mengikuti nasihat Warren tidak serta-merta membuat kita jadi sukses maupun kaya-raya. Setidaknya bagi Warren, ia pernah melakukan nasihat itu buat dirinya sendiri.

Dikutip dari Inc berikut 3 nasihat Warren keputusan yang bisa menjadi acuan bagi kesuksesan.

Tetapkan definisi suksesmu sendiri

Warren Buffett memiliki definisi suksesnya sendiri. Ia menetapkannya berdasarkan rumusnya yang paling kondang, “inner scorecard”, yang berarti menetapkan standarmu sendiri dan bukan yang dunia tuntut darimu. Prinsip itu ia pelajari dari ayahnya.

Warren percaya bahwa jika prinsip itu membantunya memahami apa yang ia inginkan, sekaligus apa-apa saja yang perlu kita lakukan. Prinsip Inner Scorecard memberi pemahaman mengenai diri sendiri, bagaimana bersikap dan memandang dunia seturut apa yang kita percaya, bukan dari orang lain.

Sebagai contoh, orang-orang membandingkan pencapaian mereka dengan orang lain. Mereka boleh saja mengukur kesuksesan dengan jumlah rumah yang mereka miliki, atau berapa mobil yang ada dalam garasi mereka. Selama itu bukan ukuran sukses menurutmu, tak usah ambil pusing.

Bergaul dengan orang-orang baik

Warren berulangkali menyebut pentingnya bergaul dengan mentor. Dalam hal ini, mentor bisa dipahami sebagai orang-orang yang menuntun kita menjadi lebih baik. Pengalamannya dulu mendorongnya berkata demikian.

Semasa kuliah di Universitas Columbia, Warren cukup beruntung karena mengenal Benjamin Graham sebagai panutan. Dalam buku berjudul “Security Analysis”, ia menulis bahwa Graham mengubah hidupnya.

Nasihat ini tidak lain mengingatkan kita bahwa bergaul dengan orang-orang baik turut berpengaruh pada perangai kita. Maksudnya, jika kita bergaul dengan orang-orang baik, kita terdorong untuk mengikuti mereka, mempelajari hal-hal baru, dan mengambil manfaat dari pergaulan.

Kurang lebih, nasihat ini mirip dengan salah satu poin dalam lagu Opick berjudul “Tombo Ati”. Dalam lagu itu disebutkan bahwa “Wong kang sholeh kumpulono” yang berarti berkumpullah dengan orang-orang sholeh.

Menjaga reputasi

Warren pernah mengatakan, “butuh 20 tahun untuk membangun reputasi dan hanya 5 menit untuk mengahancurkannya. Jika kamu memikirkan hal itu, kamu akan melakukan sesuatu dengan berbeda.”

Kalimat singkat itu kerap dijadikan banyak orang untuk mengelola nilai diri mereka. Apapun yang orang-orang lakukan, mereka mesti memahami bahwa ada banyak tantangan dan situasi dalam hidup. Artinya, sebisa mungkin membuat keputusan dengan pertimbangan yang matang.

Kuncinya terletak pada integritas. Semua keputusan penting dibuat berdasarkan integritas. Kata Warren, tanpa integritas, nyaris mustahil untuk memperoleh reputasi baik dan kesuksesan yang ingin dicapai.

Adalah tugas kita untuk menentukan apa yang kita inginkan dalam hidup. Apakah perlu mengikuti nasihat dari Warren Buffet pun merupakan keputusan yang kita perlu buat.

Lihat tulisan lainnya di Google News