7 Negara yang Menerima Imigran Indonesia

7 Negara yang Menerima Imigran Indonesia

Adakah negara yang menerima imigran Indonesia? Jawaban singkatnya: banyak. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang pindah kewarganegaraan juga relatif kecil
negara yang menerima imigran Indonesia
KELLEPICS/Pixabay

DAFTAR ISI

Apakah kamu sedang mencari daftar negara yang menerima imigran Indonesia? Dengan kemajuan teknologi baik di sektor komunikasi maupun transportasi, kegiatan imigrasi tidak bisa terelakkan. Termasuk bagi penduduk Indonesia yang ingin pindah ke negara lain.

Imigran Indonesia yang ingin pindah kewarganegaraan juga tidak sedikit. Di antaranya karena beberapa alasan seperti, urusan pekerjaan, menikah dengan warga negara lain, atau ingin mencari negara yang lebih baik dalam menjamin keamanan.

Apa Itu Imigran?

Imigran dalam KBBI (2020) adalah orang yang datang dari negara lain kemudian tinggal dan menetap di suatu negara. Sedangkan menurut United Kingdom Resource Centre, imigran diartikan sebagai orang yang melakukan imigrasi menuju sebuah negara dimana mereka bukan warga asli negara tersebut.

Negara yang Menampung Imigran Paling Tinggi

Sebuah hasil survei dari lembaga riset Gallup, menyimpulkan bahwa banyak negara di dunia mengarah ke respon negatif terhadap kedatangan imigran. Riset yang melibatkan 140 ribu orang di 145 negara tersebut mengatakan bahwa ada beberapa negara yang tidak toleran pada imigran, di antaranya Kroasia dan Macedonia.

Akan tetapi, dari survei tersebut kita juga bisa melihat negara mana saja yang menyambut imigran dengan mudah. Yang paling toleran adalah negara Kanada, Islandia, dan Selandia Baru.

Selain itu, respon warga Amerika Serikat kepada imigran juga tergolong baik. Amerika Serikat sekaligus negara yang menampung imigran paling tinggi. Yakni, lebih dari 50 juta imigran sepanjang tahun 2020. Ini sudah termasuk pengungsi-pengungsi dari negara yang mengalami krisis.

Negara-negara yang menolak imigran memiliki alasan tertentu, salah satunya terutama karena kedatangan imigran asal timur tengah yang semakin meningkat akibat perang. Negara seperti Peru, Kolombia, dan Ekuador misal, mereka secara tegas menolak imigran yang berasal dari negara yang kondisinya sedang tidak baik.

Lalu, adakah negara yang menerima imigran Indonesia? Jawaban singkatnya: banyak. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang pindah kewarganegaraan juga relatif kecil.

Biasanya penduduk Indonesia yang ingin pindah warga negara disebabkan alasan-alasan yang mudah diterima. Seperti, mengembangkan karir atau sudah menikah dengan warga negara yang dituju. Alasan kedua ini sangat mempermudah mereka untuk mendapatkan kewarganegaraan baru.

Beberapa negara yang menerima imigran Indonesia dan tolerir kepada imigran dari banyak negara lainnya adalah sebagai berikut.

7 Negara yang Menerima Imigran Indonesia

Amerika Serikat

Seperti yang telah disinggung di awal, Amerika Serikat jadi salah satu negara yang warganya toleran pada imigran. Ini bahkan tetap terjadi sekalipun Donald Trump kala itu menyatakan penolakannya pada imigran.

Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan jumlah imigran terbanyak di dunia. Mengapa para imigran banyak yang menetap di negara Amerika Serikat? Ini karena negara tersebut menjanjikan kehidupan yang nyaman, iklim ekonomi yang baik, kebebasan berpendapat, dan banyak kelebihan lain yang sulit didapatkan dari negara berkembang atau yang sedang dalam konflik.

Tak sedikti juga imigran di sana yang berasal dari Indonesia. Sebut saja mantan Miss Indonesia 2006, Kristina Virginia Besouw. Ada juga penyanyi era 1990-an, Atiek CB yang menikah dengan WN Amerika Serikat dan kemudian menjadi warga negara tersebut.

Kanada

Pilihan selanjutnya untuk negara yang menerima imigran Indonesia adalah Kanada. Banyak Imigran yang memilih untuk tinggal dan bekerja di Kanada. Alasannya karena negara ini sangat terbuka kepada imigran dari negara manapun dan mereka juga bisa dibilang butuh imigran.

Kenapa Kanada Butuh Imigran? Sebab Kanada memiliki sumber daya alam yang luar biasa, tapi penduduknya mayoritas sudah menua dan tidak produktif. Ini jadi alasan utama pemerintah Kanada membuka kran seluas-luasnya bagi warga negara lain yang ingin bekerja di sana.

Singapura

Memasuki medio 2010, Singapura gencar menerima imigran dari negara lain tak terkecuali Warga Negara Indonesia. Tercatat pada tahun 2010 ada 630 WNI yang beralih menjadi warga negara Singapura. Jumlah ini terus bertambah di tahun-tahun berikutnya.

Singapura menerapkan ketentuan yang mudah dalam hal pengajuan kewarganegaraan. Siapapun bisa mengajukan kewarganegaraan jika sudah tinggal di negara tersebut selama 2 tahun.

Malaysia

Masih di wilayah Asia Tenggara, Malaysia juga bisa jadi opsi negara yang menerima imigran Indonesia. Selama lebih dari setengah abad (1957-2016), sebanyak 688.776 orang WNI mendapatkan kewarganegaraan Malaysia.

Ratusan hingga ribuan WNI tiap tahunnya mengajukan kewarganegaraan Malaysia. Ini menempatkan Indonesia sebagai penyumbang imigran terbanyak nomor 2 di Malaysia dengan urutan pertamanya adalah warga negara Republik Rakyat Tiongkok.

Jerman

Peraturan pemerintah setempat memang berperan penting untuk kelancaran pengajuan imigran mendapatkan kewarganegaraan. Tapi, dukungan masyarakat tidak kalah penting. Kedua alasan ini bisa kamu dapatkan di Jerman.

Jerman selama ini menjadi salah satu negara penerima imigran terbanyak. Pasalnya, peraturan untuk menjadi warga negara Jerman cenderung mudah dan mayoritas penduduknya menerima secara terbuka terhadap kehadiran imigran.

Belanda

Ekonomi yang sehat, sistem keamanan yang baik, dan kondisi alam yang indah adalah tiga alasan yang cukup menarik banyak orang untuk memiliki kewarganegaraan Belanda. Beruntung, Belanda juga tergolong sebagai negara yang toleran terhadap imigran tak terkecuali yang berasal dari Indonesia.

Terkadang, orang berpikir ini sebagai bentuk penebusan rasa bersalah dari Belanda kepada negara yang pernah ia jajah. Ini tidak terdengar seperti alasan yang mengada-ngada mengingat apa yang dilakukan Jerman juga berkaitan dengan apa yang telah negara mereka lakukan saat dipimpin oleh Hitler.

Swedia

Benar bahwa Swedia adalah negara Skandinavia paling padat. Tapi, populasi yang tinggi tidak membuat mereka defensif terhadap kehadiran imigran. Pasalnya, negara ini memiliki komitmen yang kuat terhadap pemenuhan hak asasi manusia.

Kuesioner Berhadiah!

Dapatkan Saldo e-Wallet dengan total Rp 250.000 untuk 10 orang beruntung.​

Sediksi.com bekerja sama dengan tim peneliti dari Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada sedang menyelenggarakan penelitian mengenai aktivitas bermedia sosial anak muda. 

Jika Anda merupakan Warga Negara Indonesia berusia 18 s/d 25 tahun, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang Anda akan temukan dengan menekan tombol berikut