Biaya Hidup di Singapura untuk Mahasiswa Internasional (Desember 2022)

Biaya Hidup di Singapura untuk Mahasiswa Internasional (Desember 2022)

biaya hidup di singapura

DAFTAR ISI

Apakah kamu berniat melanjutkan studi di Singapura? Ini adalah pilihan yang tepat melihat kualitas pendidikan di sana yang sangat baik. Tapi, jangan lupa untuk mempertimbangkan biaya hidup di Singapura, terutama untuk mahasiswa atau pelajar.

Singapura adalah negara multinasional dan multikultural. Dari ekonominya yang bergerak cepat hingga perencanaan kota yang terstruktur dengan baik, mengejar pendidikan di Singapura adalah keputusan yang sangat baik untuk dibuat.

Kita perlu mempertimbangkan biaya hidup di Singapura sebelum merencanakan ke depan. Baca terus untuk mengetahui biaya hidup pelajar internasional di Singapura!

Mengapa Harus Kuliah di Singapura?

Universitas-universitas di Singapura secara konsisten menempati peringkat terbaik di Asia, menarik mahasiswa internasional dari seluruh dunia. Statistik mengungkapkan bahwa hampir 76.100 siswa terdaftar dalam program di Singapura pada tahun akademik 2020-2021.

Pemerintah Singapura juga terus memberikan penekanan yang signifikan pada peran pendidikan tinggi dalam pembangunan bangsa. Sebagai hasil dari investasi keuangan dan sumber daya pemerintah, Singapura adalah salah satu negara terbaik untuk studi khusus.

Kendati demikian, Singapura adalah negara dengan biaya hidup yang cukup tinggi. Jika kamu seorang pelajar yang mempertimbangkan untuk menjadi bagian dari industri pendidikan di negara yang berkembang pesat ini, memahami biaya hidup di Singapura akan sangat membantu.

Mengapa Biaya Hidup di Singapura Mahal?

Singapura dinobatkan sebagai kota termahal di dunia untuk ditinggali sebanyak 6 kali dalam 7 tahun terakhir. Diperkirakan biaya hidup bulanan di Singapura bisa mencapai SGD 2.560 atau jika dirupiahkan dengan kurs 3 Desember 2022-SGD 1 sama dengan Rp 11.209,14-di kisaran 28 juta rupiah.

Ada beberapa alasan mengapa Singapura menjadi negara yang mahal. Beberapa alasan ini antara lain:

Kelangkaan Tanah

Salah satu faktor paling signifikan yang berkontribusi terhadap tingginya biaya hidup di Singapura adalah kelangkaan tanah. Dengan luas tanah 728,3 kilometer persegi dan total populasi hampir 5,7 juta, kota ini menempati peringkat ketiga dalam kepadatan penduduk secara global.

Minimnya lahan telah mengakibatkan biaya akomodasi yang sangat tinggi, mengingat lahan merupakan komoditas yang berharga. Dengan permintaan yang meningkat dan pasokan yang terbatas, harga terus meningkat pada tingkat yang mencengangkan. Ini berkontribusi pada tingginya biaya hidup di Singapura.

Ketersediaan Sumber Daya Alam yang Terbatas

Singapura memiliki sumber daya alam yang sangat sedikit. Namun, negara kepulauan ini memiliki keunggulan kompetitif karena terletak di lokasi yang strategis di peta dunia.

Pelabuhan Singapura adalah pelabuhan tersibuk kedua di dunia dan terutama bertanggung jawab atas makanan negara selama bertahun-tahun.

Apalagi Singapura membutuhkan 430 juta galon air per hari, 250 juta galon di antaranya berasal dari Indonesia dan Malaysia. Ini berkontribusi pada tingginya biaya air di Singapura. 95% listrik dihasilkan dari gas alam yang juga merupakan impor dari negara-negara tersebut.

Biaya Akomodasi di Singapura untuk Mahasiswa/Pelajar

Biaya kuliah rata-rata untuk program di Singapura sekitar SGD 20.000 per tahun atau sekitar 221 juta rupiah. Ini belum tentu termasuk biaya asrama atau fasilitas akomodasi terkait.

Sebagai mahasiswa internasional, kita dapat menghabiskan SGD 400 sampai dengan SGD 800 untuk biaya akomodasi sebagai bagian dari biaya hidup di Singapura. Jumlah yang kita keluarkan untuk akomodasi akan bervariasi tergantung pada faktor-faktor berikut:

  • Jumlah orang yang berbagi akomodasi dengan kita
  • Lokasi penginapan
  • Jenis akomodasi

Kita juga dapat memilih perumahan di luar kampus, atau tinggal di akomodasi sewaan. Akomodasi sewaan dapat dikenakan biaya sekitar SGD 265 per bulan.

Jika kamu adalah seseorang yang mempertimbangkan perumahan siswa, maka Singapura memiliki asrama siswa yang sangat baik. Ini adalah kamar single dan empat tempat tidur dengan fasilitas untuk internet, televisi, binatu, dan makan.

Harga hostel tersebut berkisar dari SGD 140 hingga SGD 440 per bulan. Di sisi lain, memilih flat yang disewa secara pribadi akan menjadi pilihan yang paling mahal untuk dipertimbangkan, dengan harga sewa mulai dari SGD 1000 per bulan.

Biaya Transportasi di Singapura

Salah satu keuntungan jalan-jalan di Singapura adalah biaya transportasi umum yang murah bagi pelajar. Ini membantu menghemat banyak uang bagi siswa ketika menghitung biaya hidup mereka di Singapura.

Biaya transportasi bus rata-rata SGD 52 per bulan sedangkan perjalanan dengan kereta api umum dapat dikenakan biaya SGD 45 per bulan. Tarif transportasi tergantung pada jarak yang kita tempuh.

Jika kita memilih untuk bepergian dengan kereta metro ber-AC, kita kemungkinan akan membayar sedikit lebih tinggi.

Biaya Makan di Singapura

Asrama universitas menyediakan makanan untuk mahasiswa dan termasuk biaya dalam keseluruhan biaya kuliah itu sendiri. Makanannya bisa berharga sekitar SGD 350.

Jika kita memilih untuk makan di food court, kita bisa menghabiskan SGD 10 hingga SGD 15 per hari untuk 3 kali makan sehari.

Supermarket dan belanja bahan makanan serta memasak untuk diri sendiri dapat secara signifikan memotong jumlah uang yang kamu keluarkan untuk makanan di Singapura setiap bulan.

Biaya Lain-lain yang Tidak Boleh Diabaikan

Setiap pengeluaran tambahan yang mungkin kita miliki tergantung pada jenis gaya hidup yang kita jalani. Kami pikir semua orang sepakat dengan ini.

Menyesuaikan keuangan kita untuk memiliki tambahan SGD 100 hingga SGD 200 dapat membantu kamu dengan mudah mengakomodasi biaya hidup tambahan di Singapura. Dana ini bisa sangat berguna untuk setiap keperluan tak terduga.

Cara terbaik untuk menghemat uang adalah dengan menggunakan kartu pelajar (dikeluarkan oleh universitas) untuk memanfaatkan diskon di toko pakaian, museum, bioskop, dan restoran. Mengunduh soft copy buku teks atau membeli buku bekas dari senior alih-alih buku teks baru adalah cara lain untuk memotong biaya.

Sekali lagi, dunia pun mengakui bahwa biaya hidup di Singapura tidaklah murah. Namun, bukan berarti harapan menempuh pendidikan yang berkualitas tinggi tentu saja tidak harus pupus hanya karena satu alasan yang bisa kita atasi.

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 25 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut